Showing posts with label raksasa. Show all posts
Showing posts with label raksasa. Show all posts

Friday, March 27, 2015

ALERIA [bagian pertama]

entah apa yang kupikirkan pagi ini ada perasaan tak enak yang mengganjal di hatiku, membuat aku terbangun dan tak bisa memejamkan mata kembali.aku mulai mematikan lampu 5watt bercahaya kuning yang ku jadikan lamput tidur, tak jauh saklarnya dari tempat tidurku. kamar kosan ku berukuran 4mx5m dan bagiku ini sangat luas, bahkan ketika mau menyalakan lampu utama yang berwarna putih, aku harus berjalan beberapa langkah, sangat berbeda dengan kamar kos ku sebelumnya, eh iya aku baru pindah kosan. Namaku Aleria tapi teman-temanku menanggilku lele.

"Aleria...!!", terdengar suara ibu kos memanggilku dari rumahnya,

ternyata beliau sedang menyapu teras depan rumahnya, dan sedang membereskan sampah-sampah yang menumpuk akibat 3 hari tukang sampah kompleks sini sakit.

"nih ada paketan dari JPE, tapi tumben ya paketnya datang jam 4 pagi, dan hanya diletakkan di meja sini", lanjut ibu kos setelah aku berada dihadapannya

"ini ada tanda terimanya, tapi ya ibu ndak tandatangani, soalnya orang yang ngantar keburu pergi".

setelah berterimakasih aku pun kembali masuk ke kamar sambil terus berusaha membaca nama pengirim yang tertera pada surat tanda terima, tapi tidak jelas karena tintanya luntur terkena air hujan

paket itu kecil, segera saja ku buka, perlahan mulai dari kertas kado pembungkusnya, kertas koran, dan akhirnya ada kardus yang menjadi tempat.... "oh lipstik....", gumam ku.
ternyata paket itu berisi paket lipstik yang sedang terkenal di kota ini, karena selain di kantin kampus, perpustakaan, ternyata di mall, atau di shelter bus trans jogja, banyak perempuan-perempuan yang memakainya

"wah dari siapa nih, beruntung banget aku dapet ini, sepasang lagi, padahal kan mahal", ucapku lirih pada diri sendiri.
ya lipstik itu memang sepasang, berwarna merah dan bertuliskan "Me She" dan "Ng Men".

"meskipun apik dan terkenal, tapi nama prodaknya cukup aneh", batinku. segera saja ku bereskan pembungkus lipstik itu dan kubuang di tempat sampah.

aku beberes merapikan kamar ku, menyapu karpet dan rambut rontokku yang terlihat sangat banyak di lantai kamarku. rambut ku memang butuh perawatan ekstrim sepertinya, karena rontoknya semakin parah. sembari aku menyapu, aku mendengar HP ku berbunyi, tampaknya ada pesan masuk via twitter.

ternyata dari @falsepromise04, isinya, "ku harap kamu menyukainya :)".

wah aku tidak kenal dengan dia, sejenak ku hentikan aktifitas ku, aku mulai mencari identitas @falsepromise04 tapi tak ku temukan satupun clue untuk mengetahui siapa dirinya, bahkan ketika aku melihat twitnya, kicauannya tak pernah menunjukkan dia berkomunikasi dengan seseorang. followers nya 0, following nya 0, dan telah men-twit 25k kali tanpa mention siapapun, kecuali pada diriku di hari ini. mention kepadaku adalah yang pertama dia lakukan di twit nya yang ke 25k. kubuka photo dan memahami isi twitnya, dia hanya men-share gambar senja, malam, gelap nya sebuah padang rumput, kamar, dan bintang, isi perkataan di tiap twitnya juga bernada galau, merindu, marah, dan ocehan tak jelas soal semesta.

