Saturday, December 3, 2022

UPDATE BARU SAMSUNG TAB A8 (2019) - T295 [1]

saya membeli hp samsung tab a 8 di tahun 2019 dengan harga 1.8jt. rasanya seneng banget punya tablet samsung yang suara speakernya stereo, kenceng, dan legit, bayangin aja nonton youtube dgn nyaman. dulu seneng bisa dapet 2/32Gb, karena udah bisa buat main mobile legend meski low dan batrenya irit banget. Apalagi Samsung, karena dari dulu paham kualitas brand ini. Dan tab A8 (2019) ini paling worth dengan harganya.

Memasuki masa c19 tablet ini bener-bener berguna banget untuk kelas online, google mewt, zoom, rekaman suara khotbah, rekaman suara renungan harian, rekaman vidio sekolah, dubing vidio pendek, pokoknya hp ini produktif banget.

Tapi sayang banget setelah update software 3x hp jadi lemot buanget, dan semakin update sampe tahun 2022 malah semakin lemot. Biasanya nyaman banget pake HP ini jadi males nya bukan maen, cuma baca dokumen, rekaman suara, dan speaker yang masih bisa dilakukan di hp ini.

Sudah berusaha kontak samsung service center tapi katanya ngga bisa downgrade. Cari di internet ttp aja gak bisa akalin HP ini untuk downgrade. Gila keamanan SAMSUNG luar biasa banget.

Tanggal 2 Desember 2022 iseng iseng cek update, ternyata ada update baru tapi tidak bisa OTA via HP dan harus pake samsung switch. Akhirnya mulai coba download.

Tes dulu, baru 24% untuk hasil update nanti saya review lagi di bagian 2




Thursday, August 27, 2020

AKU DAN DIRIKU [bagian 1]

Semua orang di dunia ini memiliki cita-cita, saya, kalian, orang lain, bahkan orang tua kita pun memiliki cita-cita saat ibu mengandungmu. Dan cita-cita yang dimiliki oleh orang tua terhadap kita adalah cita-cita yang baik dan mulia. Tidak ada satupun keburukan yang menjadi isi dari cita-cita mereka, dan pada umumnya cita-cita yang dimiliki oleh semua orang akan disertai dengan doa, karena Tuhanlah yang Maha memberi segalanya.

Setelah lahir, tumbuh menjadi semakin besar (dari anak-anak menjadi remaja), terkadang tidak sesuai dengan cita-cita orang tuanya, banyak anak-anak melakukan hal yang tidak pantas, merugikan orang tua, dan membuat orang tua menjadi malu. Tidak jarang anak-anak yang melakukan kenakalan remaja sering berhadapan dengan hukum dan aparat kepolisian.

Agar kita terhindar dari kenakalan remaja dan memiliki hidup yang baik, ada beberapa hal yang harus dilakukan, beberapa diantaranya adalah :

1.       Dekat dengan Allah (beribadah, berdoa, mempraktekkan yang dicintai Allah juga menjauhi larangannya)

2.       Dekat dengan orang tua (berkomunikasi dan bercerita tentang masalah-masalah dalam hati kita)

3.       Sering mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini:

-          Kenapa Tuhan mengijinkan saya hidup?

-          Untuk apa saya hidup?

-          Apa tujuan saya hidup?

PERHATIKAN CERITA DI BAWAH INI

Suatu hari pohon pisang bercakap-cakap dengan pohon manga yang tumbuh di sebelahnya

Pisang : Ngga (panggilan untuk pohon manga), kenapa kamu berbuah sih?

Mangga : Lho kok kamu Tanya begitu, ada apa Sang?

Pisang : Di sini, di kebun ini, tidak ada 1 pohon buah pun yang mau tumbuh, liat tuh, semangka tidak tumbuh, nangka tidak tumbuh, durian, tidak tumbuh, aku tidak tumbuh, cuma kamu aja yang tumbuh di kebun ini, ngapain repot-repot kasih buah untuk manusia? Harusnya kamu juga jangan menumbuhkan buahmu. Nanti kamu dimusuhi teman-teman yang lain kalau tetap berbuah lho.

Mangga : Hihihihihi

Pisang : Kenapa kamu tertawa, Ngga? Emang ada yang lucu?

Mangga : Tidak ada yang lucu, tetapi pertanyaanmu itu aneh.

Pisang : Aneh kenapa?

Mangga : Kamu tahu kan, kita ini diciptakan Tuhan sebagai pohon buah, jadi tugas kita adalah berbuah, memberi buah yang terbaik, paling manis dan paling besar. Sudah jadi kodrat kita menjadi pohon buah yang terbaik. Itulah tujuan kita hidup dan tumbuh


SOAL
1. Tanyakan kepada orang tuamu, apa cita-cita mereka ketika ibu mengandungmu!
2. Lihat dalam dirimu, hal baik apa atau kemampuan baik apa yang terdapat dalam hidupmu?
3. Perbuatan baik apa yang akan kamu berikan kepada orang di sekitarmu? ( di rumah, di sekolah, dan di masyarakat)
4. Tanyakan pada orang tuamu : Menurut orang tuamu, mengapa kamu dijiinkan Tuhan lahir dalam dunia ini?

Kerjakanlah dengan baik semua soal yang ada. Tulislah dibukumu, setelah selesai, foto dan kirimkan pada Pak Dioz Mahardhika. Pada waktu yang akan datang, bawalah buku kalian ke sekolah untuk mendapatkan tandatangan dari Pak Dioz Mahardhika.

Tuesday, August 25, 2020

TANGGUNG JAWAB [bagian 2]

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti Tanggung Jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya)

CERITA

Suatu hari Titus terlihat sangat jengkel, lalu Indri, temannya sekelas Titus bertanya:

Indri : Tus, kenapa kamu terlihat jengkel?

Titus : Gimana nggak jengkel, aku kena marah bu Yatmi tadi, rasanya aku ingin melempari rumah bu Yatmi pakai batu

Indri : Lho kok bisa dimarahin kenapa?

Titus : Aku dimarahi karena tidak masuk sekolah selama dua minggu dan tidak mengumpulkan tugas online

Indri : Oooo gitu

Titus : kalau Cuma mau bilang, “OOOO” mending nggak usah tanya.

Indri : Kamu aneh Tus, tanggung jawab kita sebagai pelajar kan memang harus belajar, sekolah, dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh bapak ibu guru. Kalau kamu males ke sekolah dan nggak mengerjakan tugas ya wajar dimarahi guru.

Titus : Lho kamu kok membela guru? Sebenernya kamu ini temanku bukan?

Indri : Aku ini nggak membela guru, aku bicara yang sebenarnya. Manusia hidup itu punya tanggung jawab Tus, nggak seenaknya saja. Kalau di Rumah, tanggung jawabmu sebagai anak wajib menghormati dan menghargai orang tuamu, kalau di sekolah sebagai murid, kamu juga harus menghormati dan menghargai gurumu. Sama saja kalau kamu buang air besar, ya harus disiram, itu tanggung jawabmu.

Kalau kamu buang air besar ngga di siram kamu sama kayak kucing, anjing atau hewan lain yang habis eek tidak mau siram.

Titus : lho kamu kok malah ngatain aku kayak hewan?

Indri : Hiiiiihhh Tus, aku kan lagi bilang tanggung jawab mu sebagai manusia. Jadi di manapun bumi dipijak, di situ langit di junjung.

