Showing posts with label dongeng murahan. Show all posts
Showing posts with label dongeng murahan. Show all posts

Thursday, August 27, 2020

AKU DAN DIRIKU [bagian 1]

Semua orang di dunia ini memiliki cita-cita, saya, kalian, orang lain, bahkan orang tua kita pun memiliki cita-cita saat ibu mengandungmu. Dan cita-cita yang dimiliki oleh orang tua terhadap kita adalah cita-cita yang baik dan mulia. Tidak ada satupun keburukan yang menjadi isi dari cita-cita mereka, dan pada umumnya cita-cita yang dimiliki oleh semua orang akan disertai dengan doa, karena Tuhanlah yang Maha memberi segalanya.

Setelah lahir, tumbuh menjadi semakin besar (dari anak-anak menjadi remaja), terkadang tidak sesuai dengan cita-cita orang tuanya, banyak anak-anak melakukan hal yang tidak pantas, merugikan orang tua, dan membuat orang tua menjadi malu. Tidak jarang anak-anak yang melakukan kenakalan remaja sering berhadapan dengan hukum dan aparat kepolisian.

Agar kita terhindar dari kenakalan remaja dan memiliki hidup yang baik, ada beberapa hal yang harus dilakukan, beberapa diantaranya adalah :

1.       Dekat dengan Allah (beribadah, berdoa, mempraktekkan yang dicintai Allah juga menjauhi larangannya)

2.       Dekat dengan orang tua (berkomunikasi dan bercerita tentang masalah-masalah dalam hati kita)

3.       Sering mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini:

-          Kenapa Tuhan mengijinkan saya hidup?

-          Untuk apa saya hidup?

-          Apa tujuan saya hidup?

PERHATIKAN CERITA DI BAWAH INI

Suatu hari pohon pisang bercakap-cakap dengan pohon manga yang tumbuh di sebelahnya

Pisang : Ngga (panggilan untuk pohon manga), kenapa kamu berbuah sih?

Mangga : Lho kok kamu Tanya begitu, ada apa Sang?

Pisang : Di sini, di kebun ini, tidak ada 1 pohon buah pun yang mau tumbuh, liat tuh, semangka tidak tumbuh, nangka tidak tumbuh, durian, tidak tumbuh, aku tidak tumbuh, cuma kamu aja yang tumbuh di kebun ini, ngapain repot-repot kasih buah untuk manusia? Harusnya kamu juga jangan menumbuhkan buahmu. Nanti kamu dimusuhi teman-teman yang lain kalau tetap berbuah lho.

Mangga : Hihihihihi

Pisang : Kenapa kamu tertawa, Ngga? Emang ada yang lucu?

Mangga : Tidak ada yang lucu, tetapi pertanyaanmu itu aneh.

Pisang : Aneh kenapa?

Mangga : Kamu tahu kan, kita ini diciptakan Tuhan sebagai pohon buah, jadi tugas kita adalah berbuah, memberi buah yang terbaik, paling manis dan paling besar. Sudah jadi kodrat kita menjadi pohon buah yang terbaik. Itulah tujuan kita hidup dan tumbuh


SOAL
1. Tanyakan kepada orang tuamu, apa cita-cita mereka ketika ibu mengandungmu!
2. Lihat dalam dirimu, hal baik apa atau kemampuan baik apa yang terdapat dalam hidupmu?
3. Perbuatan baik apa yang akan kamu berikan kepada orang di sekitarmu? ( di rumah, di sekolah, dan di masyarakat)
4. Tanyakan pada orang tuamu : Menurut orang tuamu, mengapa kamu dijiinkan Tuhan lahir dalam dunia ini?

Kerjakanlah dengan baik semua soal yang ada. Tulislah dibukumu, setelah selesai, foto dan kirimkan pada Pak Dioz Mahardhika. Pada waktu yang akan datang, bawalah buku kalian ke sekolah untuk mendapatkan tandatangan dari Pak Dioz Mahardhika.

Tuesday, August 25, 2020

TANGGUNG JAWAB [bagian 2]

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti Tanggung Jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya)

CERITA

Suatu hari Titus terlihat sangat jengkel, lalu Indri, temannya sekelas Titus bertanya:

Indri : Tus, kenapa kamu terlihat jengkel?

Titus : Gimana nggak jengkel, aku kena marah bu Yatmi tadi, rasanya aku ingin melempari rumah bu Yatmi pakai batu

Indri : Lho kok bisa dimarahin kenapa?

Titus : Aku dimarahi karena tidak masuk sekolah selama dua minggu dan tidak mengumpulkan tugas online

Indri : Oooo gitu

Titus : kalau Cuma mau bilang, “OOOO” mending nggak usah tanya.

Indri : Kamu aneh Tus, tanggung jawab kita sebagai pelajar kan memang harus belajar, sekolah, dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh bapak ibu guru. Kalau kamu males ke sekolah dan nggak mengerjakan tugas ya wajar dimarahi guru.

Titus : Lho kamu kok membela guru? Sebenernya kamu ini temanku bukan?

Indri : Aku ini nggak membela guru, aku bicara yang sebenarnya. Manusia hidup itu punya tanggung jawab Tus, nggak seenaknya saja. Kalau di Rumah, tanggung jawabmu sebagai anak wajib menghormati dan menghargai orang tuamu, kalau di sekolah sebagai murid, kamu juga harus menghormati dan menghargai gurumu. Sama saja kalau kamu buang air besar, ya harus disiram, itu tanggung jawabmu.

Kalau kamu buang air besar ngga di siram kamu sama kayak kucing, anjing atau hewan lain yang habis eek tidak mau siram.

Titus : lho kamu kok malah ngatain aku kayak hewan?

Indri : Hiiiiihhh Tus, aku kan lagi bilang tanggung jawab mu sebagai manusia. Jadi di manapun bumi dipijak, di situ langit di junjung.

Titus : maksude opo kui Ndri?

Indri : artinya, selama kita masih hidup, di manapun kita berada ada aturan yang harus dan wajib kita hormati dan jalankan. Dan kalau kita tidak menjalani itu, kita bisa disalahkan, diperkarakan, dihukum

Kowe salah, dimarahi kok malah jengkel, aneh.

Titus : (terdiam)

Indri : kok diem?

Titus : iya ya Ndri, ternyata aku itu salah.

Indri : Iya Tus, contoh nabi Musa, ketika dia diminta Tuhan untuk jadi pemimpin, ketika nabi Musa bersedia, dia menjalankan tugasnya, tanggung jawabnya sampe beliau meninggal.

Titus : makasih ya Ndri, ndak sia-sia aku punya temen pinter kayak kamu, ayo sekarang aku diajarin tugasnya Bu Yatmi..

Indri : ayok ke rumahku..

(akhirnya mereka berdua pergi ke rumah Indri untuk belajar dan mengerjalan Tugas)

SOAL :

Kerjakan lima soal di bawah ini dengan baik. Ditulis di buku, setelah selesai, fotolah dan kumpulkan pada pak Dioz, pada hari Senin saat kalian masuk, bawalah buku yang digunakan untuk mengerjakan soal ini untuk diberi tandatangan.

1. Dari cerita di atas, apakah Titus bisa dikatakan sebagai murid yang bertanggung jawab? Berikan alasannya

2. Apakah tanggung jawab Indri ketika melihat temannya saat melakukan kesalahan?

3. Apakah kamu pernah berbuat sesuatu seperti Indri? Ceritakan!

4. Sebagai murid SMP, tuliskan, tanggung jawab apa saja yang harus kamu lakukan?

5. Apakah kamu termasuk anak yang bertanggung jawab? Jika kamu merupakan anak yang bertanggung jawab tuliskan pengalamanmu, tapi jika kamu bukan merupakan anak yang bertanggung jawab, sebutkan kesulitan-kesulitan apa saya yang membuatmu sulit bertanggung jawab!

Tuesday, January 1, 2019

BLOG BARU? NO!!

sudah lama rasanya saya tidak update blog ini. sekarang tanggal 1 januari 2019, saya sampai lupa sudah brapa lama ngeblog dgn alamat email yang sama, pasalnya dulu sejak 2008 saya juga sudah ngeblog, tapi seiring dengan bergantinya "teman" istimewa, blog juga saya ganti.
kali ini tidak, meski bagaimanapun perubahan terjadi dalam hidup saya, saya tak akan mengganti blog ini. masa lalu memang tidak semuanya menyenangkan, tapi buat saya skr, masa lalu adalah sarana belajar untuk harus hidup semakin baik ke depan, dalam memperlakukan  orang lain, diri sendiri, dan lainnya.
"masa lalu itu bukan untuk dipermalukan atau dibuang, tapi harus dihidupi senantiasa, agar hidup pada masa kini dan masa depan dapat berjalan makin baik".

Monday, May 14, 2018

PUDING COKLAT SYEBA

sungguh tak tega rasanya melihat dan mendengarkan syeba menangis berjalan dari ruang pengumuman lomba drumband, gedung a. yani magelang. pikirku, mungkin, syeba menangis karena tim drumband nya tak mendapatkan juara 1, padahal latihan drumband sudah diikuti secara rutin dan melelahkan, belum lagi sesi make up yang harus dilakukan jam 4 pagi di hari itu.

ahh tapi ini hanya asumsi ku saja, maaf ya syeba, aku menilai kesedihanmu dan mengaitkan dengan kegagalan kita kali ini, padahal aku tak tahu kegundahan macam apa yang ada di hatimu, hingga membuat kau menangis sedemikian rupa. tak selang beberapa lama, aku bahkan merasa lega ketika puding coklat yang kau makan itu bisa meredam kekecewaanmu. aku kembali bergumam bahwa puding coklat itu pasti istimewa sekali buatmu.

hari ini, dari tangisan syeba, mungkin Tuhan ingin menunjukkan sesuatu, bahwa quote : "hasil tak akan menghianati proses", itu tidak selalu tepat adanya. semua masih tergantung dengan pihak lain. berat memang menerima kekalahan kali ini. sebabnya, sesi make up subuh dilakukan karena kami tak ingin datang terlambat menghadiri lomba, tapi panitia justru terlambat memulai perlombaan hampir 2 jam, sedangkan cahaya matahari di sana makin panas, juri terlambat, dan bahkan lomba drumband menjadi lomba marching band di akhir penilaian. sungguh panitia yang tidak profesional menurut saya pribadi.

tapi melongok pada puding coklat yang mampu meredam tangisan syeba, mungkin Tuhan juga ingin menunjukkan bahwa kemenangan dalam perlombaan bukan satu-satunya yang bisa membuat kita bahagia. bukan hanya piala atau uang yang bisa membuat manusia bahagia, sesederhana warna coklat dan rasa manis, serta empuknya puding yang melebur dalam proses belajar anak-anak ketika latihan, sejatinya, ingin berhasil tentu membutuhkan perjuangan dalam setiap usaha, tapi ternyata itu saja tidak cukup, manusia masih membutuhkan hati yang lapang untuk menerima setiap hasil yang diperoleh di ujung perjuangannya. tak hanya itu, istimewanya puding coklat buat syeba mungkin juga sama hal nya dengan kehadiran dan perhatian setiap orangtua yang telah dicurahkan pada anaknya dalam lomba ini, dukungan, penyemangat, hangatnya kasih sayang, serta  pelukan hangat orangtua yang berisikan cinta.