"siapa ya orang ini", tanyaku pada diriku seraya menyelidik dan juga mengernyitkan dahiku. lalu ku beranikan diriku membalas twitnya

"terimakasih, tetapi kamu siapa? RT @falsepromise04 ku harap kamu menyukainya :)", ku tunggu beberapa saat dia tidak membalas, hingga siangpun tidak ada balasan darinya.

suara toa masjid sangat keras terdengar dari kamarku, karena belakang kamarku ini adalah masjid kampung di sini. hari sabtu ini aku tak ada kuliah, setelah membereskan kamarku, setelah mandi, dan setelah ngopi, aku merebahkan diriku, kupikir ini adalah me time.

aku tak terlalu fokus pada suara orang yang melantunkan sebuah seruan beribadah di toa, aku hanya melihat beningnya lipstik dan lipgloss yang tadi kudapatkan dari orang yang tak jelas.
tiba-tiba ada suara keras di depan kamarku, ku kira orang melemparkan tempat sampah, tapi ternyata ada kardus berukuran sedang, seperti kardus intromie, yang dibungkus dengan lakban putih transparan, bertuliskan : teruntuk Aleria
aku memeriksa sekelilingku, tak jelas siapa yang mengirimkan kardus itu. tak ada orang sama sekali. bahkan anak-anak kos di kosan ku tidak nampak satupun, hari itu hari sabtu, biasanya mereka semua pulang ke kampung masing-masing, dan pulang hingga hari senin pagi atau minggu malam.
tinggal aku sendirian dan keluarga ibu kosan. bergegas aku menanyakan perihal kardus intromie itu kepada ibu kos, dan beliau mengatakan tidak tahu menahu soal orang atau siapapun yang mengirimkan kardus itu padaku. segera ibu kos menyuruhku membuka kardus tersebut. dan segera ku lakukan di teras depan rumah ibu. setelah ku buka isinya Tas, sangat bagus berwarna krem, dihiasi dengan besi2 kuning emas membentuk lingkaran dan rantai di setiap sisinya.

"wah, dapat tas gitu lho, kok kamu sehari dapet 2 kiriman ya, memang nya kamu lagi ulang tahun ya le?", tanya ibu kos yang mengganggap aku main-main dengan ketidaktahuanku atas kiriman-kiriman hari ini.

"nggak kok bu, saya ga ulang tahun, dan saya sama sekali nggak tahu dari mana ini semua, ya sudah bu saya kembali ke kamar, mau nge-cek siapa tahu di dalamnya ada suratnya atau uangnya, hehehe", candaku pada ibu kos.

aku kembali ke kamar dengan terus berfikir siapa yang memberiku 2 paket hari ini, sangat misterius.
barang-barang yang dikirimkan kepadaku merupakan barang yang bagus dan terlihat mahal, apalagi tasnya. setelah 3 jam berlalu, HP ku berbunyi lagi, ternyata ada mention dari @falsepromise dengan isi yang sama dengan yang tadi. aku mulai sangat penasaran padanya, aku memancingnya dengan tidak membalas mentionnya, dan segera saja aku mencari di google, mencari foto tas yang mirip atau sama persis dengan tas tersebut, dan ku edit sehingga tas itu tampak rusak, dan ku unggah tanpa mention di twiterku


"sedih baru dapet paket ternyata tasnya rusak http:\\twitpic\xcjksdYGBNLK561231".


aku memposting hal tersebut supaya memancing reaksinya, supaya @falsepromise04 menunjukkan jati dirinya. tapi ternyata ku tunggu hingga malam hari, tak ada reaksi sama sekali. dan kali ini ku beranikan mention dengan twit

"@falsepromise04 kok tasnya rusak ya http:\\twitpic\xcjksdYGBNLK561231"

dan kutunggu tidak ada balasan, akhirnya aku menonton televisi, tayangan dari MEPETTV_iniTALK_bouw. aku cekikikan melihat ulah para bintang tamu yang terkenaltapi gokil, dan host serta co hostnya. mereka berdua, si asep koreng dan dadang borok, memang jago sekali mengolah kata menjadi canda, tapi tiba-tiba saja listrik mati, segera saja aku meraih senterku yang ku letakkan di bawah meja komputerku. aku anggap ini kejadian langka tapi biasa, listrik kosan kami emang sering jeglek, karena over pemakaiannya, tapi kan sekarang tidak ada seorang pun di rumah, kecuali aku dan ibu kos, dan biasanya tidak pernah jeglek. baru kali ini sejak kepindahanku 3 minggu yang lalu, listrik mati tapi tidak ada seorangpun teman kos ku di rumah.

aku segera membuka pintu kamarku dan bergegas naik ke lantai 2 untuk mengecek steker dan sekering listrik. box nya ada di ujung ruangan lantai 2, dan ternyata aku melihat ada mas boby, anak dari ibu kos yang sedang memerika, box itu.