Titus : maksude opo kui Ndri?

Indri : artinya, selama kita masih hidup, di manapun kita berada ada aturan yang harus dan wajib kita hormati dan jalankan. Dan kalau kita tidak menjalani itu, kita bisa disalahkan, diperkarakan, dihukum

Kowe salah, dimarahi kok malah jengkel, aneh.

Titus : (terdiam)

Indri : kok diem?

Titus : iya ya Ndri, ternyata aku itu salah.

Indri : Iya Tus, contoh nabi Musa, ketika dia diminta Tuhan untuk jadi pemimpin, ketika nabi Musa bersedia, dia menjalankan tugasnya, tanggung jawabnya sampe beliau meninggal.

Titus : makasih ya Ndri, ndak sia-sia aku punya temen pinter kayak kamu, ayo sekarang aku diajarin tugasnya Bu Yatmi..

Indri : ayok ke rumahku..

(akhirnya mereka berdua pergi ke rumah Indri untuk belajar dan mengerjalan Tugas)

SOAL :

Kerjakan lima soal di bawah ini dengan baik. Ditulis di buku, setelah selesai, fotolah dan kumpulkan pada pak Dioz, pada hari Senin saat kalian masuk, bawalah buku yang digunakan untuk mengerjakan soal ini untuk diberi tandatangan.

1. Dari cerita di atas, apakah Titus bisa dikatakan sebagai murid yang bertanggung jawab? Berikan alasannya

2. Apakah tanggung jawab Indri ketika melihat temannya saat melakukan kesalahan?

3. Apakah kamu pernah berbuat sesuatu seperti Indri? Ceritakan!

4. Sebagai murid SMP, tuliskan, tanggung jawab apa saja yang harus kamu lakukan?

5. Apakah kamu termasuk anak yang bertanggung jawab? Jika kamu merupakan anak yang bertanggung jawab tuliskan pengalamanmu, tapi jika kamu bukan merupakan anak yang bertanggung jawab, sebutkan kesulitan-kesulitan apa saya yang membuatmu sulit bertanggung jawab!

Saturday, August 15, 2020

HIDUP YANG BERSYUKUR [bagian 1]

Kisah ini dimulai di saat seorang anak kecil bernama Rahmat mengikuti sebuah kompetisi sepeda yang bernama "Cycling Fair". Ia mengikuti kompetisi ini dengan penuh semangat dengan tujuan dapat memenangkan kompetisi itu meskipun dengan kondisi sepeda yang dia pakai sekarang tidak bagus seperti milik peserta lainnya.

Saat pertandingan akan dimulai seorang temannya bertanya, “Mat, apa kamu yakin dengan sepeda tua kamu bisa mengalahkan mereka?”. Rahmat melihat peserta lainnya dan kembali menatap temannya,

“Ali, kemenangan itu tidak ditentukan oleh seberapa bagus alat yang kita pakai, melainkan seberapa besar usaha kita untuk mencapai & mewujudkan apa yang kita inginkan”, sahut Rahmat. Ali terdiam oleh kata-kata Rahmat, tapi kemudian temannya masih ragu dan bertanya “sekarang bagaimana kamu bisa memenangkan kompetisi ini, sedangkan kamu sendiri tidak pernah mengikuti hal seperti ini sebelumnya dan badan mereka juga besar-besar”, sahut Ali. “Meskipun aku bukan orang yang berkecukupan, fisikku tidak sesempurna mereka, tapi aku mempunyai semangat yang besar dan Insya Allah jika kita mau berdo’a dan berikhtiyar pasti ada jalan”, jawab Rahmat.

Kemudian Rahmat pun masuk ke barisan peserta dan bersiap-siap. Temannya pun memberi semangat dan percaya bahwa Rahmat bisa memenangkan kompetisi ini. Beberapa saat kemudian bunyi peluit tanda pertandingan dimulai pun telah ditiup “Priiiitttt”. Para peserta pun mulai mengayuh sepedanya masing-masing dan melaju dengan cepat. Diputaran pertama, Rahmat tertinggal oleh peserta lain tetapi dia tetap mengayuh sepedanya dengan penuh semangat.

Penononton yang melihat kompetisi itu tidak yakin kalau Rahmat bisa menang karena Rahmat sudah tertinggal jauh diputaran pertama. Hal ini tidak membuat Rahmat putus asa, dia yakin bahwa dengan sepeda pemberian kakeknya yang dipakai sekarang ini dia bisa menang karena semangatnya sudah bercampur dengan harapan dan impian. Dia pun yakin semangat kakeknya pun ada didalam dirinya. “Aku pasti bisa”, teriak Rahmat dengan penuh semangat. Diputaran kedua, Rahmat perlahan-lahan mulai mendekati peserta lain dan melewati peserta lainnya satu persatu.

Ali berteriak, “Ayooo, aku yakin kamu pasti bisa!!!”. Dan diputaran terakhir Rahmat sudah pada urutan ke-3, ia terus mengayuh sepedanya dengan sekuat tenaganya. Saat detik-detik terakhir mencapai garis finish akhirnya Rahmat pun dapat berada di urutan pertama dan memenangkan pertandingan ini.

Kemudian Rahmat mendapat hadiah berupa uang sebesar 2 juta rupiah dan voucher makan senilai 500 ribu rupiah di restoran mewah. Dia bisa memilih mau menukarkan vouchernya dengan uang atau untuk diapakai makan di restoran mewah. Tapi Rahmat memilih untuk menukarkannya dengan uang. Rahmat pun sujud syukur atas kemengannya karena ia sangat bersyukur bisa membantu keuangan keluarganya. Beberapa saat kemudian setelah acara selesai

Rahmat dan Ali pun memulai perjalanannya pulang kerumah, sebelumnya dia masuk ke toko buku dan membeli buku banyak sekali dan ditengah jalan dia berbelok ke sebuah warung makan untuk membeli makanan. Dan tidak disengaja pula ada keluarga seorang wirausaha yang menonton kompetisi itu bertemu dengan Rahmat. Wirausahawan itu bernama Robi, dia sedang makan bersama keluarganya warung makan tersebut tapi dia bingung kenapa anak itu tidak memakai vouchernya untuk makan direstoran mewah, malah memilih makan di warung makan yang sederhana ini. Dan ia melihat anak itu dan temennya hanya memesan nasi goreng dan tempe penyet. Kedua anak itu makan dengan lahapnya dan menikmati makanan itu. Setelah melihat mereka selesai makan pak Robi pun medekati dan mengajak mereka ngobrol, Kemudian pak Robi bertanya kepada mereka, “kenapa kalian tidak menerima voucher tadi yang makan di restoran mewah, tapi lebih memilih menukarkan dengan uang dan makan di warung makan yang sederhana ini?”. Kemudian anak itu menatap pak Robi dan bercerita tentang kehidupannya dan keluarganya yang serba kekurangan. “Pak, memang saya hidup di keluarga yang biasa, saya memilih untuk makan disini karena saya lebih bisa menikmati hidup saya dan mensyukuri hidup ini apa adanya. Dan saya ingat diluar sana masih banyak orang yang tidak seberuntung saya. Oleh karena itu saya tidak mau menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak bermanfaat”, sahut Rahmat. “Lalu, aku lihat di kardus itu banyak sekali buku. Kenapa kamu membeli sebanyak itu dan kenapa ada 3 buku yang tidak dimasukkan di kardus?”, tanya pak Robi. Kemudian Rahmat pun menjelaskan bahwa buku yang ada didalam kardus itu akan disumbangkan ke sebuah yayasan panti asuhan dan yang tigak buku lainnya untuk dibacanya sendiri. Dia pun menjelaskan kalau kakeknya juga mengajarkan kepadanya untuk selalu berbagi dan selalu jadi orang yang bermanfaat kepada orang disekitarnya. Harta hanyalah sebuah titipan Allah, sewaktu-waktu Allah bisa mengambilnya. Yang bisa kita lakukan yaitu bersedekah dan beramal kepada orang-orang disekitar kita. Insya Allah rezeki itu akan selalu ada jika kita mau berusaha dan bekerja keras serta tidak melupakan orang disekitar kita. Mendengar kata-kata Rahmat membuat Pak Robi termenung dan menyadari bahwa dirinya yang sekarang masih kurang mensyukuri apa yang ada. Untuk terakhir kalinya Pak Robi bertanya, “apakah kamu sudah mendapatkan dan merasakan kenikmatan dalam hidupmu?”. Anak itu menjawab, “Alhamdulillah, saya sudah dan masih merasakan nikmat dalam hidup saya”. Pak Robi pun agak bingung dengan jawaban anak itu. “kalau boleh tahu nikmat apa saja itu?” tanya pak Robi.

