Showing posts with label toroh. Show all posts
Showing posts with label toroh. Show all posts

Saturday, August 15, 2020

HIDUP YANG BERSYUKUR [bagian 1]

Kisah ini dimulai di saat seorang anak kecil bernama Rahmat mengikuti sebuah kompetisi sepeda yang bernama "Cycling Fair". Ia mengikuti kompetisi ini dengan penuh semangat dengan tujuan dapat memenangkan kompetisi itu meskipun dengan kondisi sepeda yang dia pakai sekarang tidak bagus seperti milik peserta lainnya.

Saat pertandingan akan dimulai seorang temannya bertanya, “Mat, apa kamu yakin dengan sepeda tua kamu bisa mengalahkan mereka?”. Rahmat melihat peserta lainnya dan kembali menatap temannya,

“Ali, kemenangan itu tidak ditentukan oleh seberapa bagus alat yang kita pakai, melainkan seberapa besar usaha kita untuk mencapai & mewujudkan apa yang kita inginkan”, sahut Rahmat. Ali terdiam oleh kata-kata Rahmat, tapi kemudian temannya masih ragu dan bertanya “sekarang bagaimana kamu bisa memenangkan kompetisi ini, sedangkan kamu sendiri tidak pernah mengikuti hal seperti ini sebelumnya dan badan mereka juga besar-besar”, sahut Ali. “Meskipun aku bukan orang yang berkecukupan, fisikku tidak sesempurna mereka, tapi aku mempunyai semangat yang besar dan Insya Allah jika kita mau berdo’a dan berikhtiyar pasti ada jalan”, jawab Rahmat.

Kemudian Rahmat pun masuk ke barisan peserta dan bersiap-siap. Temannya pun memberi semangat dan percaya bahwa Rahmat bisa memenangkan kompetisi ini. Beberapa saat kemudian bunyi peluit tanda pertandingan dimulai pun telah ditiup “Priiiitttt”. Para peserta pun mulai mengayuh sepedanya masing-masing dan melaju dengan cepat. Diputaran pertama, Rahmat tertinggal oleh peserta lain tetapi dia tetap mengayuh sepedanya dengan penuh semangat.

Penononton yang melihat kompetisi itu tidak yakin kalau Rahmat bisa menang karena Rahmat sudah tertinggal jauh diputaran pertama. Hal ini tidak membuat Rahmat putus asa, dia yakin bahwa dengan sepeda pemberian kakeknya yang dipakai sekarang ini dia bisa menang karena semangatnya sudah bercampur dengan harapan dan impian. Dia pun yakin semangat kakeknya pun ada didalam dirinya. “Aku pasti bisa”, teriak Rahmat dengan penuh semangat. Diputaran kedua, Rahmat perlahan-lahan mulai mendekati peserta lain dan melewati peserta lainnya satu persatu.

Ali berteriak, “Ayooo, aku yakin kamu pasti bisa!!!”. Dan diputaran terakhir Rahmat sudah pada urutan ke-3, ia terus mengayuh sepedanya dengan sekuat tenaganya. Saat detik-detik terakhir mencapai garis finish akhirnya Rahmat pun dapat berada di urutan pertama dan memenangkan pertandingan ini.

Kemudian Rahmat mendapat hadiah berupa uang sebesar 2 juta rupiah dan voucher makan senilai 500 ribu rupiah di restoran mewah. Dia bisa memilih mau menukarkan vouchernya dengan uang atau untuk diapakai makan di restoran mewah. Tapi Rahmat memilih untuk menukarkannya dengan uang. Rahmat pun sujud syukur atas kemengannya karena ia sangat bersyukur bisa membantu keuangan keluarganya. Beberapa saat kemudian setelah acara selesai