"rusak mas?", tanyaku padanya, tapi dia tak menjawab,

"apanya mas yang error", tanyaku lagi,

tapi dia tetap tak menjawab, hanya tampak sinar lampu sorot senter yang bergerak-gerak mengikuti gerakan tangannya yang memegang kabel.

"ya sudah mas aku turun ya, semoga bisa cepat nyala lagi", ujarku sambil beranjak dari bangku  yang ada di blakang mas boby,

pojokan ruangan di lantai 2 itu adalah ruang untuk nongkrong bareng anak kosan, ibu kos memang memberi fasilitas seperti bangku-bangku juga tivi di sana. setelah aku berada di tangga lantai 1, tiba-tiba listrik menyala, dan aku berteriak, "mas boby trimakasih ya...!!!".

"hoeeeee.....!!!", terdengar jawaban dari dapur rumah ibu kos,

dapur itu posisinya berada di depan deretan kamar-kamar kosan (termasuk kamarku),

tampak mas boby menyembulkan kepalanya dijendela dapur, "hoee, apa le?", tanya nya padaku
aku tertegun dan heran kenapa mas boby sudah di dapur,

padahal aku tidak melihatnya dia mendahului ku, dan akses untuk ke lantai 2 kan cuma melalui tangga ini. tapi aku segera menjawab mas boby, "makasih udah nyalain listriknya",

dan mas boby tersenyum dan bilang "iya iya le". jawaban itu melegakanku.

dari dalam kamarku ku dengar HP ku berbunyi, menandakan ada mention masuk, segera ku masuk kamar dan ku cek, ternyata.... aku kaget... kaget setengah mati... tenggorokanku serasa tercekik, terasa tak percaya... "astaga...!!!!" teriak ku sambil menahan supaya suaranya tak terdengar hingga keluar.

@falsepromise04 menuliskan twit-nya :
"sejak kapan kamu suka bersandiwara le? http:\\twitpic\xcjksdYGBNLK56sdhsjhd1"

dia mengirimkan pesan padaku bersama dengan sebuah foto yang nampak baru saja diambil, dalam sebuah gelap+sinar lampu senter, dia yang menggunakan sarung tangan, memegang tas itu yang masih tampak baik, dan dia tahu kalo aku membohonginya,

tapi... dimana dia sekarang padahal setelah ku amati pic itu diambil 1 menit sebelum listrik menyala.

===BERSAMBUNG===


NB : saya nggak tau tiba-tiba bisa berimajinasi dan langsung menuliskan cerpen misteri, hal ini sebenernya terinspirasi dari SillyBLF @justsilly, doi tokoh utama dalam pergerakan gerakan sosial kemanusiaan yang bernama  blood for life @Blood4LifeID (penggerak donor darah dan memberikan kepada setiap pasien di manapun di seluruh Indonesia yang membutuhkan bantuan donor darah). doi pagi ini men-twit kalo baru saja dapet tas dan lipstik, nggak tau kenapa otak saya langsung terkait sama film horor jepang, yang ada seorang perempuan yang seneng banget nerima paket rambut palsu, tapi ternyata rambut itu bekas rambut perempuan-perempuan yang dibunuh, dan waktu dipake, rambut palsu itu malah ngebunuh si pemakai. nah based on hal-hal tersebut, aku berharap cerpen ini nggak merugikan siapapun,