Kemudian anak itu menjelaskan bahwa nikmat yang dirasakannya yaitu mata, hidung, mulut, telinga, kaki dan tangan karena dengan itu semua saya masih bisa merasakan bagaimana bisa melihat, bernafas, berbicara, mendengarkan, berjalan dan membantu orang disekitarnya. Dan akhirnya pak Robi pun meneteskan air matanya, ia terharu dengan ucapan anak itu. Dia pun berterima kasih kepada Rahmat karena sudah meberikannya pelajaran yang berarti dalam hidupnya.



SOAL UNTUK DIKERJAKAN

1. Setelah membaca cerita di atas, Apakah makna bersyukur?

2. Tuliskan, salah satu sikap hidup bersyukur yang dimiliki Rahmat saat mengikuti kompetisi di “Cycling Fair”?

3. Apakah kamu pernah bersyukur dalam hidupmu? Apa saja yang kamu syukuri? Tuliskan pengalamanmu di bukumu (1 lembar saja)

Petunjuk mengerjakan : tulislah 3 soal ini di bukumu dan jawablah sesuai dengan pertanyaan yang ada. Setelah selesai fotolah pekerjaanmu dan kirimkan melalui WA ke Pak Dioz Mahardhika

Sumber : https://www.kompasiana.com/windycitranegara/5512b840a333113b62ba7d2c/kisah-seorang-anak-sederhana-yang-mensyukuri-hidup

Thursday, August 13, 2020

BELAJAR BERTANGGUNG JAWAB [bagian 1]

CERITA 1

Kejadian ini diceritakan terjadi pada tahun 1920 di Amerika Serikat. Saat itu seorang anak berusia sembilan tahunan bermain bola di komplek rumahnya. Entah mengapa ia menendang bola terlalu keras dan mengenai kaca jendela sebuah rumah di komplek tersebut. Tak ayal kaca jendela itu pecah berkeping, sementara sang pemilik rumah marah besar.

Pemilik rumah minta ganti rugi untuk kaca yang sudah dipecahkan sebesar 12,5 dollar tak peduli siapapun pelakunya, seorang anak kecil sekalipun. Pada saat itu uang sebesar 12,5 dollar nilainya sangat besar, setara dengan 125 ekor ayam betina. Anak itu merassa takut sekaligus bingung karena tak punya uang.

Dengan wajah murung ia pulang meminta bantuan uang kepada ayahnya. “Kamu harus bertanggung jawab atas kesalahanmu jangan meminta orang lain untuk menanggung kesalahanmu,” kata ayahnya.

Tapi, saya tidak punya ia,” jawabnya melas.

“Saya akan meminjam uang untuk kamu. Tetapi kamu harus mengembalikannya dalam satu tahun,” kata si ayah mengajukan syarat.

“Baiklah!” jawab anak itu senang.

Setelah itu si anak bekerja sampingan untuk mendapatkan uang. Dalam waktu enam bulan ia berhasil mengumpulkan uang sebesar 12,5 dolar dan melunasi hutang kepada ayahnya. Si ayah sangat senang menerima uang dari anaknya. “Kamu memang seorang kesatria sejati!” puji ayahnya sambil tersenyum.

Pada masa selanjutnya tersiar kabar bahwa anak itu berhasil menjadi presiden Amerika ke-40. ia memerintah Amerika sejak tahun 1981 hingga 1989. kisah tersebut adalah salah satu kejadian yang pernah dialami oleh Ronald Wilson Reagan (1911-2004).

PESAN MORAL DALAM CERITA 

Sikap bertanggung jawab adalah modal keberhasilan dibidang apapun. Berdasarkan kisah di atas kita dapat melihat bahwa sikap bertanggung jawab mendidik seseorang mengatasi masalah dan memperbaiki diri sendiri. Didikan dari orang tua membuat Renald Reagan kecil tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Selama masa kepemimpinannya Ronald Reagan dinilai cukup berhasil memajukan perekonomian Amerika Serikat. Dirinya juga dicintai rakyat. Hal itu nampak jelas dari kesedihan yang luar biasa dari sebagian besar rakyat Amerika ketika ia meninggal dunia pada tanggal 5 Juni 2004.

Masing-masing diantara kita sudah pasti dituntut tanggungjawab, entah terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan, pekerjaan dan lain sebagainya.. “Hari dimana anda menerima tanggungjawab dan berhenti mencari alasan, dihari itulah anda mulai melangkah menuju sukses,” O.J. Simpson. Menjalankan tanggungjawab dengan baik mendidik diri kita untuk senantiasa melakukan segala hal dengan baik dan benar.

Sebagaimana filsuf seperti Aristotle mengatakan, “Kualitas bukan suatu tindakan, tapi suatu kebiasaan.” Bila kita selalu membiaasakn diri bersikap bertanggung jawab, maka sikap tersebut akan menjadi ciri khas dan memberi manfaat sangat besar terhadap diri kita. Misalnya seseorang yang selalu bertanggungjawab maka ia akan memiliki jiwa luhur dan satu kekuatan semangat kerja yang luar biasa. Dengan kata lain, membiasakan diri bersikap tanggungjawab memberikan dampak posisi lebihi besar disbanding kerugiannya.

SOAL YANG HARUS DIKERJAKAN
1. Setelah membaca cerita di atas, apa arti tanggung jawab?
2. Apa yang dikatakan Aristotle tentang tanggung jawab?
3. Apa yang dikatakan O.J. Simpson tentang tanggung jawab?
4. Tuliskan cerita tentang tanggung jawab yang pernah kamu lakukan (boleh lebih dari 1 cerita)

cara mengerjakan : tulis dibukumu, setelah selesai di foto dan dikirimkan ke WA pak Dioz Mahardhika

sumber : https://azizisme.blogspot.com/2013/06/belajar-tanggung-dan-berhenti-mencari.html

Friday, June 5, 2020

ADA BATMAN DI KELAS

Hari ini adalah hari kelulusan anak-anak kelas 9, bertepatan dengan itu, anak-anak kelas 7 dan 8 juga sedang mengerjakan PAT (penilaian akhir tahun ajaran). Karena saat ini Covid-19 belum juga selesai, anak-anakpun harus mengerjakan soal tersebut dari rumah.