Tuesday, April 10, 2018

KERINDUAN MARISO

suatu hari mariso, si pemuda berambut kuning itu mengajak ku pergi, "pak, ayo anterin aku pulang, aku kangen rumah, nanti kita bisa berenang gratis di sana, dan banyak buah yang bisa dimakan".


"okelah, ayo siap-siap, sana ambil helm", begitu terimaku spontan. dalam pikiranku pasti rumah mariso dekat-dekat saja, kan memang mariso asli daerah dekat karangwatu.

mariso adalah seorang putra dari pasangan suami istri yang bekerja sebagai kuncen di salah satu TPU (tempat pemakaman umum) di kota muntilan. mariso di tinggal orangtua nya sejak lama (meninggal), dan menurut cerita masyarakat, mariso yang tinggal di kuburan, kerap berteriak-teriak seperti orang kesurupan dan mengganggu masyarakat yang melewati kuburan tersebut dengan melempari batu.
selang beberapa waktu mariso di rekrut oleh sebuah gereja untuk dipekerjakan sebagai tenaga kebersihan dan keamanan gereja. 

dengan melihat mariso yang tidak memiliki orangtua, tak perlu lama bagiku untuk berfikir mengantarnya pulang apalagi karena mariso rindu (homesick).


"rumahku jauh lho", tiba-tiba mariso memecahkan keheningan ketika kami di atas motor.
"lha di mana rumahmu pak?". tanyaku
"ada di agro turi, salaman sana". jawabnya

"mana nih, kayaknya jauh juga kok sampe agro wisata salaman, tapi gpp deh, aku juga gak ada kerjaan", gumamku dalam hati.

akhirnya aku berkendara dengan mariso hingga dekat wisma salam, dan naik ke arah atas (gunung merapi) dan terus naik, gambaranku rumah dikuburan, pasti sunyi dan sepi, tapi ternyata di sebuah rumah yang memiliki pelataran luas (seperti hotel tepatnya), mariso mengatakan, "STOP, STOP SINI SAJA, INI RUMAHKU".

"seriuskah si mariso ini?", tanyaku dalam hati tak percaya dan sedikit menyelidik, aku memarkir motorku di pelataran rumah itu.


"gile rupanya rumah si mariso amazing banget, ada kolah renang, ada gues house, dan ada aula serba guna, ada kebun buah yang sangat luas, dari durian, salak, duku, dll", sebutku dalam hati.




"ah sudahlah, biarlah misteri ini tetap menjadi misteri, aku ingin menikmati rumah mariso dan ingin menghayati kerinduan mariso pada rumahnya, ternyata aku juga rindu untuk pulang bertemu dengan ibu".

Monday, March 5, 2018

DIA DE MUERTOS [film coco]


Hari ini aku donlod sebuah film, sebenernya film ini di request sama salah satu muridku, film ini berjudul Coco dan sembari memindah data, aku iseng mencari film ini dan ternyata ada (ku kira kemarin film coco ini adalah sebuah film baru), akhirnya aku donlod. Well, awalnya aku pesimis dengan trailer yang ku tonton di yucub, sempat juga nggrundel, “tumben nih Disney dan piksar bikin film kayak gini, kenapa juga mengusung tengkorak sebagai film coco, biasanya mereka bikin film pasti tentang keluarga”. Ternyata aku terlalu cepat menghakimi disney dan piksar kali ini.

Beberapa menit pertama, aku melihat keluarga yang membenci musik, dan kemudian muncul penghakiman lain tentang film ini.
“ah paling ini film tentang musik, tentang anak yang nggak boleh main musik sama keluarganya, tapi anak ini tetep nekat dan hidupnya sukses dalam bermusik”.

Yahhh lagi-lagi aku salah besar, lagi dan lagi, hehehe. Pemahaman tentang kesalahanku muncul ketika aku memaksa diriku untuk nonton film ini sampe habis, dan film ini betul betul bukan soal murni soal musik. Film ini bercerita tentang KELUARGA dan pentingnya mengingat setiap anggota keluarga (yang meskipun sudah meninggal), dan film ini berhasil membuat aku mewek, nangis sesenggrukan sore ini sampe badan berasa lemes dan panas.

Dia de Muertos adalah sebuah momen yang digunakan hampir 90% di film coco. Dia de Muertos adalah sebuah tradisi, sebuah perayaan, hari peringatan bagi orang-orang yang sudah meninggal, selain nyekar dikuburan, keluarga yang masih hidup memasang foto di sebuah rak yang diberi lilin yang disebut ofrenda. Setiap foto yang dipasang, setiap apapun yang dipersembahkan, membuktikan bahwa almarhum masih diingat oleh orang yang masih hidup.

Dalam tradisi Dia de Muertos yang diceritakan dalam film coco, terdapat 3 daur hidup manusia, (1)manusia hidup (2)manusia yang sudah meninggal tapi hidup di alam lain dan mereka bisa hidup di alam lain karena masih diingat oleh keluarganya yang masih hidup, (3)final death, ketika manusia yang hidup di alam lain sudah tidak ada yang mengingat/dilupakan, maka mereka akan lenyap selamanya. Dan ketika Dia de Muertos, setiap orang yang masih diingat oleh orang yang masih hidup, berkesempatan untuk mengunjungi keluarga mereka yang masih hidup untuk merayakan kebersamaan dari alam yang berbeda.

Kisah keluarga yang terdapat pada film coco ini adalah tentang rekonsiliasi hubungan seorang ayah dengan keluarganya yang ditinggalkan semasa hidupnya. Singkat cerita, ternyata keluarganya mengalami salah paham, karena si ayah, hector yang menjalani hidupnya sebagai seorang musisi meninggal karena dibunuh oleh rekannya sendiri ketika sedang pergi untuk bernyanyi. Rekonsiliasi ini berhasil membuat saya mewek semewek-meweknya, karena saya juga pernah mengalami “ketidak tahuan” pada ayah saya (bahkan kuburan ayah saya saja tidak tahu ada di mana). Pernah juga ada seorang ibu yang mengatai saya, “anake sopo rak jelas!”. ending dari film coco ini luar biasa, bahkan mama coco (anak hector) yang sepanjang film diceritakan sebagai orangtua yang tidak dapat melakukan apa-apa lagi, dapat kembali berbicara dan mengenang masa kecil bersama ayahnya yang dia cintai.

Saya merasa sangat kesulitan menuliskan isi film ini, karena memang bukan tulisan untuk review film. Di akhir tulisan saya ini, saya hendak berpesan pada siapapun pembaca blog saya,
“ kasihilah dan selalu ingat orangtua mu di manapun kamu berada, jangan sampai menyesal dan kita hanya mampu menyayangi mereka di depan nisan mereka”.

Wednesday, December 28, 2016

UANG

"kamu nggak ikut wor wor to?", tanya seorang sopir pada seorang pemuda yang sedang sibuk merapikan hasil kerajinannya
"di mana emangnya kok saya gak tau hari ini ada wor-wor, emang jatahnya siapa yang kampanye?", timpalnya.
"itu di toko yang besar itu, ngumpul di sana, mayankan biasanya 50rb+bensin 2 liter", jelas pak sopir itu.
"iya kemarin juga aku dapet 75rb dari parpol anu", jawab pemuda itu bangga sambil duduk di atas motor RX-King nya.
tidak bisa disangkal, uang memegang peranan yang begitu besar dalam pesta (yang katanya) demokrasi. dengan uang kita bisa membeli guyubnya masyarakat kelas bawah hingga menengah untuk meramaikan suasana pilkada (pawai - worwor - red. suara motor RX KING kalau digeber), demo, atau bahkan untuk tujuan "chaos" sekalipun.
peran penting uang memang tak bisa dilepaskan dari seluruh kehidupan manusia. uang dipahami menjadi salah satu berkat Tuhan yang paling utama dalam kehidupan manusia, bahkan, kehidupan (nafas hidup), kesehatan, atau kegembiraan bersama teman, dan keluarga kadang tidak dianggap sebagai berkat Tuhan yang dapat melebihi uang, sehingga banyak orang tujuan hidupnya adalah memiliki uang sebanyak-banyaknya supaya bisa bahagia (dengan mampu membeli apapun yang diinginkan).
bahagia itu bukan lagi hidup rukun dengan sesama, tapi bahagia itu bisa membeli apa saja dengan cara apa saja (meskipun harus menyikut tetangga, saudara, bahkan orang tua), yang penting eksis.
tidak hanya dalam ranah kebutuhan pokok atau dunia politik, dalam kehidupan bersama dalam keluargapun uang memegang peranan yang sangat besar dalam kerukunan di dalamnya. tidak sedikit keluarga yang hancur, saudara kandung saling membenci karena perebutan harta kekayaan (uang). bahkan orang tua dianggap baik dan akan dicintai bila mampu memberikan uang sebanyak-banyaknya pada anak, jika orang tua tidak memberikannya, anak akan malas menghormati atau menghargai bapak/ ibunya.
dalam kehidupan pertemanan, punya banyak uang berarti bisa mendapat banyak teman, tak heran bilamana kualitas pertemanan jaman sekarang ini dapat diukur dengan seberapa tebal dompet kita, ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditinggal.