Rahmat dan Ali pun memulai perjalanannya pulang kerumah, sebelumnya dia masuk ke toko buku dan membeli buku banyak sekali dan ditengah jalan dia berbelok ke sebuah warung makan untuk membeli makanan. Dan tidak disengaja pula ada keluarga seorang wirausaha yang menonton kompetisi itu bertemu dengan Rahmat. Wirausahawan itu bernama Robi, dia sedang makan bersama keluarganya warung makan tersebut tapi dia bingung kenapa anak itu tidak memakai vouchernya untuk makan direstoran mewah, malah memilih makan di warung makan yang sederhana ini. Dan ia melihat anak itu dan temennya hanya memesan nasi goreng dan tempe penyet. Kedua anak itu makan dengan lahapnya dan menikmati makanan itu. Setelah melihat mereka selesai makan pak Robi pun medekati dan mengajak mereka ngobrol, Kemudian pak Robi bertanya kepada mereka, “kenapa kalian tidak menerima voucher tadi yang makan di restoran mewah, tapi lebih memilih menukarkan dengan uang dan makan di warung makan yang sederhana ini?”. Kemudian anak itu menatap pak Robi dan bercerita tentang kehidupannya dan keluarganya yang serba kekurangan. “Pak, memang saya hidup di keluarga yang biasa, saya memilih untuk makan disini karena saya lebih bisa menikmati hidup saya dan mensyukuri hidup ini apa adanya. Dan saya ingat diluar sana masih banyak orang yang tidak seberuntung saya. Oleh karena itu saya tidak mau menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak bermanfaat”, sahut Rahmat. “Lalu, aku lihat di kardus itu banyak sekali buku. Kenapa kamu membeli sebanyak itu dan kenapa ada 3 buku yang tidak dimasukkan di kardus?”, tanya pak Robi. Kemudian Rahmat pun menjelaskan bahwa buku yang ada didalam kardus itu akan disumbangkan ke sebuah yayasan panti asuhan dan yang tigak buku lainnya untuk dibacanya sendiri. Dia pun menjelaskan kalau kakeknya juga mengajarkan kepadanya untuk selalu berbagi dan selalu jadi orang yang bermanfaat kepada orang disekitarnya. Harta hanyalah sebuah titipan Allah, sewaktu-waktu Allah bisa mengambilnya. Yang bisa kita lakukan yaitu bersedekah dan beramal kepada orang-orang disekitar kita. Insya Allah rezeki itu akan selalu ada jika kita mau berusaha dan bekerja keras serta tidak melupakan orang disekitar kita. Mendengar kata-kata Rahmat membuat Pak Robi termenung dan menyadari bahwa dirinya yang sekarang masih kurang mensyukuri apa yang ada. Untuk terakhir kalinya Pak Robi bertanya, “apakah kamu sudah mendapatkan dan merasakan kenikmatan dalam hidupmu?”. Anak itu menjawab, “Alhamdulillah, saya sudah dan masih merasakan nikmat dalam hidup saya”. Pak Robi pun agak bingung dengan jawaban anak itu. “kalau boleh tahu nikmat apa saja itu?” tanya pak Robi.

Kemudian anak itu menjelaskan bahwa nikmat yang dirasakannya yaitu mata, hidung, mulut, telinga, kaki dan tangan karena dengan itu semua saya masih bisa merasakan bagaimana bisa melihat, bernafas, berbicara, mendengarkan, berjalan dan membantu orang disekitarnya. Dan akhirnya pak Robi pun meneteskan air matanya, ia terharu dengan ucapan anak itu. Dia pun berterima kasih kepada Rahmat karena sudah meberikannya pelajaran yang berarti dalam hidupnya.



SOAL UNTUK DIKERJAKAN

1. Setelah membaca cerita di atas, Apakah makna bersyukur?

2. Tuliskan, salah satu sikap hidup bersyukur yang dimiliki Rahmat saat mengikuti kompetisi di “Cycling Fair”?

3. Apakah kamu pernah bersyukur dalam hidupmu? Apa saja yang kamu syukuri? Tuliskan pengalamanmu di bukumu (1 lembar saja)

Petunjuk mengerjakan : tulislah 3 soal ini di bukumu dan jawablah sesuai dengan pertanyaan yang ada. Setelah selesai fotolah pekerjaanmu dan kirimkan melalui WA ke Pak Dioz Mahardhika

Sumber : https://www.kompasiana.com/windycitranegara/5512b840a333113b62ba7d2c/kisah-seorang-anak-sederhana-yang-mensyukuri-hidup

Thursday, August 13, 2020

BELAJAR BERTANGGUNG JAWAB [bagian 1]

CERITA 1

Kejadian ini diceritakan terjadi pada tahun 1920 di Amerika Serikat. Saat itu seorang anak berusia sembilan tahunan bermain bola di komplek rumahnya. Entah mengapa ia menendang bola terlalu keras dan mengenai kaca jendela sebuah rumah di komplek tersebut. Tak ayal kaca jendela itu pecah berkeping, sementara sang pemilik rumah marah besar.