Ada kejadian lucu yang membekas di hati saya ketika mendampingi anak-anak ini ujian. Namanya saja anak sekolah waktu ujian, ada yang bisa dan ada yang tidak bisa, karena catatan tidak lengkap atau malas belajar. Jika sudah buntu tidak bisa mengerjakan, biasanya mereka itu membuat kerusuhan, mencoba menarik perhatian guru supaya bisa mencontek teman lainnya.

Saya adalah guru yang gak peduli pada semua itu, ketika keributan terjadi, saya hanya berkata,

"ketahuan contek, kalian akan kerjakan tes di luar, dan jika tidak dapat dinasihati, kertas akan saya sobek dan siap2 tidak naik kelas".

Namanya juga anak-anak sudah dinasehati tetap saja ada yang melawan dan abai, tanpa pikir panjang, saya mengingatkan mereka sekali lagi dan segera membuat gambar topeng batman dan saya pake, untuk mengawasi anak-anak,

"sekarang kalian diawasi oleh Batman",

sontak mereka semua tertawa dan anehnya tidak ada lagi yang mencontek ketika saya memakai topeng ini, mereka mengerjakan sendiri, meskipun salah.

Hari ini anak-anak kelas 9 dan kelas 8 asik ngobrol di WA grup, 1-2 anak ngobrol ngalor ngidul sampe kadang lupa batasan. Iseng saja saya upload foto menggunakan topeng Batman, mereka tertawa dan kembali ke batasan2 wajar dalam chat. 

"Ah ternyata saya rindu bertemu anak-anak itu"




Friday, January 10, 2020

PERCAYA

PITADOS adalah sebuah kata dalam bahasa Jawa yang memiliki makna mendalam. PITADOS berarti percaya, dan percaya sendiri berarti yakin akan/pada sesuatu atau yakin pada seseorang.

Dalam hidup manusia, percaya ini sangat dibutuhkan, bila tidak ada rasa percaya maka akan terjadi chaos, contoh nya sudah sangat jelas dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Percaya dapat menjadikan sesuatu yang baik menjadi lebih baik, dapat menjadikan yang baik tampak buruk, atau yang buruk menjadi sangat buruk. Bahkan dalam kehidupan sesehari antara manusia satu dengan yang lain (keluarga, hubungan pacaran, guru dan murid, dan semua aspek) semua butuh percaya.

Bisa dibayangkan hubungan dalam keluarga yang tanpa percaya, pasti kehidupan keluarga tersebut akan sangat tidak menyenangkan. Demikian juga dalam hubungan asmara, tanpa percaya, hubungan itu akan sangat menyiksa. Antara manusia dengan Tuhan juga membutuhkan itu, jika percaya itu hilang, maka manusia akan menjadi mahluk yang akan selalu menggerutu sepanjang hidupnya.

Percaya adalah salah satu dari sekian hal yang paling penting dan mendasar dalam hubungan manusia dengan mahluk lain dan juga dengan Tuhan. Percaya itu rasa, artinya rasa percaya itu bisa dimatikan dan dihidupkan dengan baik, itu adalah pilihan bagi setiap manusia. Mematikan rasa percaya dan masuk dalam chaos adalah hal yang paling mudah untuk dilakukan, tandanya : lihat saja pada manusia yang selalu menyalahkan orang lain, sesamanya, bahkan menyalahkan Tuhan buat semua yang terjadi dalam hidupnya. Gagal salah Tuhan, tidak punya uang salah Tuhan, rumah bocor salah Tuhan, motor mogok salah Tuhan, hidup miskin salah Tuhan, semua salah Tuhan, padahal hidupnya selalu memboroskan uang untuk judi, membeli rokok, atau membeli hal yang tak berguna.
Sebaliknya, menghidupkan rasa percaya pada siapa saja merupakan hal yang sulit, tapi disitulah panggilan setiap manusia yang hidup. Perlu mematikan ego agar semua dapat dimaknai lebih baik. Orang yang percaya, akan selalu memandang semua tampak positif bagi dirinya meskipun hal-hal buruk terjadi pada hidupnya, rencana Tuhan dan misteri kehidupan akan menjadi sesuatu yang indah untuk ditunggu dan dinikmati dalam setiap ungkapan syukur bagi setiap orang percaya.

Tema Paska 2020 yang diterbitkan oleh LPPS ini menjadi sebuah hal yang sangat dasar dalam pertumbuhan iman seorang Kristen. Mari kita belajar untuk menjadi pribadi yang selalu percaya, selalu melihat karya Allah dalam hidup kita adalah rancangan terbaik untuk setiap manusia di seluruh alam semesta. Selamat menyambut Paska 2020 dan selamat belajar mematikan diri untuk kemuliaan Tuhan.

Thursday, January 9, 2020

HOTEL DEL LUNA [review]

Beberapa waktu lalu, ada temen kasih film ini buat ku, dia bilang film hantu, mungkin biar aku seneng, karena aku penggemar film horor. tapi ternyata film ini tentang sebuah pengharapan dan perbaikan hubungan orang-orang yang sedang bersiap ke surga.

di film ini, ada dua jenis jalan hidup manusia sesudah mati,
yang pertama adalah orang jahat yang mati dan arwahnya berbuat jahat pada manusia, akan langsung dikirim ke alam baka (neraka).

yang kedua adalah orang baik yang mati, mereka harus menyelesaikan urusannya di dunia ini, sehingga sebelum ke sorga, arwahnya harus bahagia terlebih dahulu. Penyelesaian urusan di dunia adalah hal-hal yang masih belum terlaksana semasa hidupnya, bahkan dendam yang belum terselesaikan harus diselesaikan (bukan dalam bentuk kejahatan namun mendamaikan diri dengan pihak-pihak lain yang membuatnya menderita dan mendendam semasa hidupnya).

Hotel Del Luna adalah tempat persinggahan arwah-arwah baik yang akan menyelesaikan semua urusannya, dan hotel ini menyediakan layanan untuk membereskan semua (tentunya dengan biaya karena pemiliknya juga butuh uang).

Di film ini, semua pengurus hotel dan pemilik hotel, Jang Man Weol, adalah orang-orang yang hidupnya penuh dengan kebencian dan dendam, sehingga mereka dihukum sebelum kembali ke neraka, khususnya Man Weol, dia di kutuk untuk menjadi pemilik Hotel Del Luna ini dan selesainya Man Wol dari tugas ini ditandai dari Pohon Bulan yang bersemi.

Sudah 1300 tahun pohon bulan tidak pernah bersemi dan selama itu juga Manwol menjalankan hotel ini, hingga seorang pemuda bernama Ku Can Song datang menjadi manager di hotel ini karena perjanjian gaib ayahnya dengan ManWol. Suatu hari waktu Can song ulang tahun, ayahnya mencuri bunga di dalam hotel orang mati ini, tujuannya untuk diberikan pada anaknya, eh tapi apes deh.