"uang bisa menjadi hamba yang baik tetapi juga bisa menjadi tuan yang amat jahat"

Wednesday, December 14, 2016

10 PEMUDA YANG MENGGUNCANG DUNIA

Soekarno dalam pidatonya pernah berkata, "beri aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia". Dalam pidatonya kala itu, apakah Soekarno memikirkan pemuda beragama khusus? dari suku tertentu? saya rasa TIDAK. bahkan hal itu ditegaskan dalam salah satu lambang negara yang juga digagas oleh beliau, "bhineka tunggal ika".
dogma/ doktrin agama menjadi landasan politik suatu negara memang bukan hal baru, bahkan dalam sejarah kekristenan hal tersebut sudah terjadi di Eropa sejak dulu kala.
permusuhan antara Kristen dengan Islam, memang harus diakui sudah muncul dari jaman sebelum perang salib. menyuarakan genderang perang dengan bangsa lain untuk menguasai wilayah tertentu tak pernah berhasil bila tidak menggunakan agama sebagai bahan bakarnya.Gerakan keagamaan yang sejatinya menjadi wadah pertumbuhan spiritualitas siapa saja yang tergabung di dalamnya, justru menjadi wadah paling subur dan nyaman untuk di mobilisasi di dunia politik.
kondisi ini mengular dari abad ke abad dan tidak pernah diputuskan, selalu saja ada pihak yang menggunakan untuk kepentingan politis. hanya segelintir orang yang tetap menyuarakan persatuan dan mirisnya mereka tersingkir. Apakah ini berarti kepandaian segelintir orang itu tidak sepandai oknum politik yang berhasil memanfaatkan wadah agama? saya rasa juga TIDAK.
istilah JUALAN AGAMA di INDONESIA adalah JUALAN PALING LARIS jika dikaitkan dalam ranah politik. hal ini kerap kali muncul dari tahun ke tahun jelang PILKADA atau PILPRES, pola yang berulang harusnya disadari oleh masyarakat luas, supaya tidak mudah terprovokasi.
jika tulisan ini dinilai HANYA dari agama yang saya anut saja maka boleh dibilang tulisan ini tendensius untuk melihat kasus AHOK yang sedang happening di Indonesia, tapi ternyata banyak dari teman yang non Kristen pun menyuarakan hal yang sama, perdamaian, persatuan, dan pengampunan.
Sedih rasanya jika melihat sesama teman saling bermusuhan ketika mulai menjelek-jelekkan kepercayaannya, apa lagi sampai harus hapus pertemanan, saling menghujat di facebook, membully, memutus tali silaturahmi, apakah itu tujuan dari kepercayaan yang kau anut?
10 orang yang diharapkan bung Karno mampu mengguncang dunia ini nampaknya hal yang (maaf) konyol, kenapa 10? kenapa bung Karno tidak menginginkan 10.000 atau 100.000 pemuda indonesia yang direkrutnya untuk mengguncang dunia?
bolehlah saya hayati ucapan bung Karno tersebut sebagai sebuah harapan akan adanya komunitas-komunitas kecil yang menyuarakan suara perdamaian, persatuan, dan pengampunan. sebuah komunitas yang membangun komunitasnya untuk terus membangun INSIDE-OUT tanpa memandang agama apaun, tapi terus memandang kemanusiaan.

KAU DAN AKU KITA SEMUA BERSAUDARA.

salam damai

Tuesday, June 14, 2016

LAYOUT

pernahkah anda berfikir bahwa sebuah page dalam sebuah web berisi kode dan bahasa pemrograman yang sangat rumit?
contohnya ketika beranda atau halaman profil FB diakses, sebenarnya kita sedang mengakses puluhan bahkan ribuan kode data yang siap dimunculkan dalam layout yang bisa di nikmati dalam bentuk tulisan dan gambar. jika tidak percaya anda yang menggunakan desktop pc silakan tekan control+u atau klik kanan di page ini dan pilih source.
kita bisa menemukan bagaimana seorang programer sebuah web mendesign web page nya.  dengan mengakses source page, kita bisa tau lokasi server FB yang digunakan untuk menyimpan milyaran foto yang diupload oleh penggunanya. proses yang njlimet dan rumit akan hancur jika ada bug yang muncul. munculnya bug bukan saja karena human error, tapi juga karena proses try and error yang sedang dilakukan oleh developer untuk mengembangkan aplikasi atau web page yang digarap. pengembangan tersebut sering pula memiliki tujuan supaya aplikasi atau web site berjalan sempurna per page nya.
tampaknya hal mengenai layout pada sebuah web page bisa disinkronkan dengan apa yang terjadi dalam hidup manusia. seorang manusia hidup dengan ribuan bahkan milyaran peristiwa dalam hidupnya yang kemudian membentuknya dalam bersikap, berfikir, dan bertindak. itulah sebabnya manusia diidentifikaskkan sebagai mahluk yamg unik. karena setiap pribadi memiliki programnya masing-masing berbeda dengan manusia lain. tidak dapat dikatakan bijaksana ketika segala yang dimunculkan/ ditampilkan oleh seseorang dinilai sama rata dibandingkan dengan orang lain, meskipun dalam hal munculnya perangai negatif.
perlu akses control+u atau source life dan mempelajari bahasa pemrogramannya. rumit dan perlu kejelian untuk mengidentifikasi apakah layout yang ditampilkan memang jelek atau memang ada bug-nya.
itu sebabnya penggosip sejati hendaknya memiliki ketrampilan untuk meneliti sumber hidup seseorang dan mampu melihat peristiwa di dalamnya, supaya gosip (pengamatan) yang disajikan mampu menjadi kajian yang berdasar kenyataan dan identifikasi masalah yang jelas, sehingga hipotesa dapat diuji dan disimpulkan dengan baik.

Tuesday, May 10, 2016

BERUBAH DIKIT DONG!!! [pacaran]

beberapa waktu lalu baut shock belakang ku dol, alias tidak bisa dikencangkan lagi. alternatifnya ada 2. pertama, pergi ke tukang las, bongkar swing arm dan pasang mur+baut baru. kedua, ada cara yang lebih simpel tapi tak kalah ribet yaitu bautnya di senai. baut itu ada 2 macam alurnya kasar dan halus. dan jika baut halus sudah tidak bisa digunakan lagi alias dol. bisa di senai dgn baut kasar.

proses senai itu butuh tenaga yang besar. harus muter sekuat tenaga guna membentuk alur baru. tak jarang bautnya justru putus dan akhirnya mur+baut harus di buang total karena sudah tidak bisa digunakan (gagal senai), tapi jika lancar maka mur baut tersebut bisa kembali digunakan dengan normal dan kuat. mur dan baut pasti akan mengalami pengikisan/ diserut, tapi memang di situ tujuan dasar dari proses senai. untuk menjadikannya pas.

tampaknya proses senai ini tak jauh berbeda dengan proses menjalin relasi percintaan. dalam membangun sebuah proses percintaan tidak cukup dengan ngomong "i love u", habis perkara. tapi harus mengalami proses yang membutuhkan energi besar untuk pengikisan. entah dalam bentuk apa, begitu banyak usaha manusia yang dapat dilakukan untuk merubah dirinya berdasarkan kesepakatan bersama. jika dipaksakan dan hanya salah satu saja yang diusahakan maka resikonya hancur dan hubungan tersebut hanya bisa menjadi sebuah kenangan yang meninggalkan luka dan trauma mendalam.

proses senai dalam hubungan percintaan bisa saja berbentuk pertengkaran-pertengkaran kecil hingga besar, dapat terjadi berkali-kali dan berulang, sedangkan putus adalah langkah terakhir untuk mengakhiri perjuangan.

berat, perlu pengorbanan, kesabaran, bahkan harus beranj berkali-kali membangun kepercayaan yang kerap hancur, bertahan mungkin menjadi langkah yang paling tepat untuk menanti sebuah perubahan akan tetapi sikap optimis terkadang harus rela dikalahkan demi sesuatu yang realistis.
sekarang bisa tertawa dan besok bisa menangis sesenggrukan, tetiba bisa mesra, dan lima menit kemudian bisa diem-dieman. hal ini merupakan hal yang wajar dalam sebuah proses percintaan. tak ada yang tabu dan keliru. teman yang mengatakan bahwa pertengkaran dalam menjalin relasi percintaan bukan sesuatu yang wajar, mungkin perlu ditampar dengan sandal atau sepatu supaya dia tersadar bahwa hidup manusia tak hanya berkaca dari negeri dongeng yang hanya menerima happy ending. hati-hati dengan memilih teman yang hanya mampu menghakimi, karena setiap pasangan mempunyai cara yang berbeda untuk menyelesaikan masalah. baik bagi orang lain bukan berarti baik bagiku/mu.

proses menjalin relasi sangat berat bahkan jika nantinya sebuah hubungn akan dibawa ke ranah yang lebih serius, bukan cinta satu malam saja.

kalau ada yang ingin bercinta tapi enggan menderita atau enggan bertengkar atau hanya berfikir cinta itu hanya berisi hal manis, lebih baik masuk karung dan minta pada orang disekitar mu untuk melarungmu di lautan luas. jangan takut untuk mencinta dan jangan takut dengan proses yang berat karena setelah proses senai terlewati dengan baik. maka tak dapat diellakkan beban seberat apapun yang menghampiri akan mudah dihadapi bersama-sama, tapi jangan terlalu naif juga, karena terkadang proses senai bisa terjadi seumur hidup.

Monday, May 2, 2016

WAJAH KEPOLISIAN INDONESIA

beberapa hari ini pihak kepolisian sedang disibukkan dengan aksi teror. di jogja ada aksi penyayatan dan di magelang penembakan. kejadian ini sudah terjadi bbrp minggu lalu dan menurut berita di tribun jogja tanggal 2 mei 2016, pihak kepolisian "akan" mengumumkan sketsa pelaku penyayatan dengan dasar bukti yang sudah dikantongi dari cctv dan laporan masyarakat. memang benar tidak semua masyarakat jogja terteror dengan aksi penyayatan, tetapi bukan berarti masalah ini tidak penting sama sekali.
kali ini dengan bersanding kecanggihan teknologi dan kultur masyarakat yang peduli dengan sesamanya, pihak kepolisian jogja sedang ditantang untuk menyingkap kasus ini dengan segera supaya teror tidak lagi berkembang di masyarakat.
bagiku yang hanya masyarakay awam, perilaku kepolisian yang tergambar di media sosil justru menghadirkn tanya.
1. kenapa kasus teror bom di jakarta hanya hitungan hari sudh berhasil mengidentifikasi pelakunya dan membereskan permasalahan tersebut. sedang kasus penyayatan yang dinyatakan sudah memiliki bukti yang sahih justru lama terungkap.
2. apakah pihak dari kepolisian sebenarnya membedakan kasus kriminal yang terjadi? maksudnya, apakah kepolisian sebenrnya membedakan kasus yang diungkap atau di telusuri berdasar dari kualits kasus yg sedang terjadi?
contoh:
beberapa saat lalu adik sepupuku terkena penipuan pulsa sebesar 1,5jt. ketika lapor dan membuat laporan di salah satu polsek terkait, dengan mudah mereka mengatakan, "percuma kita kerja untuk menelusuri kasus penipuan pulsa 1,5jt wong yang 20jt saja tidak ada respon dari pusat".
memyangkut apa yang dituliskan di atas.
apakah polisi akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk dalam hitungan hari mencari dan membereskan aksi teror yang terjadi di jakarta. tapi membiarkan kasus penyayatan dan penembakan lebih lama?
selamat bertugas pak polisi.. semoga kekuatanmu tak tereduksi oleh faktor apapun.

