Showing posts with label faith. Show all posts
Showing posts with label faith. Show all posts

Thursday, August 27, 2020

AKU DAN DIRIKU [bagian 1]

Semua orang di dunia ini memiliki cita-cita, saya, kalian, orang lain, bahkan orang tua kita pun memiliki cita-cita saat ibu mengandungmu. Dan cita-cita yang dimiliki oleh orang tua terhadap kita adalah cita-cita yang baik dan mulia. Tidak ada satupun keburukan yang menjadi isi dari cita-cita mereka, dan pada umumnya cita-cita yang dimiliki oleh semua orang akan disertai dengan doa, karena Tuhanlah yang Maha memberi segalanya.

Setelah lahir, tumbuh menjadi semakin besar (dari anak-anak menjadi remaja), terkadang tidak sesuai dengan cita-cita orang tuanya, banyak anak-anak melakukan hal yang tidak pantas, merugikan orang tua, dan membuat orang tua menjadi malu. Tidak jarang anak-anak yang melakukan kenakalan remaja sering berhadapan dengan hukum dan aparat kepolisian.

Agar kita terhindar dari kenakalan remaja dan memiliki hidup yang baik, ada beberapa hal yang harus dilakukan, beberapa diantaranya adalah :

1.       Dekat dengan Allah (beribadah, berdoa, mempraktekkan yang dicintai Allah juga menjauhi larangannya)

2.       Dekat dengan orang tua (berkomunikasi dan bercerita tentang masalah-masalah dalam hati kita)

3.       Sering mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini:

-          Kenapa Tuhan mengijinkan saya hidup?

-          Untuk apa saya hidup?

-          Apa tujuan saya hidup?

PERHATIKAN CERITA DI BAWAH INI

Suatu hari pohon pisang bercakap-cakap dengan pohon manga yang tumbuh di sebelahnya

Pisang : Ngga (panggilan untuk pohon manga), kenapa kamu berbuah sih?

Mangga : Lho kok kamu Tanya begitu, ada apa Sang?

Pisang : Di sini, di kebun ini, tidak ada 1 pohon buah pun yang mau tumbuh, liat tuh, semangka tidak tumbuh, nangka tidak tumbuh, durian, tidak tumbuh, aku tidak tumbuh, cuma kamu aja yang tumbuh di kebun ini, ngapain repot-repot kasih buah untuk manusia? Harusnya kamu juga jangan menumbuhkan buahmu. Nanti kamu dimusuhi teman-teman yang lain kalau tetap berbuah lho.

Mangga : Hihihihihi

Pisang : Kenapa kamu tertawa, Ngga? Emang ada yang lucu?

Mangga : Tidak ada yang lucu, tetapi pertanyaanmu itu aneh.

Pisang : Aneh kenapa?

Mangga : Kamu tahu kan, kita ini diciptakan Tuhan sebagai pohon buah, jadi tugas kita adalah berbuah, memberi buah yang terbaik, paling manis dan paling besar. Sudah jadi kodrat kita menjadi pohon buah yang terbaik. Itulah tujuan kita hidup dan tumbuh


SOAL
1. Tanyakan kepada orang tuamu, apa cita-cita mereka ketika ibu mengandungmu!
2. Lihat dalam dirimu, hal baik apa atau kemampuan baik apa yang terdapat dalam hidupmu?
3. Perbuatan baik apa yang akan kamu berikan kepada orang di sekitarmu? ( di rumah, di sekolah, dan di masyarakat)
4. Tanyakan pada orang tuamu : Menurut orang tuamu, mengapa kamu dijiinkan Tuhan lahir dalam dunia ini?

Kerjakanlah dengan baik semua soal yang ada. Tulislah dibukumu, setelah selesai, foto dan kirimkan pada Pak Dioz Mahardhika. Pada waktu yang akan datang, bawalah buku kalian ke sekolah untuk mendapatkan tandatangan dari Pak Dioz Mahardhika.

Tuesday, August 25, 2020

TANGGUNG JAWAB [bagian 2]

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti Tanggung Jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya)

CERITA

Suatu hari Titus terlihat sangat jengkel, lalu Indri, temannya sekelas Titus bertanya:

Indri : Tus, kenapa kamu terlihat jengkel?

Titus : Gimana nggak jengkel, aku kena marah bu Yatmi tadi, rasanya aku ingin melempari rumah bu Yatmi pakai batu

Indri : Lho kok bisa dimarahin kenapa?

Titus : Aku dimarahi karena tidak masuk sekolah selama dua minggu dan tidak mengumpulkan tugas online

Indri : Oooo gitu

Titus : kalau Cuma mau bilang, “OOOO” mending nggak usah tanya.

Indri : Kamu aneh Tus, tanggung jawab kita sebagai pelajar kan memang harus belajar, sekolah, dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh bapak ibu guru. Kalau kamu males ke sekolah dan nggak mengerjakan tugas ya wajar dimarahi guru.

Titus : Lho kamu kok membela guru? Sebenernya kamu ini temanku bukan?