Film ini bercerita tentang arwah baik dan jahat dan cara penyelesaian masalah mereka yang unik, namun di sisi lain, Can Song yang awalnya ogah-ogahan kerja di hotel ini, jadi merasa bertanggung jawab karena tugasnya mulia banget, membuat arwah bahagia.

Setelah kehadiran Can Song, hotel ini jadi penuh dengan kedamaian dan ceria, ya jelas karena isinya orang bahagia semua, dan ajaibnya Pohon Bulan yang sudah 1300 tahun mati, jadi hidup dan bersemi gara-gara Manwol perlahan-lahan dapat melepaskan semua dendamnya karena dibantu oleh Cansong dan dia bisa merasakan jatuh cinta dengan Can Song.

di sela-sela kegiatan menyambut natal, film ini lumayan bisa menjadi "rejuvenation potion" (obat penghilang lelah) dan endingnya film ini berhasil membuat mewek, bahkan anakku katanya juga mewek-mewek sesenggukan ketika dia nonton di kamar sendirian (episode pertama sampe agak akhir nonton bareng kami). Biasalah sutradara kdrama itu luar biasa, bisa membuat film yang menguras emosi, menguras kuota, dan menguras waktu nonton. Bagiku rating film ini 9/10 mantap jiwa.

Di sisi lain, aku bisa melihat konsep Tuhan yang mengasihi dan yang membebaskan. Di film ini ada dewa yang bernama Ma Go (dia memiliki beberapa wajah, baik, tegas, dan pemurah). Mago inilah yang mengutuk Man Wol untuk menjadi pengelola Hotel Del Luna, karena Manwol hatinya berisi dendam dan kebencian yang amat sangat mendalam, tapi dia juga yang mengirim seorang pembebas yang bernama Can Song untuk membebaskan Manwol dari kutukannya. Meskipun di ceritakan dalam beberapa model kepercayaan, Tuhan itu luar biasa dan Maha Pemurah.





Wednesday, September 18, 2019

LITURGI PERNIKAHAN

berikut ini adalah liturgi yang saya gunakan untuk Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan pernikahan saya pada tanggal 18 Agustus 2019.
liturgi ini didasari oleh tata cara pernikahan yang dimiliki oleh GKI Purwodadi Grobogan, tempat saya melangsungkan pemberkatan pernikahan.
kiranya dapat digunakan sebaik-baiknya.

Saturday, August 17, 2019

IBU

tahukah kamu Bu, betapa bahagianya aku hari ini memiliki waktu untuk bertemu denganmu, memegang rindu tanganmu, memijit tanganmu, dan merasakan hangatnya tanganmu.
tahukah kamu Bu, bahwa selama ini aku merindukan waktu-waktu seperti ini dengan mu. menatapmu dan mendengarkan semua keluh kesahmu, seperti mendengarkan tiupan angin surga yang Tuhan tiupkan ke telingaku.
terimakasih Tuhan buat segala kebaikanMu yang telah menjaga ibuku hingga sejauh ini. Kau bela ibuku dalam setiap permasalahan hidupnya, Kau lindungi ibuku dari fitnah yang muncul, dan kau bukakan mata orang-orang yang membenci ibuku karena asumsi ciptaan mereka sendiri. terimakasih untuk semua hal baik yang terjadi. khusus hari ini, di hari aku hendak mengakhiri masa kesndirianku, Kau hadirkan senyum dan kebahagiaan ibu yang selama ini aku tak pernah melihatnya.
terimakasih Tuhan

Monday, July 15, 2019

MAK CIP

mak cip, begitulah aku menyebut namanya. beliau ini adalah istri dari pak cip (almarhum) yang gigih menghidupkan kekristenan di wilayah Toroh, beliau dan teman teman dari gundih dan purwodadi juga yang mewujudkan mimpi mendirikan sekolah Kristen Putra Wacana Toroh.
hari ini aku mendengar mak cip masuk rumah sakit jam 02.00 dini hari tadi. beliau pernah bercerita ketika ku kunjungi, ada gangguan di jantungnya. katanya, jantungnya tak lagi kuat untuk memompa cairan tubuh untuk keluar melalui urin, sehingga cairan tersebut menumpuk dan tidak bisa keluar dari tubuh tuanya, dan kakinya membengkak. setelah periksa ke beberapa dokter, diberilah obat yang membuat beliau buang air kecil, yang ternyata obatnya juga tidak diminum lagi karena dianggap membuatnya repot harus ke toilet 5 menit bisa beberapa kali.
mak cip ini adalah sesosok teladan bagiku, sudah lansia, berjalannya sudah bungkuk, tapi semangatnya mengikuti kegiatan peribadatan tinggi sekali, kadang membuat kau yang masih lebih muda merasa minder melihat semangatnya.
tadi kami bersama jemaat bajem toroh menjenguknya di rumah sakit.
kaget aku, karena matanya memar, ku pikir itu adalah efek dari penyakit jantung yang dideritanya, tapi syukurlah ternyata tidak (kejatuhan piring katanya, sedikit geli aku membayangkan peristiwa itu). di antara sedih karena beliau nampak tak berdaya, tetiba beliau membuka mata dan tersenyum senang sekali ketika tahu banyak jemaat yang mengunjunginya. beliau berkata, "AKU SENANG KALIAN SEMUA MENDATANGIKU". dan yang membuat aku gagal menjaga hatiku tak menangis, beliau berkata, "semua ini adalah rencana Tuhan, aku pasrah, menjalani, dan menikmati, aku sudah merasa cukup untuk menikmati semua hidup ini". dan beliau mengulang beberapa kali perkataan ini sambil menunjukkan wajahnya yang sangat bahagia, tak nampak ketakutan sama sekali menghadapi sakit ini. luar biasa!!
biasanya banyak orang tak siap menghadapi sakit, tak siap menghadapi ketuaannya disiksa dengan dipaksa berbaring di tempat tidur. tapi hari ini aku melihat bukti nyata, ternyata masih ada orang-orang luar biasa di sekitar ku, bu cip inilah. sebenarnya sebelum pulang aku ingin sekali mengajak bu cip dan jemaat toroh menyanyi, "pkj 241 ( i know whos holds tomorrow)"
tak ku tahu kan hari esok
tapi langkahku tegap
bukan surya ku harapkan
karna surya kan lenyap
o tiada ku gelisah
akan masa menjelang
ku berjalan serta Yesus
maka hatiku tenang
banyak hal tak ku pahami
dalam masa menjelang
tapi trang bagiku ini
tangan Tuhan yang pegang

terimakasih Tuhan, Engkau mengenalkan ku pada sosok yang telah menunjukkan keteguhan imannya ketika menghadapi rasa sakit.
-
"bila engkau mampu percaya pada pilot yang kau tak kenal untuk menerbangkanmu ke suatu tempat,
sejatinya kau tak perlu takut menghadapi hidup bersama Tuhan yang sudah kau kenal, yang selama ini menjagai hidupmu, dan mengatur semua dalam hidupmu"

Monday, April 1, 2019

FILE atau FAIL? [gagal]

mengkoreksi hasil TTS semester genap yang baru saja dilaksanakan di sekolah tempat saya mengajar membuat saya terkadang down.
contohnya, dalam mata pelajaran TIK, teori, praktikum, dan ketrampilan dalam mengetik sudah dilakukan, tapi mengapa hasilnya tidak terlihat? maksudnya?
contoh soal:
apa kepanjangan dari USB?
jawab :
usaha sekali bisa
Oh Tuhan, sejenak saya merasa gagal mengajar anak-anak itu, padahal sebelum ujian anak-anak sudah saya beri kisi-kisi, dan petunjuk soal yang akan keluar di tes.
"tidak belajar", itu kata anak-anak sambil berteriak tertawa.
memang ada beberapa anak yang pintar, mau menghafalkan, mau mencoba memahami, tapi jumlah anak yang tidak peduli pada proses belajar lebih banyak lagi. bahkan ada 5 orang di kelas 7 yang belum bisa membaca.
kadang mengajar di sekolah seperti ini membuat tulang, otot, semangat menjadi letih dan lesu. ingin rasanya setiap mengajar saya tidak masuk kelas, tapi pulang dan tidur.
kadang bingung apa yang akan saya lakukan di sekolah ini? ketika harapan tak tampak mata, ketika asa tampak sia-sia.
mampukan saya ya Tuhan

Friday, March 15, 2019

HALO, MARISO!