LINK BERITA TRIBUN JOGJA 2 MEI 2016

Saturday, March 26, 2016

MENGHARGAI SESAMA

Bagi ku, topik ini bisa jadi sensitif, tapi asik lah kalau dijadikan perenungan. Sebelum lanjut membaca ini kita harus sepakat bahwa setelah membacanya, pikiran tidak boleh “menyebar ke mana-mana” dan tidak harus merubah apapun, kecuali nilai yang di dapat dalam tulisan ini (kalau ada).

Selama seminggu ini, si rusty alias si rustam, motor kesayangan ku baru masuk bengkel karena per stater putus, harus sekur klep, ganti karbu, ganti rantai kamprat, turun mesin, belah mesin, dan setting ulang, biayanya wow banget. Hidup di zaman sekarang, transportasi sangat terasa penting buat orang yang punya mobilitas tinggi, sehingga ketika motor/ mobil masuk bengkel rutinitas tersebut dapat “tersendat”, berat ringannya “sendatan” itu tergantung besarnya kocek yang dimiliki. Detail kebutuhan untuk mobilitas tersebut dapat dilihat dari jasa persewaan motor atau gojek/ ojek yang tersedia di sekitaran. Perhitungannya, untuk motor matic jasa rental motor antara 50-80rb sehari, kalau supra atau motor yang lebih jadul 25-35rb perhari. Jasa gojek per 9km menurut aplikasi 20rb-25rb, kalau non aplikasi (nembak gojek di jalan) 30-35rb. 0-1km gojek punya tariff flat 15ribu. Wow banget kan kalau dikali 1 minggu. Trus apa sebenernya kaitan angka-angka tadi dengan muatan sensitifitas yang terdapat di dalamnya? Gini…. Kasus ini spesifik lho…

Sebagai mahluk sosial, manusia kerap kali bersentuhan dengan sesamanya dalam ranah sarana transportasi, antar-jemput, atau minjem motor. Memang kebaikan-kebaikan yang ditebar atau diberikan rasanya tabu kalau harus di-angka-kan, tapi dari gambaran angka-angka yang ada bisa menjadi sebuah perenungan untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai sesama, terlebih untuk orang-orang yang terdekat, tentunya tidak hanya dalam topik yang spesifik seperti dalam tulisan ini saja.

kalau kata pak wi dulu, “berbuat kebaikan itu memang sudah jadi kewajiban setiap manusia, jadi nda perlu lagi diapresiasi. Lha wong wajibnya begitu”, tapi rasanya, secara etis setiap manusia yang menerima kebaikan itu wajib melihat apapun yang sudah diberikan orang lain, setidaknya memberikan apresiasi dalam bentuk menghargai ketulusan / usahanya dalam mewujudkan perbuatan baik.

bener ga kalau ini ada hubungannya sama kalimat ini, “berbuatlah baik untuk orang lain, sama seperti yang kamu harapkan orang lain berbuat untukmu”, kayaknya ini “golden rule” nya, meskipun pada akhirnya kalimat ini dirasa masih “tendensius”/ pamrih sehingga tampak harus ada penyempurnaannya: “kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi diri sendiri”.

Menghargai orang lain karena melihat besaran angka saja nampaknya bukan cara yang bijak, menghargai orang lain karena memang panggilan setiap orang untuk menghargai itulah yang ideal, tapi melihat angka untuk sekedar berefleksi secara kontinyu sebagai dasar menghargai orang terdekat, rasanya juga tidak keleru…

Betewe, udah dulu deh tulisannya, dari pada makin runyam pikirannya… kalau dirasa tulisan ini ngawur, tolong pahami bahwa gue keturunan cina… yang punya stereotype itung2an wakakawkawaka… tapi dari kasus nyari gojek, jemput si rustam, dan bayar ongkosnya, ku rasa kebaikan teman-teman yang terlibat ga bisa dihargai secara remeh temeh… trimakasih banyak untuk pak danang yang sudah mau minjemin si lotus (astrea 800 – astrea wolungatus) secara gratis :v upahmu besar di surga pak :p

spesial buat lukas mekanik handal+rapi yang bengkelnya di berbah, sumberkulon trims sudah menyehatkan si rustam...

Tuesday, March 15, 2016

SUPER EGO

buku karya dari dale cannon ternyata isinya sangat menarik, dulu saya pernah membaca waktu mengikuti kelas spiritualitas kristiani, judul buku itu adalah six ways of being religious. dalam buku tersebut saya merasa diajarkan untuk menghargai ekspresi iman seseorang dalam bentuk apapun, karena setiap manusia dapatlah memiliki berbagai macam pengalaman ketika bertemu dengan tuhannya.

bagi seseorang yang belajar secara akademis mengenai nilai-nilai yang muncul dalam berbagai agama, toleransi merupakan capaian tertinggi dari apa yang telah dipelajarinya, sehingga membuat pribadi tersebut tidak mudah "gatal" atau "jijik" terhadap sebuah pergerakan atau bentuk-bentuk ekspresi iman orang lain.

belakangan ini berita mengenai LGBT terasa cukup menguras tenaga dan hati orang-orang yang menganggap dirinya beragama dan merasa dekat dengan Tuhan, tak jarang terdengar seruan2 untuk menentang atau mendukung para "pelaku" LGBT. dalam dunia politik di Indonesia, berita mengenai LGBT dapat dianggap sebagai pengalihan isu politik, kasus LGBT dirasa sangat ampuh untuk dijadikan senjata guna membuai masyarakat Indonesia untuk lupa dengan permasalahan politik dalam negri seperti "papa minta saham", "papa doyan l*nthe", atau kasus pelindo, dweling time dll.

di sisi lain, banyak cerita tentang masyarakat Indonesia atau sekelompok orang/ komunitas yang menolak untuk tinggal berdekatan dengan sesamanya yang berbeda keyakinan atau dianggap "nyeleneh" dalam bidang keagamaan, contohnya: kasus perijinan gereja di bogor yang tak kunjung usai, kasus ahmadiyah yang begitu memilukan, atau kasus para penganut gafatar yang tak ketinggalan menuai luka pada hati para pemeluknya.

Indonesia merupakan sebuah negara dengan keberagamannya, tapi Indonesia juga merupakan negara yang paling mudah digoreng dengan isu-isu murahan yang berkaitan dengan agama, dengan kata lain, jualan agama masih menjadi dagangan paling laris di negeri 6 menara ini.
keprihatinan terhadap situasi ini akhirnya menjadi pemicu para teolog yang merasa tergugah untuk melahirkan "sikap toleransi antar umat" di manapun dia berada, sehingga setiap jalannya selalu dilandasi dengan nafas perdamian guna menjaga kerukunan umat beragama. hal ini merupakan sebuah pemandangan yang indah, yang asik untuk dinikmati, didukung, dan dilestarikan. gerakan-gerakan perdamaian ini biasanya memiliki punch line super yaitu "kasih".

tetapi sangat disayangkan apabila gerakan-gerakan para teolog yang peduli pada keberagaman harus ikutan sibuk dan kehabisan tenaga untuk memerangi "kaum" nya sendiri, di mana terdapat banyak pemeluk ajaran "kasih - mengasihi" ini justru hanyut dan larut dalam upaya-upaya menuhankan diri dan gerejanya untuk menghakimi sesamanya.

"kamu berdosa dan aku tidak maka kamu harus bertobat atau ditobatkan"
"ajaranmu salah, ajaranku paling benar, sehingga kamu layak di rekonstruksi imannya"
"gerejaku paling benar, gerejamu tidak benar, layaklah aku memberitakan pada jemaatku bahwa gerejamu pantas ditertawakan"

bagaimana bisa menghayati "kasih - mengasihi" apabila keseharaiannya diwarnai dengan cibiran dan nyinyir terhadap ekspresi iman orang lain?
bagaimana bisa menghayati makna kebersamaan apabila tak ada penerimaan?
bagaimana bisa menghayati makna pengampunan apabila setiap hari menumbuhkan kebencian dalam diri ataupun melahirkan kebencian (secara) komunal?

bagaimana bisa mencinta jika rinduku saja tak pernah kau hiraukan..... ah kalimat terakhir ini mungkin pertanda aku sudah lelah... saatnya tidur, selamat malam semesta...

Wednesday, February 10, 2016

MIRACLE IN CELL NO.7 (BEST KOREAN MOVIE 2013)

beberapa hari lalu saya instal ulang dan maintenance laptop temen, setelah beberapa lama kutak kutik sana sini, akhirnya beres juga, dan di tengah saya merapikan file master dan aplikasi nya, saya menemukan beberapa film yang belum saya tonton, eh selagi nunggu mindahin data, akhirnya saya tergelitik buat cek list film mana saja yang bakal di copy. over all temen saya ini pecinta film korea dan expert dalam bahasa korea, alhasil film-film anyonghaseo banyak banget di hardisk dia, sebelum dia ambil laptop, akhirnya saya berhasil copy film seperti return of superman, sangat tertarik sama sikap para bapak yang mengasuh anaknya, sebenernya para bapak itu artis2 korea, selain ganteng, anaknya juga lucu-lucu, dan keluarga favorit saya adalah keluarganya manse, daehan, dan minguk. hahaha paragraf pembukaan ini memang nggak asik, tapi memang tujuan saya bukan soal asik gak asik, tapi mencoba menuliskan pengalaman menonton satu film korea, yang berjudul MIRACLE IN CELL NO.7. cerita dari film miracle in cell no.7 itu asik banget, alurnya maju mundur, tapi yang jelas, awal dari drama ini, menyuguhkan cerita tentang seorang single parent (bapak) yang punya anak perempuan berusia 6 tahun. entah kenapa akhir-akhir ini selalu banyak kisah tentang seorang bapak yang sangat mencintai anaknya selalu dekat dengan lingkungan saya, biasanya ibu yang ditonjolkan untuk memperlihatkan kasih pada anaknya, tapi ini sosok bapak.