Tuesday, February 17, 2015

ANTONI

halo agan-agan pecinta kisah misteri, saya akan kembali menceritakan sedikit pengalaman saya, tentang awal mula diri saya dapat berhubungan dengan dunia yang menurut saya aneh ini. cerita kali ini banyak menggambarkan tentang masa lalu saya, bukan curhat lho ya tapi saya ingin pembaca mengerti latar belakang saya dan rumah tinggal sya yang kompleks

kelas 2SD saya kehilangan ayah saya, cerita nya tidak jelas, tetangga saya ada yang cerita kalau ayah saya disantet oleh orang jawa timur, pihak dari keluarga ada yang mengatakan kecelakaan, atau ada juga yang bercerita ayah saya bunuh diri, hingga sampai saat ini saya tidak mendapatkan jawaban yang jelas. semenjak kematian ayah saya, ibu menjadi pribadi yang sangat berubah, beliau adalah orang yang pendiam, orang yang tak banyak tingkah, ketika ayah meninggal, sikapnya menjadi garang, tak jarang saya ditampar jika tak mau makan, pernah saya sedang bermain, ketika ibu pulang dari pasar, dan mendapati saya belum mandi, langsung saya diseret dari tempat bermain saya, lalu disiram dengan air dingin, dan dimandikan tanpa melepas baju terlebih dahulu. setelah saya menggigil dan berteriak ampun, barulah saya diberi handuk. hampir setiap kali, sepulang dari pasar, saya mendapatkan perlakuan yang sangat menyakitkan, disiram air dan diseret itu termasuk beruntung, terkadang ibu menyabetkan sapu rotan ke pantat dan kaki saya, supaya saya tidak bermain terus setiap hari (gagang dari sapu rotan jaman dahulu ada ulirannya dari plastik berwarna-warni, itu sampai terkelupas untuk mukulin saya)

tidak boleh bermain terus? padahal di rumah hanya ada ibu, kakak perempuan, dan saya. kakak perempuan saya enggan bermain dengan saya, dia lebih memilih dengan teman-teman 1 desa dan 1 umuran, ibu seharian di pasar dan tidak ingin saya mengganggunya di pasar, sedangkan saya sepulang sekolah selalu tinggal sendirian. rumah kami besar, bangunan belanda, rumah kami leter U, sebenarnya 2 rumah besar, hanya saja digabung menjadi 1 dengan sebuah lorong yang membentuk huruf U. saya dan ibu tinggal di rumah belakang, kakak perempuan saya yang punya usaha perpustakaan di desa waktu itu, tinggal di kamar depan. dan kakak saya melarang saya untuk hadir, masuk, dan mengganggu nya ketika dengan teman-teman nya. sehingga sepulang sekolah saya selalu ada di rumah belakang, tanpa hiburan, hanya membaca dan mendengar radio.

rumah kami di kelilingi kepbun pisang yang sangat luas, terlebih di belakang kamar yang saya tempati ada kebun pisang yang rimbun dan tidak terurus, di samping rumah kami, diantara lorong rumah, ada keluarga pak sardi dan mak mar, yang juga mempunyai banyak anak, di kebun pisang itu juga terdapat toko besi yang saya ketahui ternyata itu sudah jadi rumah kosong sejak saya kecil, tapi waktu itu saya belum paham soal rumah itu