"hai mas mariso!!!!", teriakku dari kejauhan.

beberapa waktu lalu, kira-kira tanggal 9 Maret 2019, aku pergi (kembali) ke Muntilan karena rekan sepelayananku, Pak Andi Widjaja, dan rekan guruku dulu, Bu Ninik, menikah. mereka berdua menikah di GKI Muntilan, sehingga kami yang dari Purwodadi menyambangi mereka, sekalian kulineran, sekalian juga menghadiri pernikahan mereka.

setelah menempuh jarak yang panjang kurleb 4 jam, dan melewati perjalanan gunung (ketep pass), akhirnya kami tiba di Muntilan dan parkir di sebelah GKI Muntilan, dan setelah saya turun dari mobil, tetiba ada yang meneriaki aku, dan ternyata itu Mas Mariso, wawkawkwakawkwaawk, sumpah kocak banget.

dia bertanya, "mas kamu kluar dari BW (sekolah) sekarang kerja di mana? kok nggak pernah bilang aku? kamu sekarang ke Muntilan karena mau kerja di BW lagi kan?", geli bercampur kaget, ternyata ku lihat mariso mbrebes mili (menitikkan air mata...). setelah menjawab semua pertanyaannya, saya lalu pamitan dengannya dan langsung menuju gereja GKI Muntilan, di sana aku bertemu banyak sekali teman-teman lama ku, baik teman guru, orang tua murid, dan anak-anak TK kelas besar, dulu waktu aku resign dari sekolah, mereka masih kelas kecil, wahhhhh gaduhhhh banget ketika mereka meneriakiku, "AKU TAU KAMU SIAPA, KAMU PAK DIOZ KAN??? YANG JADI SINTERKLAS PAS NATALAN KAN", hahahaha geli banget dan terharu. sangat terharu, karena masih ada orang-orang yang tidak membenciku (karena keputusan hidup yang kuambil). ada bu Adi yang sering kali ku sambati ketika aku bermasalah saat di Muntilan dulu, ingin rasanya ku peluk, tapi rikuh, hahaha.

aku sempat bertemu dengan beberapa mantan murid SD kelas 4 dan murid SD yang sudah masuk ke SMP, mereka berlari mengejarku ketika mengetahui aku hendak pulang meninggalkan Muntilan, mereka menyalamiku dengan hangat dan menanyakan keberadaanku. sempat aku berpesan padanya, "semangat belajar dan jangan lupa untuk berbuat baik sama orang di sekelilingmu". ah aku kangen sama sandria, syanel, dan anak-anak lainnya, sayang yah waktu kita sedikit, sayang banget kita nggak punya waktu banyak untuk sharing tentang sekolah ku sekarang, pengen banget sharing betapa beruntungnya punya sekolah sebagus BW. semoga kelak kita jumpa lagi ya anak-anak.

ada saat aku sedih, ketika ada orang yang tampak mendukungku, tapi ketika bertemu, menyalamipun tak dia lakukan, rasanya kayak punya fake friends tapi nggak penting, yang terpenting, masih ada orang yang menyayangiku dan selalu mendukungku dalam rentetan peristiwa hidupku di Muntilan.
thanks ya Nana Naomi, thanks ya Mariso, thanks Bu Adi, spesial buat pihak yang selalu mendukungku "two precious woman".

SUYOKO DAN DANA

"Suyoko dan Dana, selamat menempuh hidup baru ya, semoga apa yang kalian impikan dan harapkan bisa terwujud dalam hidup berkeluarga kelak".


siapa sih mereka berdua itu? mereka adalah... mmm... bisa dibilang keluarga baruku ketika aku berpindah dari Muntilan ke Purwodadi. Mas Yoko adalah anak dari Pak Tono yang selama ini paling banyak frekuensinya bertemu denganku, apalagi saat aku tinggal di Toroh, hampir tiap pagi pak Tono selalu datang.

Pak Tono adalah lelaki yang belum terlalu tua (dan tidak juga muda) yang selalu aku kagumi dari caranya mendidik anak-anaknya. beliau ini berhasil mendidik dengan baik, contohnya : memiliki keluarga yang kompak, rajin beribadah, peduli satu sama lain, keluarga yang melayani, dan anak-anaknya terlihat sangat berbakti pada orang tuanya. Luar biasa banget lah melihat ada orang tua yang memiliki banyak anak, tetapi semua anaknya memiliki karakter yang baik, padahal keluarga pak Tono bisa dibilang bukan keluarga yang berlebihan. setiap hari pak tono menjadi juru parkir di warung makan bu Yuli, dan setiap sore beliau mengambil tempe untuk dijual pada pelanggannya. dulu sewaktu aku masih senang memasak, aku selalu mendapat 10 tempe gratis setiap minggu. tapi sekarang aku malas memasak, selain tidak memiliki waktu luang, aku lebih suka menggunakan waktuku yang ada untuk tidur dan mempersiapkan diri untuk bertugas.

kembali ke mas Yoko, mas yoko ini adalah salah satu anak yang perhatian pada ibu dan adik-adiknya, dia juga pintar main musik, setiap minggu, dia tak pernah bosan datang ke Toroh untuk mendampingi adik-adiknya yang melayani dibidang musik. prigel, telaten, rajin, itu yang selalu saya lihat ada pada diri mas Yoko ini, bayangin saja, dia kerjakan sendiri dekorasi untuk pernikahannya sendiri, sering saya lihat dia sedang motongin sterofoam di kamarnya dan di pastori GKI Purwodadi.

lalu gimana dengan mbak Dana, mmm, hehehe maap saya kurang paham dengan beliau, karena belum pernah berbincang sama sekali, kami hanya bertemu dan bersalaman kalau ada acara Persekutuan Rumah Tangga di rumah Pak Tono, jadi dalam tulisan kali ini saya tidak bisa bercerita tentang mbak Dana.

besok adalah hari bahagiamu mas yoko dan mbak dana, selamat menempuh hidup baru ya! selamat ribut rukun, sehat selalu dan bahagia

Sunday, February 24, 2019

KASIHILAH MUSUHMU! MUNGKINKAH?