oke langsung saja, film miracle in cell no.7 ini menceritakan seorang ayah ( Lee Yong-gu ) yang berprofesi sebagai tukang parkir, di samping itu, bapak ini bukan termasuk bapak yang normal, tapi seorang ayah yang memiliki keterbelakangan mental, daya pikirnya sama seperti anak umur 6 tahun, ini mungkin yang menyebabkan film ini sangat, sangaaaaaattttt menyenangkan untuk ditonton, karena nuansa kedekatan ayah dengan anak perempuannya ( Ye-sung ) yang luar biasa (mungkin efek dari keterbelakangan mental ini di olah jadi ramuan dasar yang ajaib film ini). suatu hari diceritakan ayah dan anak yang sering mengunjungi etalase toko anime (sailor moon) dan mereka bernyanyi, menari bersama, dan melakukan hal konyol di depan etalase itu sambil mengikuti gaya2 sailormoon yang ditayangkan di tivi di dalam etalase, dan ternyata si ayah punya janji untuk membelikan pernak pernik sailormoon, yaitu tas sekolah untuk anaknya. suatu hari pada saat mereka mengulang kebiasaan mereka, ternyata tas sailormoon itu dibeli oleh keluarga polisi untuk anak mereka. akhirnya dengan gaya keterbelakangan mental Lee Yong-gu, dia mengatakan kalau tas itu milik anaknya, karena sudah sering berkunjung dan sedang menabung untuk membelinya. tapi ternyata polisi itu tidak terima dan memukul Lee Yong-gu dan konflik awal berakhir.

suatu hari ketika hendak berangkat jadi juru parkir, Lee Yong-gu bertemu dengan anak perempuan polisi itu, dan karena melihat Lee Yong-gu lucu, anak perempuan itu meminta Lee Yong-gu mengikutinya, karena dia ingin memberitahu Lee Yong-gu toko lain yang menjual tas sailormoon tersebut. tapi di tengah jalan, anak perempuan ini tersandung tali yang terikat dengan batu batako diujungnya, sehingga ketika jatuh, batu itu menimpa kepalanya dan akhirnya anak itu meninggal di tempat. Lee Yong-gu sempat berteriak dan panik, tapi karena tidak ada orang, dia berinisiatif mempraktekkan ilmunya yang dia dapat ketika membantu orang yang pingsan, yaitu: melonggarkan resleting celana korban dan memberikan nafas buatan, saat Lee Yong-gu sedang melakukan itu, ada seorang ibu yang kebetulan lewat dan dia ketakutan. akhirnya setelah banyak orang Lee Yong-gu ditangkap dan divonis sebagai penculik, pembunuh, dan pelaku pelecehan seksual pada anak. karena orang tua si anak perempuan itu adalah polisi, dia sempat memukuli Lee Yong-gu dan mengancam untuk mengakui perbuatannya, jika tidak Yesung bakal dibunuh sama polisi itu. karena rasa cintanya yang begitu besar pada Yesung, akhirnya Lee Yong-gu mengaku sebagai pelaku dan dipenjara di cell nomer 7, konon sel itu adalah sel paling angker. karena narapidana yang ada di dalamnya sangar-sangar.
suatu hari, Yesung yang akhirnya dimasukkan ke dalam panti asuhan, dia mengikuti acara pelayanan gereja yang ditugaskan menyanyi di penjara, cerita punya cerita, akhirnya dia bisa ketemu bapaknya dipenjara, dan tinggal secara sembunyi-sembunyi di penjara di sel ayahnya dan sekumpulan penjahat itu. di penjara yang diceritakan, ada 2 kelompok gangster besar yang melakukan bisnis di sana. suatu hari ketika boss gangster yang tinggal 1 sell dengan Lee Yong-gu akan di tusuk, Lee Yong-gu menyelamatkannya, sehingga boss tersebut memenuhi permintaan Lee Yong-gu sebagai tanda balas budi. jadilah Yesung ada di penjara sembunyi-sembunyi dengan penjaga penjara. tapi akhirnya keberadaan Yesung diketahui oleh kepala penjara, yang kemudian memperlakukan Yesung seperti anak sendiri, dan mengijinkan Yesusng tinggal di sell bersama ayahnya. karena kepala penjara sebenarnya tidak percaya bahwa Lee Yong-gu bisa melakukan segala yang dituduhkan padanya, karena kepala penjara melihat Lee Yong-gu sangat sayang pada anak perempuannya. scene ini sangat menyentuh, WARNING siapin tisu!

ada hal yang menarik selama Yesung ada di penjara, bos gangster yang tadinya sangar, dia mau membacakan Yesusng buku cerita, tapi karena tidak bisa baca, akhirnya dia di goblog2in sama anak buahnya, lucu, kocak, tapi akhirnya Yesung ngajarin dia baca tulis. ada 1 lagi seorang narapidana yang tadinya tidak senang dengan Yesung, suatu hari Yesung kembali ke penjara dengan menyelundupkan HP, dan memberikan pada paman itu, karena Yesung tau, paman itu sedang sedih karena istrinya melahirkan dan dia tidak bisa menemaninya. singkat cerita akhirnya semua orang dipenjara salut akan cinta kasih Lee Yong-gu kepada Yesung, dan mereka semua tidak percaya kalau Lee Yong-gu membunuh. dan mereka semua (seisi penjara) merubah pola hidup bermusuhan, dan mendukung Lee Yong-gu, mengajari cara berbicara di depan hakim. WARNING scene ini nano-nano, shit banget, kadang ketawa, kadang bikin nangis, tapi nangisnya nangis terharu, lucu, dan kagum sama ketulusan cintanya Lee Yong-gu yang notabene punya keterbelakangan mental.

adegan-adegannya bikin penonton seperti saya nggak bakal bisa nebak ending dan scene berikutnya yang akan terjadi bagaimana. lucunya bos gangster tersebut akhirnya menjadi pendeta, dan Yesung menjadi seorang pengacara yang membela ayahnya. Ending film ini memang kampret sekampret nya...kalau anak gaul jaman sekarang ngomongnya “dafuq”. klimaks dan anti-klimaks serta alur yang disajikan benar-benar bisa membuat penontonnya kagum sama kasih sayang seorang bapak pada anaknya, padahal bapak itu punya keterbelakangan mental.

pesan moral yang saya tangkep adalah jadilah laki-laki yang penyayang terhadap anak dan keluarga, Lee Yong-gu yang diceritakan keterbelakangan mental saja bisa mengubah hidup semua narapidana jadi “bertobat”. ini bukan film yang bercerita tentang keagamaan tapi film tentang keluarga. by the way, film ini menggugah saya dan beberapa teman saya untuk memiliki keinginan berterimakasih kepada ayah, meskipun banyak sikap yang tidak berkenan di hati kita, tapi ayah tetap ayah yang terkadang punya cara lain untuk membahagiakan anaknya, meskipun cara tersebut tidak cocok dengan cara kita yang hidup di zaman modern. 

meskipun bukan hari ayah, ijinkan saya untuk menyatakan, “aku sangat mencintai mu ayah”



catatan ini didedikasikan untuk seorang anak perempuan yang sangat mencintai ayahnya dengan luar biasa, dia bernama Lia

Sunday, January 24, 2016

PARENTING

Beberapa bulan lalu aku asik dan mencoba lekat dengan istilah parenting. Dan bagi banyak orang yang kuajak diskusi, mereka mengatakan tema ini tema yang sangat membosankan, nasihat salah satu teman dalam diskusi tersebut, “ah, kau terlalu kawatir dengan masalah itu, kau belum berkeluarga seperti aku, nanti kalau kau berkeluarga pasti kau juga bisa seperti aku”.

Sejenak aku terdiam dan rada tersinggung dengan kata, “ah....”, yang dilontarkan temanku itu. kenapa aku begitu tersinggung dengan kata itu? Ya karena begitu banyak kenyataan di dunia ini, orang tua yang sudah lebih profesional, pengalaman, dan sudah pernah menikah beberapa kali, punya anak banyak, masih gagal mendidik anaknya. Ada yang jadi preman, jadi begundal, narkoba, judi, pencuri, tukang tawuran, tukang nyakitin hati anak orang, susah bersosialisasi, dan masih banyak lagi kasus-kasus kenakalan remaja bahkan banyak yang terbawa hingga hari tuanya. Dan memang bagiku masalah parenting ini bukan masalah yang sepele. Deal? Semoga banyak yang deal dengan ku.

Teori yang disampaikan oleh elizabeth hurlock dalam psikologi perkembangan, dalam rentang kehidupan manusia itu terdapat beberapa fase yang sangat penting dan dapat mempengaruhi keseluruhan hidup manusia sampe dia mati. Bagi Elizabeth Hurlock, fase itu dikenal sebagai fase remaja, rentangnya dari usia 12-21 tahun. Kalau beranjak dari teori hurlock, sistem pendidikan di Indonesia memetakan fase tersebut menjadi lebih detail, 12-14tahun masuk masa SMP remaja awal, 15-17tahun masuk masa SMA remaja pertengahan, dan 18-21 tahun, masa biasanya masuk kuliah, adalah masa remaja Akhir. Fase remaja merupakan fase yang sangat kritis, karena di masa remaja muncul berbagai macam perubahan dalam dirinya secara fisik, psikologis (mental), dan perubahan peran sosial yang JAUH BERBEDA dengan masa kanak-kanak. Ketika anak remaja mampu melalui fase ini dengan baik, maka dia akan jadi manusia dewasa yang baik, atau sebaliknya, jika dia gagal, maka seluruh hidupnya akan bermasalah, bukan untuk dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain.

Meskipun fase remaja berbeda dengan fase anak-anak, tetapi ORANG TUA memiliki peran penting dalam mendidik anak dalam segala hal, yaitu PENGAJARAN, KETELADANAN, dan KEDISIPLINAN, jika ketiga hal ini meleset, bagi sukidi (penulis buku kecerdasan spiritual) maka akan terdapat ketimpangan dalam diri anak, sebutan lainnya, akan ada kejadian terputusnya anak dengan inti dalam hidupnya (hati/ Qolb) dan kejadian itu akan meruncing pada krisis moral yang masif pada diri anak, dan rentan terjadi penyimpangan dalam bentuk kenakalan remaja. MENGERIKAN? Mungkin saja, tapi buktinya banyak ahli psikologi yang menyatakan demikian, salah satunya Sarlito w. Sarwono, seorang pengamat remaja, menyimpulkan dalam sebuah pandangan, “teori buah jatuh tak jauh dari pohonnya bisa saja keliru, tapi teori tentang ketika cara mendidik anak salah dari kecil, pasti besarnya bermasalah, itu tidak akan pernah keliru”. Benarkah demikian? 