Indri : Aku ini nggak membela guru, aku bicara yang sebenarnya. Manusia hidup itu punya tanggung jawab Tus, nggak seenaknya saja. Kalau di Rumah, tanggung jawabmu sebagai anak wajib menghormati dan menghargai orang tuamu, kalau di sekolah sebagai murid, kamu juga harus menghormati dan menghargai gurumu. Sama saja kalau kamu buang air besar, ya harus disiram, itu tanggung jawabmu.

Kalau kamu buang air besar ngga di siram kamu sama kayak kucing, anjing atau hewan lain yang habis eek tidak mau siram.

Titus : lho kamu kok malah ngatain aku kayak hewan?

Indri : Hiiiiihhh Tus, aku kan lagi bilang tanggung jawab mu sebagai manusia. Jadi di manapun bumi dipijak, di situ langit di junjung.

Titus : maksude opo kui Ndri?

Indri : artinya, selama kita masih hidup, di manapun kita berada ada aturan yang harus dan wajib kita hormati dan jalankan. Dan kalau kita tidak menjalani itu, kita bisa disalahkan, diperkarakan, dihukum

Kowe salah, dimarahi kok malah jengkel, aneh.

Titus : (terdiam)

Indri : kok diem?

Titus : iya ya Ndri, ternyata aku itu salah.

Indri : Iya Tus, contoh nabi Musa, ketika dia diminta Tuhan untuk jadi pemimpin, ketika nabi Musa bersedia, dia menjalankan tugasnya, tanggung jawabnya sampe beliau meninggal.

Titus : makasih ya Ndri, ndak sia-sia aku punya temen pinter kayak kamu, ayo sekarang aku diajarin tugasnya Bu Yatmi..

Indri : ayok ke rumahku..

(akhirnya mereka berdua pergi ke rumah Indri untuk belajar dan mengerjalan Tugas)

SOAL :

Kerjakan lima soal di bawah ini dengan baik. Ditulis di buku, setelah selesai, fotolah dan kumpulkan pada pak Dioz, pada hari Senin saat kalian masuk, bawalah buku yang digunakan untuk mengerjakan soal ini untuk diberi tandatangan.

1. Dari cerita di atas, apakah Titus bisa dikatakan sebagai murid yang bertanggung jawab? Berikan alasannya

2. Apakah tanggung jawab Indri ketika melihat temannya saat melakukan kesalahan?

3. Apakah kamu pernah berbuat sesuatu seperti Indri? Ceritakan!

4. Sebagai murid SMP, tuliskan, tanggung jawab apa saja yang harus kamu lakukan?

5. Apakah kamu termasuk anak yang bertanggung jawab? Jika kamu merupakan anak yang bertanggung jawab tuliskan pengalamanmu, tapi jika kamu bukan merupakan anak yang bertanggung jawab, sebutkan kesulitan-kesulitan apa saya yang membuatmu sulit bertanggung jawab!

Tuesday, August 28, 2018

BERBEDA


Beberapa saat lalu, saya bertemu dengan seorang Ibu dan anak yang istimewa, mungkin Tuhan mengijinkan aku bertemu dengannya karena memiliki rencana yang tidak ku ketahui sekarang, setidaknya mungkin Tuhan ingin memberitahu padaku, bahwa penyertaan-Nya dalam hidup seseorang adalah sempurna, sehingga aku tak perlu menjadi pribadi yang penuh dengan kekuatiran.

“Tuhan, berilah aku seorang anak yang berbeda dengan yang lainnya, bila anak yang lain pintar, berilah aku anak yang lebih pintar dari yang lain (meskipun sedikit lebih pintar)”.

Itulah doa Ibu Mawar (bukan nama asli) waktu mengandung anak pertamanya, beliau menginginkan anak yang spesial, berbeda dari anak manapun. Doa yang merupakan harapan dari Ibu Mawar ini sungguhlah mulia, tak ada yang salah pada saat manusia meminta yang terbaik pada Tuhan, terlebih untuk pemberian dari Tuhan yang luar biasa berharganya.

Berbeda dari yang lainnya. Ternyata benar, Tuhan memberikan putra pada Ibu Mawar berbeda dari lainnya. Putra Bu Mawar tidak bisa makan nasi, setiap dicoba atau disiasati, putranya selalu muntah. Putranya, hanya dapat makan makanan seperti jagung rebus, kedelai, kacang kapri, dan susu. Bila minumannya terlalu manis, Putra Bu Mawar akan berlaku aktiv, seperti mainan yang memiliki bateray yang baru saja di charge, aktiv (kesana kemari tak mengenal lelah).

Mendengar ceritanya langsung dari Bu Mawar yang sejenak nampak berkaca-kaca, saya “seperti” bisa merasakan apa yang menjadi ganjalan hatinya. “Berbeda, itu doa saya ketika saya meminta pada Tuhan , dan Tuhan benar-benar memberi yang berbeda, sedih, tapi ini kan doaku sendiri”.

Hanya saja, beberapa waktu setelah menceritakan hal tersebut, Bu Mawar berkata, “Mungkin Tuhan memberikan ini semua padaku karena aku dianggap mampu untuk merawat, membesarkan, dan mendidik anak yang berbeda, aku kuat karena aku ibu yang luar biasa”.