malam ini saya terdiam dalam waktu yang cukup lama, tanpa sadar air mata ini mengalir juga. materi yang sedang saya persiapkan untuk mengajar minggu ini, ternyata sedang terjadi dalam kehidupan saya secara nyata.
kisah yusuf yang luar biasa! mampu mengampuni saudaranya yang bahkan telah membenci dia, sehingga serentetan kisah pilu mulai dari membuang di sumur, dijual, berita kematian palsu, dibawa ke mesir, difitnah, dipenjara terjadi dalam kehidupan yusuf. semua itu adalah peristiwa tidak menyenangkan.
akan tetapi, secara luar biasa, yusuf mampu mengampuni saudaranya, dan memandang semua kejadian pilu itu dengan cara yang positif.
kata yusuf, "jangan kamu sedih, jangan menyesali, karena seluruh peristiwa itu adalah RENCANA TUHAN yang membuat aku lebih dulu ke Mesir, menyiapkan segalanya supaya keluarga kita bisa survive". gila!!!!! yusuf tidak membenci meskipun sudah diperlakukan tidak seharusnya oleh saudara-saudaranya.
mengasihi memang panggilan setiap orang kristen, bahkan nafas kristen adalah mengasihi (seharusnya), tapi mengasihi (mengampuni) itu sulitnya bukan main. Yesus menginstruksikan, mengasihi musuhmu, mengasihi orang yang menghina, mintakan berkat bagi yang mengutuk, mendoakan orang yang melakukan hal tidak pantas, mendoakan orang yang mengambil jubahmu (merampas hakmu dgn paksa).
perintah Yesus ini bukan mengasihi yang transaksional. bukan ketika kamu baik, aku jadi baik, tetapi meskipun engkau tidak baik padaku, aku harus berbuat baik.
mengampuni itu berasa susah banget, saya setiap malam menangis dan hari ini juga menangis mengingat peristiwa memilukan yang dilakukan oleh teman baik saya sendiri. bisakah saya mengampuni? bisakah saya mengasihi?
saya sadar, mengampuni dan mengasihi itu adalah proses yang terus berkesinambungan, skr gagal langsung mau terus mencoba mengampuni lagi.
meskipun kami sekeluarga telah membuat resolusi 2019 yaitu untuk mengampuni dia, kami masih merasa jauh dari harapan dan impian resolusi kami.
semoga Tuhan selalu memampukan kami sekeluarga.

Tuesday, January 1, 2019

BLOG BARU? NO!!

sudah lama rasanya saya tidak update blog ini. sekarang tanggal 1 januari 2019, saya sampai lupa sudah brapa lama ngeblog dgn alamat email yang sama, pasalnya dulu sejak 2008 saya juga sudah ngeblog, tapi seiring dengan bergantinya "teman" istimewa, blog juga saya ganti.
kali ini tidak, meski bagaimanapun perubahan terjadi dalam hidup saya, saya tak akan mengganti blog ini. masa lalu memang tidak semuanya menyenangkan, tapi buat saya skr, masa lalu adalah sarana belajar untuk harus hidup semakin baik ke depan, dalam memperlakukan  orang lain, diri sendiri, dan lainnya.
"masa lalu itu bukan untuk dipermalukan atau dibuang, tapi harus dihidupi senantiasa, agar hidup pada masa kini dan masa depan dapat berjalan makin baik".

Tuesday, August 28, 2018

BERBEDA


Beberapa saat lalu, saya bertemu dengan seorang Ibu dan anak yang istimewa, mungkin Tuhan mengijinkan aku bertemu dengannya karena memiliki rencana yang tidak ku ketahui sekarang, setidaknya mungkin Tuhan ingin memberitahu padaku, bahwa penyertaan-Nya dalam hidup seseorang adalah sempurna, sehingga aku tak perlu menjadi pribadi yang penuh dengan kekuatiran.

“Tuhan, berilah aku seorang anak yang berbeda dengan yang lainnya, bila anak yang lain pintar, berilah aku anak yang lebih pintar dari yang lain (meskipun sedikit lebih pintar)”.

Itulah doa Ibu Mawar (bukan nama asli) waktu mengandung anak pertamanya, beliau menginginkan anak yang spesial, berbeda dari anak manapun. Doa yang merupakan harapan dari Ibu Mawar ini sungguhlah mulia, tak ada yang salah pada saat manusia meminta yang terbaik pada Tuhan, terlebih untuk pemberian dari Tuhan yang luar biasa berharganya.

Berbeda dari yang lainnya. Ternyata benar, Tuhan memberikan putra pada Ibu Mawar berbeda dari lainnya. Putra Bu Mawar tidak bisa makan nasi, setiap dicoba atau disiasati, putranya selalu muntah. Putranya, hanya dapat makan makanan seperti jagung rebus, kedelai, kacang kapri, dan susu. Bila minumannya terlalu manis, Putra Bu Mawar akan berlaku aktiv, seperti mainan yang memiliki bateray yang baru saja di charge, aktiv (kesana kemari tak mengenal lelah).

Mendengar ceritanya langsung dari Bu Mawar yang sejenak nampak berkaca-kaca, saya “seperti” bisa merasakan apa yang menjadi ganjalan hatinya. “Berbeda, itu doa saya ketika saya meminta pada Tuhan , dan Tuhan benar-benar memberi yang berbeda, sedih, tapi ini kan doaku sendiri”.

Hanya saja, beberapa waktu setelah menceritakan hal tersebut, Bu Mawar berkata, “Mungkin Tuhan memberikan ini semua padaku karena aku dianggap mampu untuk merawat, membesarkan, dan mendidik anak yang berbeda, aku kuat karena aku ibu yang luar biasa”.

Monday, May 14, 2018

PUDING COKLAT SYEBA

sungguh tak tega rasanya melihat dan mendengarkan syeba menangis berjalan dari ruang pengumuman lomba drumband, gedung a. yani magelang. pikirku, mungkin, syeba menangis karena tim drumband nya tak mendapatkan juara 1, padahal latihan drumband sudah diikuti secara rutin dan melelahkan, belum lagi sesi make up yang harus dilakukan jam 4 pagi di hari itu.

ahh tapi ini hanya asumsi ku saja, maaf ya syeba, aku menilai kesedihanmu dan mengaitkan dengan kegagalan kita kali ini, padahal aku tak tahu kegundahan macam apa yang ada di hatimu, hingga membuat kau menangis sedemikian rupa. tak selang beberapa lama, aku bahkan merasa lega ketika puding coklat yang kau makan itu bisa meredam kekecewaanmu. aku kembali bergumam bahwa puding coklat itu pasti istimewa sekali buatmu.

hari ini, dari tangisan syeba, mungkin Tuhan ingin menunjukkan sesuatu, bahwa quote : "hasil tak akan menghianati proses", itu tidak selalu tepat adanya. semua masih tergantung dengan pihak lain. berat memang menerima kekalahan kali ini. sebabnya, sesi make up subuh dilakukan karena kami tak ingin datang terlambat menghadiri lomba, tapi panitia justru terlambat memulai perlombaan hampir 2 jam, sedangkan cahaya matahari di sana makin panas, juri terlambat, dan bahkan lomba drumband menjadi lomba marching band di akhir penilaian. sungguh panitia yang tidak profesional menurut saya pribadi.

tapi melongok pada puding coklat yang mampu meredam tangisan syeba, mungkin Tuhan juga ingin menunjukkan bahwa kemenangan dalam perlombaan bukan satu-satunya yang bisa membuat kita bahagia. bukan hanya piala atau uang yang bisa membuat manusia bahagia, sesederhana warna coklat dan rasa manis, serta empuknya puding yang melebur dalam proses belajar anak-anak ketika latihan, sejatinya, ingin berhasil tentu membutuhkan perjuangan dalam setiap usaha, tapi ternyata itu saja tidak cukup, manusia masih membutuhkan hati yang lapang untuk menerima setiap hasil yang diperoleh di ujung perjuangannya. tak hanya itu, istimewanya puding coklat buat syeba mungkin juga sama hal nya dengan kehadiran dan perhatian setiap orangtua yang telah dicurahkan pada anaknya dalam lomba ini, dukungan, penyemangat, hangatnya kasih sayang, serta  pelukan hangat orangtua yang berisikan cinta.