Pemilik rumah minta ganti rugi untuk kaca yang sudah dipecahkan sebesar 12,5 dollar tak peduli siapapun pelakunya, seorang anak kecil sekalipun. Pada saat itu uang sebesar 12,5 dollar nilainya sangat besar, setara dengan 125 ekor ayam betina. Anak itu merassa takut sekaligus bingung karena tak punya uang.

Dengan wajah murung ia pulang meminta bantuan uang kepada ayahnya. “Kamu harus bertanggung jawab atas kesalahanmu jangan meminta orang lain untuk menanggung kesalahanmu,” kata ayahnya.

Tapi, saya tidak punya ia,” jawabnya melas.

“Saya akan meminjam uang untuk kamu. Tetapi kamu harus mengembalikannya dalam satu tahun,” kata si ayah mengajukan syarat.

“Baiklah!” jawab anak itu senang.

Setelah itu si anak bekerja sampingan untuk mendapatkan uang. Dalam waktu enam bulan ia berhasil mengumpulkan uang sebesar 12,5 dolar dan melunasi hutang kepada ayahnya. Si ayah sangat senang menerima uang dari anaknya. “Kamu memang seorang kesatria sejati!” puji ayahnya sambil tersenyum.

Pada masa selanjutnya tersiar kabar bahwa anak itu berhasil menjadi presiden Amerika ke-40. ia memerintah Amerika sejak tahun 1981 hingga 1989. kisah tersebut adalah salah satu kejadian yang pernah dialami oleh Ronald Wilson Reagan (1911-2004).

PESAN MORAL DALAM CERITA 

Sikap bertanggung jawab adalah modal keberhasilan dibidang apapun. Berdasarkan kisah di atas kita dapat melihat bahwa sikap bertanggung jawab mendidik seseorang mengatasi masalah dan memperbaiki diri sendiri. Didikan dari orang tua membuat Renald Reagan kecil tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Selama masa kepemimpinannya Ronald Reagan dinilai cukup berhasil memajukan perekonomian Amerika Serikat. Dirinya juga dicintai rakyat. Hal itu nampak jelas dari kesedihan yang luar biasa dari sebagian besar rakyat Amerika ketika ia meninggal dunia pada tanggal 5 Juni 2004.

Masing-masing diantara kita sudah pasti dituntut tanggungjawab, entah terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan, pekerjaan dan lain sebagainya.. “Hari dimana anda menerima tanggungjawab dan berhenti mencari alasan, dihari itulah anda mulai melangkah menuju sukses,” O.J. Simpson. Menjalankan tanggungjawab dengan baik mendidik diri kita untuk senantiasa melakukan segala hal dengan baik dan benar.

Sebagaimana filsuf seperti Aristotle mengatakan, “Kualitas bukan suatu tindakan, tapi suatu kebiasaan.” Bila kita selalu membiaasakn diri bersikap bertanggung jawab, maka sikap tersebut akan menjadi ciri khas dan memberi manfaat sangat besar terhadap diri kita. Misalnya seseorang yang selalu bertanggungjawab maka ia akan memiliki jiwa luhur dan satu kekuatan semangat kerja yang luar biasa. Dengan kata lain, membiasakan diri bersikap tanggungjawab memberikan dampak posisi lebihi besar disbanding kerugiannya.

SOAL YANG HARUS DIKERJAKAN
1. Setelah membaca cerita di atas, apa arti tanggung jawab?
2. Apa yang dikatakan Aristotle tentang tanggung jawab?
3. Apa yang dikatakan O.J. Simpson tentang tanggung jawab?
4. Tuliskan cerita tentang tanggung jawab yang pernah kamu lakukan (boleh lebih dari 1 cerita)

cara mengerjakan : tulis dibukumu, setelah selesai di foto dan dikirimkan ke WA pak Dioz Mahardhika

sumber : https://azizisme.blogspot.com/2013/06/belajar-tanggung-dan-berhenti-mencari.html

Friday, June 5, 2020

ADA BATMAN DI KELAS

Hari ini adalah hari kelulusan anak-anak kelas 9, bertepatan dengan itu, anak-anak kelas 7 dan 8 juga sedang mengerjakan PAT (penilaian akhir tahun ajaran). Karena saat ini Covid-19 belum juga selesai, anak-anakpun harus mengerjakan soal tersebut dari rumah.

Ada kejadian lucu yang membekas di hati saya ketika mendampingi anak-anak ini ujian. Namanya saja anak sekolah waktu ujian, ada yang bisa dan ada yang tidak bisa, karena catatan tidak lengkap atau malas belajar. Jika sudah buntu tidak bisa mengerjakan, biasanya mereka itu membuat kerusuhan, mencoba menarik perhatian guru supaya bisa mencontek teman lainnya.