Jean piaget menyatakan dalam bukunya, bahwa sebenarnya setiap anak sejak dalam janin sudah memiliki kemampuan untuk belajar melalui reflek dari embrio, yang biasa diteliti dari perilaku, gerak, dan reaksi fetus (janin). Gak percaya kan? Saya juga nggak, tapi dari video yang diberikan teman saya (Radhitya Yudha Widyanta), yang berjudul “SRAWUNG SEDULUR” dari bijak jawa, memberikan informasi, bahwa dalam budaya budaya jawa ada sebuah kepercayaan bahwa seorang bayi yang lahir ke dunia ini telah belajar tentang prinsip kekeluargaan. GAK PERCAYA? BEGINI BUNYINYA: 

Bayi merah yang baru lahir itu beserta dengan empat saudara. Si Sulung disebut Kakang Marmati, tercipta dari nafas ibu yang melahirkan. Kakak kedua disebut Kakang Kawah, orang modern menyebutnya plasenta. Jabang bayi sebagai yang di tengah. Adik pertama disebut Ari-ari, dalam bahasa Indonesia disebut tembuni. Adapun bungsunya disebut Rah, yaitu darah persalinan ibu. Lengkap sudah yang disebut empat saudara, yang kelima sebagai titik pusat. Makhluk yang disebut manusia memikul tanggungjawab merawat kedua kakak dan kedua adiknya itu dengan etika seutuhnya.

Bercampur dengan pergumulan tentang parenting dan melihat kenyataan dalam dunia ini, okelah, akhirnya aku berkesimpulan bahwa aku setuju, SEPANJANG HIDUP ini manusia pasti belajar dan bisa kapan saja berubah, tapi sebuah dasar menentukan banyak hal dalam hidup dalam fase selanjutnya. Tak ada satu fase dalam kehidupan manusia yang tidak penting, tapi memang harus diakui ada fase-fase yang harus menjadi perhatian bagi orang tua.

Tidak berseberangan dengan hal yang telah disebutkan diatas, dalam iman Kristen ada sebuah refleksi yang berasal dari sebuah teks dari perjanjian lama, dari kitab “Ulangan 6: 4-9”, PENGAJARAN, KETELADANAN, dan KEDISIPLINAN yang harus di berikan orang tua kepada anaknya secara terus menerus sepanjang hidup.

Sebenarnya dalam konsep parenting berkenaan dengan banyak hal, salah satunya adalah cara orang tua memandang siapa ANAK nya, jika si anak dianggap “milikku yang sangat berharga”, pastilah orang tua akan memperlakukan anaknya tidak semena-mena. Bagaimana cara orang tua menghargai anaknya, tercermin dari bagaimana orang tua memperlakukan anaknya dan mendidik anaknya. Ketika orang tua menganggap anaknya berharga, maka akan banyak hal menarik dan positif yang akan diberikan kepada anaknya, yang terangkum dalam PENGAJARAN, KETELADANAN, dan DISIPLIN. Tetapi cara nya tidak semudah itu, saya yakin, beberapa orang tua yang secara terbuka mengatakan, “ ampun gue gak sanggup dah, anak gue bandel banget”. Memang benar membutuhkan banyak ketrampilan dan tentunya bantuan dari pihak lain untuk terus mendukung terlebih di zaman modern seperti ini, di mana tak ada lagi batasan bagi anak untuk mengaskses banyak hal dari internet, bayangin aja, banyak anak murid yang saya kenal, sebagian besar dari mereka setiap hari muter Youtube, sampe orang tuanya kebingungan karena anaknya sering minta pulsa untuk beli kuota internet. HP yang dimiliki anak-anak remaja zaman sekarang minimal Android yang memudahkan internet ada di dalam genggaman mereka setiap hari.

Ketrampilan yang pertama adalah:
1. KOMUNIKASI
Serius? Ya iya, komunikasi itu landasan paling utama dalam sebuah komunitas. Pak Robbie Chandra bilang dalam bukunya, teori komunikasi yang sehat itu ada unsur pemberi pesan, penerima pesan, pesan yang disampaikan, dan ada feedback, kalau salah satu unsur dari situ gak ada, ancurlah sistem komunikasi kita.
Sekarang banyak gak sih orang tua yang otoriter? Banyak!!!!! Gak Cuma orang tua.. pacar juga banyak yang otoriter kan? Nah di situ bibit-bibitnya, bisa jadi lho kalau ntar jadi bapak atau ibu, doi juga otoriter, gak ada sistem toleransi, kan repot.. (duh kok ksana sih, oke balik ke topik)
Bayangin aja kita nggak pernah dikasih ruang untuk menyampaikan unek-unek ke orang tua, gak pernah dikasi waktu untuk menyampaikan saran, kritik, ketidaksetujuan dengan cara orang tua , tentunya akan ngerasa hidup ini bakal sucks banget.
Komunikasi yang sehat yang terjadi dua arah dan ada feedback itu penting banget dalam membangun sebuah hubungan yang baik. Pernah punya pengalaman pahit soal komunikasi 1 arah? (Lets start share di kolom komentar)

2. KETELADANAN
Nah masalah kedua ini tidak kalah penting dengan masalah KOMUNIKASI, keteladanan, ketika sebagai orang tua tak pernah memberikan keteladanan yang baik, maka anak juga tidak akan pernah belajar sesuatu yang baik. Wah orang belum menikah tapi sudah ngomongin masalah ini, gimana bisa?

Coba perhatikan ayat 7

“haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”.

Dengan melihat bahasa aslinya, wesinnantam lebayneka, diterjemahkan oleh LAI sebagai ajarkanlah kepada anakmu, tapi dalam bible work, “wesinnantam” memiliki kata dasar “sanan” yang diterjemahkan dalam bahasa inggris “to whet”, “sharpen”, yang artinya “mengasah, merangsang (stimulus), membangkitkan, menajamkan”

Dalam LAI versi ITB, proses pengajarannya (untuk membuat tajam, mengasah) disebutkan secara berulang-ulang, tidak instan

Dengan membandingkan dengan versi NIV

“Impress them on your children. Talk about them when you sit at home and when you walk along the road, when you lie down and when you get up”.

Kata Impress ini dekat dengan kata membuat terkesan, dan dalam budaya Indonesia mengenal dengan istilah KETELADANAN. Orang tua harus menanamkan secara terus menerus sesuatu yang baik tentang apapun termasuk tentang pengajaran tentang ketuhanan dalam sebuah keteladanan. 

3. KEDISIPLINAN
Ketika orang tua menganggap si anak menjadi bagian dari hidupnya yang sangat berharga, biasanya orang tua lupa untuk menumbuhkan kedisiplinan supaya si anak tidak harus tergantung terus pada orang tua, sebagai syaraat hidup sebagai manusia dewasa. Sampai kapan seorang anak akan terus bergantung pada orang tuanya? Sampai kapan anak harus berhenti dicebokin? Di ajari untuk mencuci celana dalam nya sendiri? Dan ketika orang tua berhasil mendisiplinkan anak dalam hal-hal kecil, orang tua juga berhasil mengontrol dirinya untuk dapat mengatur memberikan kasih sayang tidak berlebihan.

Disiplin tidak hanya diukur dari suksesnya orang tua membuat mandiri anak dalam hidupnya, tentu ukuran mencuci celana dalamnya sendiri bukan ukuran yang valid agar anak dapat mandiri, ada berbagai macam bentuk kedisiplinan lainnya yang anak harus lihat dan pelajari dari orang tuanya.
Bagaimana respon orang tua ketika anak melanggar kesepakatan, bagaimana anak menyampaikan alasan-alasan untuk bernegosiasi, berdiskusi, bukan hukuman atau kepatuhan anak yang diukur, tapi bagaimana cara anak melihat menerapkan sistem kedisiplinan dalam dirinya yang dipelajari dari orang tuanya.

Well teori di atas bukan merupakan rumusan baku saya hanya menulis sebuah omong kosong yang berharap tulisan ini tidak mengganggu idealisme banyak orang mengenai parenting.
NB: tulisan ini boleh di sanggah, diberi masukan, diberi kritikan, terlebih dalam kritik teks yang digunakan

Wednesday, January 20, 2016

TENTANG RINDU [bagian pertama]

saya biasa nya ngeblog dan membiarkan diri saya berekspresi di dunia maya, tentu saja pake akun klonengan, hari ini sempat ngobrol dengan teman baru di youtube. biasanya ngobrol ngalor ngidul ngomongin makanan, diskusi soal politik, tapi ntah kenapa tadi ngomongin soal "rindu" dengan beberapa teman di sana.

ada yang berbicara intinya begini, "kalau belum pernah ketemu sama orangnya, kok bisa ngomong rindu, pasti gombal...!!!!"

saya terkekeh dalam hati dan ini menarik, saya mencoba menerima tapi juga menolak pandangan itu dan tiba-tiba saya teringat, rindu yang hadir akibat dari perjumpaan lewat tulisan atau lewat suara, itu mungkin saja terjadi... ada "sesuatu" yang didapat dari perjumpaan tulisan, suara, dalam telepon, diskusi, atau bahkan, ada keindahan yang dilihat, ada rasa haus yang dapat dientaskan di dalamnya. membuat perasaan ingin berjumpa terus berulang ulang.

sejenak saya membandingkan dengan konsep rindu pada Tuhan, mmmm manusia memang nggak pernah bertemu dengan Tuhan secara kasat mata, tapi ada rindu yang dirasakan untuk terus dekat, ingin terus bertemu, dan ingin terus bersama-Nya, ada rasa haus yang segera dapat dituntaskan...
yah itulah rindu, saya semakin yakin, rindu itu ada, meskipun kita belum pernah berjumpa.

"Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya"

Sunday, December 27, 2015

JOGJA dan KRITIK

di tahun 2015, yang aku ingat, ada beberapa kejadian besar di jogja yang mendapat perhatian publik cukup besar, diantaranya adalah kasus flo, kasus polisi dan MOGE, kasus bunga amarilys di pathuk gunung kidul, kasus konvoi parpol waktu pilkada SANTUN, dan yang terbaru adalah kasus tata kota jogja yang dikritik oleh seorang warga tuban jawa timur.

kasus-kasus yang muncul di ruang publik memang bisa menjadi sangat ekstrim, karena mengundang banyak komentar dari berbagai kalangan, khususnya para netizen di youtube, twitter, facebook, dan Instagram. tak jarang si pemberi kritik juga mendapatkan serangan balik dari warga jogja yang tak trima kotanya di kritik dengan bahasa yang sangat kasar.