suatu siang, ketika saya pulang sekolah, keadaan rumah kami begitu gelap, lorong yang sepi dan dapur rumah ku yang gelap terasa begitu dingin dan mencekam, saya mendengar suara "klotak" seperti ada batu yang dilemparkan di lemari makan kami, saya yang waktu itu masih memakai seragam SD segera mencari sumber bunyi itu. setelah lama, ternyata saya menemukan batu akik putih, yang dalam nya seperti ada sisik ular jika diterangi dengan lampu, tapi om lilik tetangga saya yang gemar mengkoleksi batu akik menyebutkan batu itu adalah jenis kolang-kaling. saya simpan batu itu, setiap hari saya bawa, karena saya suka warna nya, dan menurut saya itu adalah benda yang sangat berharga (harta karun). tetapi sebenarnya dari situlah awal kejadian saya bertemu dengan Antoni, anak yang mengaku tinggal di belakang rumah saya dan mak mar (toko besi). di lorong rumah ku, mempunyai dinding kayu yang tidak rapat, pertemuan ku dengan antoni ini, berawal ketika aku nekat masuk ke rumah depan tempat kakak ku, aku dimarahi dan di cakar dibagian kaki, aku menangis, dan ketika hendak masuk kamar, di samping rumah itu, ada anak lelaki yang memanggil ku, "dioz, dioz...... stttttt, sini, jangan nangis". awal nya saya tidak peduli, tapi ketika saya masuk ke kamar mandi samping saya kaget kalau anak itu mengetuk dinding kayu tempat saya BAB kala itu, dan mengajak saya berbicara, dengan beralasan bahwa saat itu dia juga sedang BAB di kamar mandi sebelah. akhirnya kami pun berkenalan (saya percaya saja ada kamar mandi disamping rumah), sering kali kami ini ngobrol hingga malam, membahas soal robot, film anak-anak saat itu. hingga suatu saat saya diomelin ibu, kenapa kalau mandi selalu hampir 2jam. sampai-sampai antoni memberi tau saya kalau ibu saya sedang mengintip, dan ternyata benar. kami selalu ngobrol di wc. saya tidak berpikir aneh-aneh saat itu karena kondisi saya yang mungkin tanpa saya sadari saya butuh teman, saya menerima kehadiran antoni dalam hidup sehari-hari.

pernah suatu hari antoni, menemani saya semalaman ketika ibu saya mengurung saya di kamar mandi, sepulang dari pasar, ibu melihat saya sedang bermain pasir, bersama dengan teman-teman saya, langsung saja saya diseret masuk kamar mandi, kepala saya dipukul menggunakan gayung, semakin saya berteriak semakin keras pukulan ibu saya ke badan saya, bersamaan dengan itu ibu saya ngomel karena bau badan saya amis pertanda seharian saya main di luar, terkena debu dan sinar matahari, saya dimandikan tanpa melepas baju, dan saat itu ada banyak saudara sepupu saya, dan anak tetangga yang melihat proses itu, semakin banyak yang menonton, ibu saya semakin berang dan dia menjambak saya, mungkin maksudnya menyuruh saya keluar, tetapi karena saya menangis terus, ibu sya mendorong kepala saya hingga kena tembok kamar mandi, tangisan saya yang sudah lirih, kembali menjadi-jadi, mungkin berkenaan dengan itu, emosi ibu saya tersulut lagi, kepala saya di gerus-gerus kan ke tembok sambil mengatakanberkali-kali, "diam,,,,,,diam kamu...!!!!", serentak dengan itu yang nonton adegan saya mandi dihajar oleh ibu, kabur semua. akhirnya separuh wajah saya biru, dan bengkak, sakit sekali. tembok kamar mandi kami saat itu masih berupa batu-batuan yang di susun, dengan semen+pasir, tapi tidak di lepo untuk finishingnya di abaikan (permukaannya tidak dihaluskan). waktu saya mengeluh, ibu mengurung saya di kamar mandi semalaman. dan antoni muncul mencoba menghibur saya dengan cerita2nya dia baru pulang dari jepang menaiki robot gundam, dan voltus, terbang bersama silver hawk.

agan-agan, saya tidak tahu apakah pengalaman saya bertemu antoni ini bertepatan dengan saya menemukan akik kolang-kaling, antony menghilang ketika saya hendak pindah rumah, kelas 1 SMP, suatu saat ketika saya pamit dengan nya, dia sempat menangis, saya tidak pernah melihat tubuh antoni secara utuh, saya hanya melihat baju putih bersih corak kotak2 merah, celana pendek biru, kulit nya yang putih, mata nya yang coklat jernih, dari kelas 2 SD hingga kelas 1SMP sya tidak pernah curiga dan menanyakan kepada tetangga tentang keberadaan antoni, setelah saya SMA dan mulai akrab dengan pemuda kampung, saya mulai menelusuri kebun belakang rumah dan baru mengetahui bahwa rumah itu adalah rumah kosong milik warga tionghoa campuran belanda yang pindah akibat kerusuhan etnis di desa kami, yang mungkin-baru mungkin antoni adalah anak laki-laki dari keluarga itu yang meninggal akibat kerusuhan tersebut.