Saya adalah guru yang gak peduli pada semua itu, ketika keributan terjadi, saya hanya berkata,

"ketahuan contek, kalian akan kerjakan tes di luar, dan jika tidak dapat dinasihati, kertas akan saya sobek dan siap2 tidak naik kelas".

Namanya juga anak-anak sudah dinasehati tetap saja ada yang melawan dan abai, tanpa pikir panjang, saya mengingatkan mereka sekali lagi dan segera membuat gambar topeng batman dan saya pake, untuk mengawasi anak-anak,

"sekarang kalian diawasi oleh Batman",

sontak mereka semua tertawa dan anehnya tidak ada lagi yang mencontek ketika saya memakai topeng ini, mereka mengerjakan sendiri, meskipun salah.

Hari ini anak-anak kelas 9 dan kelas 8 asik ngobrol di WA grup, 1-2 anak ngobrol ngalor ngidul sampe kadang lupa batasan. Iseng saja saya upload foto menggunakan topeng Batman, mereka tertawa dan kembali ke batasan2 wajar dalam chat. 

"Ah ternyata saya rindu bertemu anak-anak itu"




Wednesday, September 18, 2019

LITURGI PERNIKAHAN

berikut ini adalah liturgi yang saya gunakan untuk Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan pernikahan saya pada tanggal 18 Agustus 2019.
liturgi ini didasari oleh tata cara pernikahan yang dimiliki oleh GKI Purwodadi Grobogan, tempat saya melangsungkan pemberkatan pernikahan.
kiranya dapat digunakan sebaik-baiknya.

Friday, March 15, 2019

SUYOKO DAN DANA

"Suyoko dan Dana, selamat menempuh hidup baru ya, semoga apa yang kalian impikan dan harapkan bisa terwujud dalam hidup berkeluarga kelak".


siapa sih mereka berdua itu? mereka adalah... mmm... bisa dibilang keluarga baruku ketika aku berpindah dari Muntilan ke Purwodadi. Mas Yoko adalah anak dari Pak Tono yang selama ini paling banyak frekuensinya bertemu denganku, apalagi saat aku tinggal di Toroh, hampir tiap pagi pak Tono selalu datang.

Pak Tono adalah lelaki yang belum terlalu tua (dan tidak juga muda) yang selalu aku kagumi dari caranya mendidik anak-anaknya. beliau ini berhasil mendidik dengan baik, contohnya : memiliki keluarga yang kompak, rajin beribadah, peduli satu sama lain, keluarga yang melayani, dan anak-anaknya terlihat sangat berbakti pada orang tuanya. Luar biasa banget lah melihat ada orang tua yang memiliki banyak anak, tetapi semua anaknya memiliki karakter yang baik, padahal keluarga pak Tono bisa dibilang bukan keluarga yang berlebihan. setiap hari pak tono menjadi juru parkir di warung makan bu Yuli, dan setiap sore beliau mengambil tempe untuk dijual pada pelanggannya. dulu sewaktu aku masih senang memasak, aku selalu mendapat 10 tempe gratis setiap minggu. tapi sekarang aku malas memasak, selain tidak memiliki waktu luang, aku lebih suka menggunakan waktuku yang ada untuk tidur dan mempersiapkan diri untuk bertugas.

kembali ke mas Yoko, mas yoko ini adalah salah satu anak yang perhatian pada ibu dan adik-adiknya, dia juga pintar main musik, setiap minggu, dia tak pernah bosan datang ke Toroh untuk mendampingi adik-adiknya yang melayani dibidang musik. prigel, telaten, rajin, itu yang selalu saya lihat ada pada diri mas Yoko ini, bayangin saja, dia kerjakan sendiri dekorasi untuk pernikahannya sendiri, sering saya lihat dia sedang motongin sterofoam di kamarnya dan di pastori GKI Purwodadi.

lalu gimana dengan mbak Dana, mmm, hehehe maap saya kurang paham dengan beliau, karena belum pernah berbincang sama sekali, kami hanya bertemu dan bersalaman kalau ada acara Persekutuan Rumah Tangga di rumah Pak Tono, jadi dalam tulisan kali ini saya tidak bisa bercerita tentang mbak Dana.

besok adalah hari bahagiamu mas yoko dan mbak dana, selamat menempuh hidup baru ya! selamat ribut rukun, sehat selalu dan bahagia