sebenarnya kuncinya adalah pemilihan bahasa, tak jarang pengkritik dunia maya menggunakan kata-kata yang tak pantas dalam kritikannya, sehingga hal itu menghilangkan sisi positif dari nilai-nilai yang hendak disampaikan pada kritikannya. tidak hanya jogja, banyak suku yang ketika difrontalin selera musiknya, juga merasa tak terima, bahkan banyak yang mengancam akan menghabisi si pengkritik jika bertemu di dunia nyata. terlebih lagi ada kasus ONGEN si penghina presiden dengan memainkan tagar papadoyanlon***, kata lon*** bagi saya pribadi memang tidak menjadi masalah jika kata itu berdiri sendiri, bahkan ketika tagar itu ditujukan bagi diri sendiri, bagi saya juga tak masalah, tapi ketika tagar itu diberikan pada presiden atau orang lain, wajar jika hal tersebut dikecam sebagai penghinaan dan penghinaan tersebut menuai hukuman dari pihak kepolisian yang mengeluarkan UU hate speech. hanya saya masih heran, penghina orang lain dalam kasus ongen itu kok masih banyak yang bela, dengan mengatakan "orde yang tak tahan kritik, tak suka demokrasi", bagi saya pembela ongen itu wow banget, coba lihat, ketika sebuah kota, suku, atau bahkan taman bunga musiman dirusak oleh orang-orang tak bertanggung jawab, komentar pedas, makian balik dan hinaan banyak menghajar pelakunya, tak menutup kemungkinan si penghina atau perusak akan dikenakan hukuman setimpal dari pihak berwajib.

kritik memang penting, tapi akan hilang ke-penting-annya bila disertai hinaan.

berbicara soal antikritik, memang hakikatnya semua orang/ lembaga INGIN merasa bahwa sikap dan apa yang dilakukan selalu dianggap benar oleh orang banyak, hal ini dpat dibuktikan argumen-argumen yang diberikan saat dirinya dikritik oleh orang lain, tak usah jauh-jauh, misal saya, di kritik soal jas, warna kemeja, dan warna dasi yang tak pernah ganti ketika bertugas, sebenarnya kritik itu sangat membangun jika dipahami dan disadari side efek dari kritikan tersebut, tapi saya masih saja ngeyel dan berargumen soal ukuran baju yang sulit, tingkat kenyamanan dasi, dan pemilihan warna kemeja yang bikin badan saya nggak terlalu gendut ketika dilihat. tapi semakin besar resistensi ku terhadap kritik, pasti aku nggak pernah bisa mikir seberapa penting kritik itu untukku.

berangkat dari sini, aku, pendatang yang tinggal di jogja melihat betapa banyak orang menyatakan cintanya pada jogja (terkhusus warganya sendiri) banyak yang menyatakan bahwa jogja teramat istimewa baginya, hingga tak rela ketika ada warga yang tersakiti, tertabrak oleh MOGE ketika MOGE mengadakan konvoi, tak rela jogja di hina GOBLOG, TOLOL, KENTUT oleh orang lain, ya karena jogja begitu istimewa, banyak orang membela jogja secara luar biasa ketika merasa jogja di kritisi dengan cara tak layak,

tapi sedihku muncul ketika banyak orang jogja yang melawan aksi ugal-ugalan moge, tapi warga jogja sendiri justru banyak yang ugal2an di konvoi parpol, atau pengendara motor sehari-hari yang naik rx king, atau cb jap style, atau motor gede lainnya yang digeber2, ngebut di jalan kecil,dan merasa menjadi raja jalanan.

aku sedih ketika banyak orang mengaku cinta jogja, tapi di jalan entah menggunakan mobil atau motor, sambil merokok, buang abu dan puntung rokok sembarangan, jika terkena orang diblakangnya, diingatkan malah marah-marah ngajakin berantem.

banyak orang rela mengabadikan momen kesalahan orang lain yang diambil dari kamera HP nya, mengupload di media sosial, bertujuan membully habis2an pihak yang bersalah bersama dengan netizen lain, tanpa berfikir, seandainya dia mengingatkan langsung pasti lebih bermanfaat daripada membully via sosial media. perhatikan si pencinta kebenaran, seolah-olah menyalahkan polisi, tapi dia sendiri berhenti di jalur sepeda, sambil memfoto, dan mengatakan orang lain bersalah, dan dirinya tidak (padahal ada UU larangan bermain HP di jalan)

Pasal 283 UU No 22 adalah, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)."



banyak "orang jogja" tak suka dikritik, tanpa mau melihat ke dalaman nilai kritikannya, perlawanan secara serentak memang tampak begitu asik, tapi tanpa memikirkan sebuah solusi dan nilai di balik kritikannya, aku rasa perlawanan tersebut adalah sebuah kesia-siaan.



nb: saya tak berharap tulisan ini terbaca olehmu, tapi jika kamu membaca tulisan ini, mohon tidak tersinggung dan tidak berfikir bahwa aku sedang melakukan hate-speech dan ketika anda merasa saya melakukan hate speech, silakan panggil saya ketika anda melaporkan ke pihak berwajib, saya pasti datang

Monday, November 23, 2015

JOGJA dan MOGE dan KONVOI dan WESMBUH

hari ini aku membuat sebuah pengakuan. hari ini aku misuh sepanjang hari karena banyak hal.
berkendara di bawah terik matahari yang menyengat memang membutuhkan mental yang cukup kuat, karena sedikit saja gangguan dari orang lain bisa bikin aku naik darah, dan efeknya misuh yang bisa saja diluapkan ke orang terdekat.

SIANG INI, 22 November 2015, aku bener-bener kecewa dengan beberapa orang yang melakukan aksi yang mengganggu ku dan beberapa warga Jogja, ya konvoi partai politik di sejumlah titik di wilayah Jogja, bukan aku saja, tetapi sahabat dekatku, dan banyak orang di sosial media meneriakkan hal yang sama.

hari ini SLEMAN mengadakan kampanye PILBUP yang entah aku ndak tahu dan ndak kenal tokohnya apalagi tahu visi misinya, tetapi aku cukup mengenal sikap dari parpol yang mendukungnya, setidaknya cukuplah untukku menyimpulkan perangai mereka, dari PILPRES 2014 (saat aku mulai sadar pentingnya pemilihan umum). aku sangat terganggu dengan ulah beberapa orang yang menjadikan motornya bagian dari konvoi dengan membedhel kenalpotnya dan digeber-geber sekuat-kuatnya tanpa peduli apakah warga sekitar terganggu atau tidak, aku tak peduli dari partai mana mereka, tapi kalau perangainya buruk itu yang tidak aku suka.

okelah tak usah ditutupi, tapi saya ndak mau dianggap "hate speech", tapi terserahlah, yang penting aku ndak punya kepentingan lain dalam tulisan ini, murni keluhan sebagai warga pendatang di Jogja. kalau mau panggil aku dan terganggu dengan tulisan ini, sila kontak langsung, pasti aku akan datang.

setelah menumpahkan kekesalanku di twitter akan aksi konvoi tersebut, aku merasa di ajak untuk melakukan pengaduan dengan pas dan tepat kepada yang bersangkutan, dan segera saja aku browsing dan menemukan 2 nama yang di usung dalam PILBUP Sleman hari ini, yaitu Bpk. Sri Purnomo dan Ibu Sri Muslimatun, kader ini mengusung tema SANTUN, aku menafsirkan, mungkin ini akronim, penyatuan dari kedua nama kader tersebut, tapi aku percaya, pejabat publik sekelas Cabup ndak akan bermain akronim tanpa makna, jadi aku melihat isi twitter pak Sri Purnomo dan mendapatkan adanya himbauan dari beliau, isinya: 
tapi pada kenyataannya, himbauan beliau tidak diperhatikan oleh pengusungnya, apakah sudah karena waton ada kampanye pasti geber-geber motor yang penting rame hore? atau sebenarnya himbauan itu hanya sebatas cuitan tak bermakna? hanya pemanis buatan yang bisa nampak sedap jika dilihat mata telanjang? 

oke, aku ndak akan menilai sedalam itu. karena di sini aku ndak punya kepentingan apa-apa selain mengadu.

#JogjaBerduka, mungkin itu hestek yang pas untuk menggambarkan situasi lain selain adanya konvoy parpol di Jogja hari ini. wakil gubernur DIY, Sri Paduka Pakualam IX wafat karena sakit, biasanya dalam budaya jawa, sripah/ peristiwa kematian benar-benar dihargai bukan dengan hingar bingar, tapi dengan ketenangan, penghiburan, bukan suara motor yang menderu-deru seperti kesetanan (ciri khas motor suara blar-blar ya di tong setan, bener kan?) tapi tetap saja, toleransi yang dibangun seakan tak terlihat pondasinya, bahkan mungkin para peserta konvoi tak paham arti toleransi? ah ini juga bukan hak ku untuk menilai, aku cukup melihat saja. dan lihat saja, himbauan sudah dimunculkan, tapi kenyataannya NOL BESAR
ah jangan menghakimi, mungkin saja pesan beliau tidak sampe ke pendukungnya. baiklah saya sedikit menahan diri untuk tidak menghakimi bahwa SANTUN adalah sekedar akronim tanpa makna yang juga dipahami pendukungnya.

ada yang berceloteh, "kenapa ya malah brisik begitu, mending layatan lebih manusiawi". mungkin ini betul, tapi mengingat jadwal kampanye yang diatur, mungkin jika tidak dilakukan sekarang, ybs akan kehilangan momen, tapi beribu sayang, ternyata setelah tetap dilakukan, justru terjadi gangguan pada warga yang akhirnya tak simpati pada peserta konvoi. lebih anehnya lagi ketika saya menemukan sebuah tulisan di media online, tentang larangan adanya konvoi, KONVOY KAMPANYE BAKAL DITINDAK, hal ini dinyatakan oleh pak pulisi Sleman sendiri, ini link nya :

http://jogja.solopos.com/baca/2015/08/27/pilkada-sleman-awas-konvoi-kampanye-bakal-ditindak-636929

Harianjogja.com, SLEMAN - Polres Sleman akan menindaktegas jika ditemukan konvoi arak-arakan dalam kampanye Pilkada 2015. Polisi menyiapkan total 1.300 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada Sleman.Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain menjelaskan, sesuai dengan Peraturan KPU 8/2015 bahwa tidak diperbolehkan melakukan konvoi dalam kampanye. Karena itu pihaknya akan melakukan penindakan jika menemukan adanya pelanggaran terkait itu. Selain itu mencoba mengimbau, untuk tidak melakukan arak-arakan. “Karena itu melanggar, dilarang dalam aturannya,” tegas Kapolres, Rabu (26/8/2015). Selain itu pihaknya akan merazia sejumlah bengkel yang kerap mengganti knalpot blombongan. Pemantauan sejumlah bengkel sejak dini terus dilakukan. “Yang jelas, akan ada tindakan tegas, karena kemarin Kapolda sudang mengeluarkan maklumat berkaitan dengan Pilkada,” imbuhnya.

aku lantas berfikir, ini sebenernya (yang kampanye tadi) masa bayaran? atau pendukung sekedar sorak hore? atau loyalis partai yang seharusnya sudah koordinasi dengan ybs? yang tentunya sudah paham aturan main, karena ucapan pak Pulisi Sleman itu sudah dinyatakan sejak Rabu, 26 Agustus 2015.

ah lagi-lagi aku tak boleh menilai terlalu dalam.

sejenak aku mikir, dulu waktu mas Elanto menghentikan konvoi MOGE yang tak tahu aturan di Concat, begitu banyak simpati yang mengalir dari warga Jogja dan juga dari orang lain, pasalnya terjadi banyak pelanggaran di sana. Dan di titik ini aku berefleksi, terdiam dan tiba-tiba limbung, miris dan gelisah. meskipun aku ndak tau orang yang konvoy kampanye parpol PILBUP tadi itu ikut mendukung aksi mas Elanto dulu atau tidak.. tapi setidaknya muncul pertanyaan, "ini "warga" jogja maunya apa sih?" (perhatikan tanda dalam kurung). MOGE dikatain outlaw, brisik, urakan, ndak tau aturan, dan di ungkap sebegitu hebohnya, tapi kenapa hari ini terjadi dan pelakunya bagian dari "warga" Jogja sendiri? yang sebenarnya kejadian hari ini bisa dianggap oleh orang lain "nah loh, jilat ludah sendiri".

semoga saja tulisanku ini tak dianggap mengganggu dan meresahkan, karena aku pikir, semua pengaduan, kritik, dan saran merupakan sarana bertumbuh yang baik bagi semua orang...