Tuesday, April 10, 2018

KERINDUAN MARISO

suatu hari mariso, si pemuda berambut kuning itu mengajak ku pergi, "pak, ayo anterin aku pulang, aku kangen rumah, nanti kita bisa berenang gratis di sana, dan banyak buah yang bisa dimakan".


"okelah, ayo siap-siap, sana ambil helm", begitu terimaku spontan. dalam pikiranku pasti rumah mariso dekat-dekat saja, kan memang mariso asli daerah dekat karangwatu.

mariso adalah seorang putra dari pasangan suami istri yang bekerja sebagai kuncen di salah satu TPU (tempat pemakaman umum) di kota muntilan. mariso di tinggal orangtua nya sejak lama (meninggal), dan menurut cerita masyarakat, mariso yang tinggal di kuburan, kerap berteriak-teriak seperti orang kesurupan dan mengganggu masyarakat yang melewati kuburan tersebut dengan melempari batu.
selang beberapa waktu mariso di rekrut oleh sebuah gereja untuk dipekerjakan sebagai tenaga kebersihan dan keamanan gereja. 

dengan melihat mariso yang tidak memiliki orangtua, tak perlu lama bagiku untuk berfikir mengantarnya pulang apalagi karena mariso rindu (homesick).


"rumahku jauh lho", tiba-tiba mariso memecahkan keheningan ketika kami di atas motor.
"lha di mana rumahmu pak?". tanyaku
"ada di agro turi, salaman sana". jawabnya

"mana nih, kayaknya jauh juga kok sampe agro wisata salaman, tapi gpp deh, aku juga gak ada kerjaan", gumamku dalam hati.

akhirnya aku berkendara dengan mariso hingga dekat wisma salam, dan naik ke arah atas (gunung merapi) dan terus naik, gambaranku rumah dikuburan, pasti sunyi dan sepi, tapi ternyata di sebuah rumah yang memiliki pelataran luas (seperti hotel tepatnya), mariso mengatakan, "STOP, STOP SINI SAJA, INI RUMAHKU".

"seriuskah si mariso ini?", tanyaku dalam hati tak percaya dan sedikit menyelidik, aku memarkir motorku di pelataran rumah itu.


"gile rupanya rumah si mariso amazing banget, ada kolah renang, ada gues house, dan ada aula serba guna, ada kebun buah yang sangat luas, dari durian, salak, duku, dll", sebutku dalam hati.




"ah sudahlah, biarlah misteri ini tetap menjadi misteri, aku ingin menikmati rumah mariso dan ingin menghayati kerinduan mariso pada rumahnya, ternyata aku juga rindu untuk pulang bertemu dengan ibu".

Monday, March 5, 2018

DIA DE MUERTOS [film coco]


Hari ini aku donlod sebuah film, sebenernya film ini di request sama salah satu muridku, film ini berjudul Coco dan sembari memindah data, aku iseng mencari film ini dan ternyata ada (ku kira kemarin film coco ini adalah sebuah film baru), akhirnya aku donlod. Well, awalnya aku pesimis dengan trailer yang ku tonton di yucub, sempat juga nggrundel, “tumben nih Disney dan piksar bikin film kayak gini, kenapa juga mengusung tengkorak sebagai film coco, biasanya mereka bikin film pasti tentang keluarga”. Ternyata aku terlalu cepat menghakimi disney dan piksar kali ini.

Beberapa menit pertama, aku melihat keluarga yang membenci musik, dan kemudian muncul penghakiman lain tentang film ini.
“ah paling ini film tentang musik, tentang anak yang nggak boleh main musik sama keluarganya, tapi anak ini tetep nekat dan hidupnya sukses dalam bermusik”.

Yahhh lagi-lagi aku salah besar, lagi dan lagi, hehehe. Pemahaman tentang kesalahanku muncul ketika aku memaksa diriku untuk nonton film ini sampe habis, dan film ini betul betul bukan soal murni soal musik. Film ini bercerita tentang KELUARGA dan pentingnya mengingat setiap anggota keluarga (yang meskipun sudah meninggal), dan film ini berhasil membuat aku mewek, nangis sesenggrukan sore ini sampe badan berasa lemes dan panas.

Dia de Muertos adalah sebuah momen yang digunakan hampir 90% di film coco. Dia de Muertos adalah sebuah tradisi, sebuah perayaan, hari peringatan bagi orang-orang yang sudah meninggal, selain nyekar dikuburan, keluarga yang masih hidup memasang foto di sebuah rak yang diberi lilin yang disebut ofrenda. Setiap foto yang dipasang, setiap apapun yang dipersembahkan, membuktikan bahwa almarhum masih diingat oleh orang yang masih hidup.

Dalam tradisi Dia de Muertos yang diceritakan dalam film coco, terdapat 3 daur hidup manusia, (1)manusia hidup (2)manusia yang sudah meninggal tapi hidup di alam lain dan mereka bisa hidup di alam lain karena masih diingat oleh keluarganya yang masih hidup, (3)final death, ketika manusia yang hidup di alam lain sudah tidak ada yang mengingat/dilupakan, maka mereka akan lenyap selamanya. Dan ketika Dia de Muertos, setiap orang yang masih diingat oleh orang yang masih hidup, berkesempatan untuk mengunjungi keluarga mereka yang masih hidup untuk merayakan kebersamaan dari alam yang berbeda.

Kisah keluarga yang terdapat pada film coco ini adalah tentang rekonsiliasi hubungan seorang ayah dengan keluarganya yang ditinggalkan semasa hidupnya. Singkat cerita, ternyata keluarganya mengalami salah paham, karena si ayah, hector yang menjalani hidupnya sebagai seorang musisi meninggal karena dibunuh oleh rekannya sendiri ketika sedang pergi untuk bernyanyi. Rekonsiliasi ini berhasil membuat saya mewek semewek-meweknya, karena saya juga pernah mengalami “ketidak tahuan” pada ayah saya (bahkan kuburan ayah saya saja tidak tahu ada di mana). Pernah juga ada seorang ibu yang mengatai saya, “anake sopo rak jelas!”. ending dari film coco ini luar biasa, bahkan mama coco (anak hector) yang sepanjang film diceritakan sebagai orangtua yang tidak dapat melakukan apa-apa lagi, dapat kembali berbicara dan mengenang masa kecil bersama ayahnya yang dia cintai.

Saya merasa sangat kesulitan menuliskan isi film ini, karena memang bukan tulisan untuk review film. Di akhir tulisan saya ini, saya hendak berpesan pada siapapun pembaca blog saya,
“ kasihilah dan selalu ingat orangtua mu di manapun kamu berada, jangan sampai menyesal dan kita hanya mampu menyayangi mereka di depan nisan mereka”.