batu akik itu sekarang sudah saya buang, saya membuang di sungai serayu, yang sebelumnya di doakan terlebih dahulu, karena beberapa kali saya membuang, semenjak SD, dulu, batu akik itu selalu kembali di atas lampu 5 watt di dapur saya.

cerita ini bukanlah curcol, tapi saya ambil kesimpulan, setiap anak kecil pasti memiliki dunia nya sendiri, tidak sedikit orang yang percaya anak kecil lebih mudah melihat hantu daripada orang dewasa. antoni muncul ketika tekanan-tekakan fisik dan psikologi atas diri saya. setelah saya kerja dan mempelajari mengenai ilmu psikologi, saya masih mencoba menalar kejadian itu sebagai gejala sisofrenia, tapi entahlah, logika ingin menentang keberadaan mahluk halus, tapi peristiwa dalam hidup setelah kemunculan antoni, menguatkan pandangan saya kalau dia, bukanlah ciptaan saya.

NB kalau saya pulang kampung saya akan fotokan rumah saya yang diceritakan di sini. terakhir saya melihat rumah itu sudah jadi kebun pisang, meskipun masih ada bangunan yang di sisakan.

Tuesday, February 10, 2015

KETUKAN MISTERIUS DINDING TRIPLEK GUDANG KONTRAKANKU


salam kenal semua, namaku dioz, aku ingin membagikan beberapa pengalaman mistis yang pernah aku jumpi dalam hidupku dari kelas 2SD (sejak kematian bapak hingga sekarang aku berusia 33tahun). aku asli solo, besar di kota banjarnegara dengan ibuku, dan sekarang berdomisili di jogja, sekarang ini aku sedang dalam proses penyelesaian studi ku di sebuah kampus swasta, aku tinggal di daerah purwokinanti, deket jalan jagalan, aku nggak akan menyebutkan lokasi persis nya, karena rumah itu rumah kontrakan dan aku berfikir nggak boleh sembarangan kasih alamat detail rumah orang di media sosial ini.


pada saat aku masuk rumah kontrakan itu, bergabung dengan teman-temanku, aku dapat kamar atas, tepatnya gudang, karena nggak ada lagi kamar kosong di bawah, gudang tersebut ada sekatnya, kemudian salah 1 ruangan 1,5x 2,5 itu aku sulap jadi kamarku, dan barang2 milik 5orang teman ku aku pindah ke ruangan sebelah. jujur saja, ruangan atas sebenarnya nggak layak dihuni, karena debu dan barang+kotoran nya sangat banyak, tapi apa boleh buat, aku nggak ada tempat lain lagi selain bergabung bersama mereka. 

aku orang biasa yang terkadang bisa melihat, merasakan, dan berbicara dengan mereka dalam keadaan tertentu (tidak selalu bisa), dan ketika memasuki rumah kontrakan itu, aku merasakan "hal yang lain". ternyata, memang ada beberapa cerita misterius di rumah kontrakan kami. tentang adanya mbak bekti (alm) yg suka nongol di rumah kami. dan gangguin tamu yang punya maksud jelek.. tapi aku ga yakin kejadian ini ada kaitannya dengan dia atau tidak. beberapa waktu sebelum aku memutuskan pindah ke kamar bawah, sering terdengar ketukan di dinding triplek sekat antara kamar ku dengan gudang. ketukannya terdengar sangat jelas ketika jam 1 dan 3, aku sering begadang, hingga pagi, dan hampir setiap malam sebelum aku pindah ke kamar bawah, ketukan itu semakin jelas, "tok...tok...tok..." jelas itu sebeprti ada orang yang sedang mengetuk dari balik dinding triplek, karena jika ekor cicak, atau hewan pasti tidak sekeras itu, dan anehnya jika aku bermain di kamar teman ku, aku mendengar ada suara gedebak gedebuk di gudang samping kamarku, jika aku naik, bunyi itu hilang. aku berfikir barang2 pada jatuh atau ada kucing, atau tikus, tapi bunyi itu seperti langkah kaki manusia yang besar, tapi anehnya teman ku tidak selalu mendengar bunyi itu.