NB: malam tadi waktu perjalanan ke Magelang, aku misuh lagi, knapa? aku lagi asik jalan naik motor, tertib di jalanan yang macet, malah ada rombongan anak-anak plat AA-F (wonosobo) main sirine minta didahulukan..., "wooo cen asuuu, arogan...!!!", teriak ku.

Wednesday, November 18, 2015

JOGJA dan ROKOK

hari ini, masih belum hilang kegelisahan saya soal beredarnya anak alay di planet bumi ini. masih sekitar motor dan cara berkendara di jalan raya. sebenarnya ini masalah klasik, tapi hingga saya tulis artikel ini, bulan november di tahun 2015, apa sih masalahnya?? NGROKOK DI ATAS MOTOR, SAMBIL MELAJU DI JALAN RAYA. saya gak habis pikir, apa sih enaknya ngrokok di jalan dan sambil naik motor gitu? saya juga perokok, dan nggak tau kenapa kalau merokok di motor itu rasanya justru mau muntah.

wah tulisan ini fitnah!! terserah tanggapan pembaca apa, tapi buat ku ini bukan fitnah. beberapa pengalaman:
1. di jalan magelang, tepatnya di depan jogja paradise, waktu saya lagi nganterin doi balik ke magelang, ada biker nge-rokok dan jalannya nggak kenceng, juga nggak pelan, dan abunya itu kemana2, berhubung jalanan sangat ramai saya gak bisa mendahului dia, gimana rasanya kena abu rokok setiap kali dia menjetikkan jari2nya untuk buang abu rokok, ASBAK RAKSASA!! damn!!! dan kejengkelan saya bertambah ketika tanpa menoleh dia buang puntung rokok sembarangan dan kena celana panjang saya sampe bolong, anjrit banget ini!!! saya samperin, dan saya geber!!! "woe, mbuang tegesan sembarangan, keno aku dab!!".
artinya " woe, buang puntung rokok sembarangan, kena aku mas!!" dia tau saya marah dan cengir-cengir, dan saya tau dia merasa bersalah, harapan ku dia nggak ngulangin lagi.

2. di jalan gejayan, depan toko merah, orang naik mio juga berlaku yang sama, kayaknya dia orang luar pulau, wajahnya kelihatan bukan seperti orang lokal, dan ternyata benar, setelah saya tegur karena buang puntung sembarangan, logat nya seperti orang medan. tapi saya bersyukur, orang itu tidak marah dan mengatakan "maaf" ketika diingatkan dan diberitahu bahwa puntung rokoknya kena kaki saya. semoga dia juga tidak mengulangi tindakannya itu.

3. hari ini di timoho, ada anak remaja tanggung gitu boncengan gak pake helm, juga melakukan hal yang sama.. dan bukan plat jogja. tapi keburu dia kabur belum saya tegur.

saya memang bukan orang yang sempurna dalam bertindak tapi tindakan buang puntung rokok dan ngrokok di atas motor itu ASU BANGET!!!! ups saya misuh, mengumpat, ah bodo amat, tapi gpp deh.. di blog sendiri ini.. tapi saya bener2 heran sama orang yang sekolah ngaku terpelajar, tapi melakukan hal-hal yang merugikan orang lain tanpa menyadari tindakannya itu. SUCKS banget buatku... taik banget...

hari ini saya mendapat informasi dari akun @Jogja_Uncover tentang pemkot jogja mengeluarkan larangan merokok, demikian kutipannya

Pemkot Jogja akan menerbitkan Perda Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTAR) di 7 kawasan terlarang
  • Yaitu : fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar-mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan, tempat kerja, dan tempat umum
  • Tempat umum yang dimaksud adl lokasi wisata, tempat hiburan, hotel, restoran, kantin, halte, terminal, dan stasiun
  • Perda KTAR mengatur sanksi denda di tempat sebesar Rp 100 ribu bagi setiap orang yang terbukti merokok di kawasan terlarang
Warga Jogja bakal tak bisa lagi sembarangan merokok di tempat umum. Twitnya cek di TL


bukti adanya pergumulan yang sama dari followernya @jogja_uncover, cuitannya @netypinto

"@falsepromise04 @Jogja_Uncover iyaa ni. Didepan rumah tiap hari bisa ada 5-10 puntung. Padahal banyak daun kering. Kl kebakaran pie"

semoga saja dengan adanya perda ini, pemkot Jogja juga memperhatikan kegelisahan soal merokok di atas motor, semoga habitat orang-orang tak tahu diri itu berkurang, berpendidikanlah yang benar, pelajarilah etika dan norma, zaman sudah canggih.

bagi para pengamat sosial, masa sekarang disebut masa post modern, masa tahun 2015 masih hidup tanpa kepedulian terhadap alam dan orang lain...

mmm... hal ini kayaknya sama menyebalkannya dengan tindakan orang yang buang dahak dari atas motor sambil melaju tanpa lihat kanan kiri depan blakang.. wkwwkwk pernah kena? saya pernah..

Tuesday, November 10, 2015

JOGJA dan CARA MEMANASKAN MESIN MOTOR

beberapa hari lalu saya menulis tentang STREET RACE atau BALAPAN LIAR [versiku] karena banyak sekali orang mengkritik tanpa tahu apa yang ada dibalik aktivitas itu, banyak yang bilang kalau balap liar itu hanya mengganggu orang lain (yak saya setuju tapi saya punya pengecualian yang sudah saya tulis di tulisan sebelum ini).

saya juga sepakat bahwa ADA remaja-remaja nggak tahu diri yang maksain beli motor, minta uang (memaksa) orang tua nya hanya untuk modifikasi motor supaya tampak keren dan mengundang decak kagum teman-temannya. tujuannya hanya itu, gaya-gaya an. dan saya sepakat menyebut mereka dengan sebutan ANAK ALAY..!!! fix

sebenernya ruang gerak dan sebutan anak alay hanya dibatasi dari rasa suka dan tidak suka, bagi penulis lain yang melihat tulisan ini sebagai tulisan sampah juga pasti mikir tulisan ini alay, tapi tidak apa, yang penting saya tidak mengganggu kepentingan banyak orang. itu yang ada dalam pikiran saya saat ini.

saat ini tema anak alay masih belum lepas dari tulisan saya, apa sebab? yak!! karena anak alay tidak hanya mengganggu orang di jalanan dengan balap liar atau kelakuan minusnya yang tanpa mikirin orang banyak. contohnya di jogja, banyak sekali teman-teman saya, tapi khususnya saya, mengeluh karena teman kosnya alay, manasin motor tiap pagi atau siang atau malam (tergantung mereka mau kluarnya kapan), manasin motor dengan cara di geber-geber, hal ini sangat mengganggu bagi penghuni kos, selain ada yang sibuk belajar, sibuk nulis skripsi pasti akan terganggu dengan ulah mereka.

"diingatkan dong!", what??? diingatkan?? sudah seharusnya setiap orang menyadari bahwa tindakannya tersebut ganggu orang lain atau tidak. tapi oke deh, benar diingatkan, pernah saya mencoba mengingatkan, tapi akhirnya ada 3 paku pines nancep di ban depan motor saya (untung gak bocor), well bukan saya menyerah, tapi saya merasa bahwa apa yang mereka lakukan karena mereka tidak menyadari siapa diri mereka dan bagaimana mereka harus hidup berdampingan dengan orang lain. ada juga yang tiap datang ke kosan main klakson (klakson keong) brisik dan ALAY menurut saya. padahal gang masuk kos itu sempit, otomatis suaranya akan terdengar keras, pernah saya teriakin, "WOE ALAY di kosan aja main klakson..!!!", bukannya malu malah semakin menjadi dan pas dia pulang malah klakson2 depan kamar saya. tapi pas giliran servis, minta duit ke ortu sampe ngamuk2 di telpon (hahaha ini bukan wewenang saya ding, maaf kelewatan bencinya)

saya simpan dendam, mungkin saja, tapi ternyata ketidak nyamanan itu dirasakan oleh beberapa anak kos lama, dan ibu kos itu sendiri, sampe kosan cowok yang tadinya open 24jam dibuat aturan jam 22.00 semua teman harus sudah pulang... wkwkwk kocak kan? dan setiap kita yang ngomongin anak2 alay ini untuk tertib, justru dibenci dan dianggap tidak asik, tidak friendly (ini bukan fitnah, karena ada indikasi buat itu). buat saya pribadi sih ga masalah, "siapa elu, gak ada lu hidup gue juga lebih nyaman". nah mungkin ini juga ada dalam pikiran mereka (mungkin) tapi saya sih nggak akan pernah ngorbanin perasaan orang untuk memusuhi saya demi kepuasan saya geber-geber motor waktu manasin mesin seenaknya.

sebenernya tehnik manasin mesin motor itukan untuk naikin oli mesin, untuk basahin ruang2 gerak piston dan stang piston, dan motor yang setiap hari jalan gak perlu dipanasin sampe ekstrim, saya pernah baca di motorplus jaman dulu pas SMA (97-99), teringat banget, sebenernya cuma ngeslah dengan kondisi mesin mati 5-10x saja sudah cukup, dan bensin juga sudah ikutan turun ke karburator dengan sempurna, jadi motor siap digunakan.

jadi logika manasin motor dengan cara geber-geber sebenernya gak pas, selain bikin hubungan antar orang lain jadi gak harmonis, motornya kan bukan motor balap, cuma motor harian yang di modif fisiknya menyerupai motor balap, mending manasin otak buat kuliah dari pada geber-geber motor gak jelas.