Aku sering membiarkan pintu gudang terbuka, sehingga cahaya lampu dari kamar bisa masuk ksana.. memang teman ku yang singgah di sana, selalu ketakutan dan meminta pintu gudang di tutup, tapi karena aku sudah terbiasa, aku tidak masalah jika pintunya aku buka. teman-teman ku yang singgah tidak ada yang tidak komplain dan berkata, seolah2 ada yang memperhatikan dari pojok ruangan gudang itu, memang begitu banyak barang bawaan kami hingga di gudang itu bertumpuk undung, jika malam tiba dan menggunakan lampu remang2, memang sangat tampak tidak nyaman ada di lantai 2. ketika ketukannya terdengar. aku memberanikan diri masuk gudang dan ga pernah ku jumpai sosok siapapun di sana. bahkan ketika aku sengaja matikan lampu dan ketukan itu terdengar. aku nekat bergelap2 masuk gudang pun tak ada apa2. pikiran ku positif. mungkin hanya tikus atau apa.. aku tinggal di kamar atas sudah 2tahun lebih tapi tak terjumpai apapun di sana. tapi itu suara apa?

demikianlah cerita dari saya, saya membuat cerita ini dengan sejujur-jujurnya dan tidak ada yang direkayasa. suatu saat saya akan menceritakan pengalaman saya ketika saya mulai menyadari bahwa saya mulai bisa berkomunikasi dengan mahluk yang bukan manusia, sejak kelas 2 SD.

Wednesday, November 26, 2014

AKU MELIHAT ABU JEJAK KAKI DI KAMARKU

beberapa minggu ini jogja sudah memasuki musim penghujan, cuaca menjadi sangat sejuk, tapi tak pernah bisa diprediksi kapan hujan turun atau cuaca cerah, krn hujan bisa tiba-tiba datang. selama aku tinggal di kontrakan purwokinanti, ketika musim hujan datang, nyamuk selalu mengganggu sepanjang hari dan gigitannya menjadi sangat sakit, seperti nyamuk hutan. jika musim panas, nyamuk tak ada sama sekali.
sudah jadi kebiasaan ku untuk pasang obat nyamuk bakar, yang bulat. tapi kali ini aku menggantinya dengan kertas bakar, kata penjual nya ini adalah inovasi, padahal aku percaya obat nyamuk bakar yang bulat sudah habis terjual. setiap malam sebelum tidur aku selalu nyalakan obat nyamuknya, karena memang itu bisa mengurangi jumlah nyamuk yan mengganggu. 1 kuletakkan di depan kamarku, 1 nya kuletakkan di ruang televisi.
seperti biasa aku bangun jam 5 dan mulai beres-beres, menanak nasi, rebus kopi, dan hari ini aku memutuskan untuk beli gethuk kesukaan ku di mbah penjual gudeg sebelah hotel jambuluwuk. well, ternyata habis, dan kuputuskan beli tempe saja sekalian untuk lauk, karena temanku belum bangun, aku beli untuk diriku sendiri. setelah tiba di rumah segera aku menyibukkan diri di dapur sambil menunggu kopi matang, dan ah kopi nya tumpah, kerjaan baru lagi..!!! sebelum me-lap meja dapur, aku kembali ke kamar untuk mengambil gorengan dan menggado nya, asik!!! setelah dapur beres, semua beres, kopi jadi, segera ku bawa ke kamar, pikirku makan sambil nonton berita di youtube. sampe depan kamar, aku sedikit terhentak karena ada jejak jejak kaki besar, tampak jelas, seperti habis menginjak abu, dan masuk, berjalan-jalan di kamar ku. ku lirik abu di piring tempat aku membakar obat nyamuk tidak berubah. wah apa ini, jejak kaki siapa? lebih besar dari kaki ku. dan ada 3 jejak, kaki kanan 2 dan kaki kiri 1, dan ada abu berserakan diantara jejak2 kaki itu, dan ku pegang abunya basah. padahal abu di piring tempat aku bakar obat nyamuk, kering. tanpa takut ku bersihkan dengan kemoceng bulu ayam.
mungkinkah ini hantu?