Showing posts with label langit. Show all posts
Showing posts with label langit. Show all posts

Friday, August 18, 2017

MENANG ADALAH SEGALANYA [?]

ada manusia yang selalu berfikir bahwa kemenangan adalah segalanya.
ada manusia yang selalu berfikir bahwa kemenangan atau keberhasilan SELALU melahirkan pujian, piala, peringkat, dan kebanggaan,
ada manusia yang selalu berfikir bahwa keberhasilan adalah satu-satunya berkat Tuhan.
ada manusia yang selalu berfikir, ketika dirinya berhasil, dialah penerima berkat Tuhan, tanpa mau tahu bahwa orang lain juga diberkati Tuhan dengan cara yang berbeda.
.
Wahai engkau yang terbiasa di pinggir
Terpekur dan merasa tersingkir
Melihat yang lain menerima piala
Dan terkesima pada kharismanya
Juga kau yang hidupmu terasa biasa saja
Tak pernah rasakan panggung kemenangan
Jauh dari sanjungan
Tanpa tanda penghargaan
Tidakkah engkau tahu
Bahwa juara itu ada di dirimu?
Tidakkah engkau rasa
Bahwa di jiwamu juga ada raksasa?
Sesungguhnya
Juara bukan hanya tentang piala
Juara bukan hanya tentang sanjung puja
Karena
Tak perlu menunggu untuk jadi yang paling perkasa...
*status FB nya defrita*

Wednesday, March 1, 2017

RABU ABU - MASA PRA PASKAH (1)

apa sebenernya yang dimaksud dengan RABU ABU? mudahnya, RABU ABU adalah hari pertama peringatan PRA PASKAH dan menurut ajaran GKI masa prapaskah dilakukan selama 6 minggu.

Masa Pra Paskah bukan Minggu Sengsara. Minggu Sengsara jatuh pada 1 minggu sebelum Hari Paskah, di mana Minggu Sengsara sering disebut sebagai Minggu Palma.

Masa-masa Paskah (dan pra paskah) yang dirayakan dan dihayati orang Kristiani selama ini diadopsi dari tradisi yang ada dalam Kitab Suci Perjanjian Lama (tradisi bangsa Israel Kuno), Paskah = sebuah perayaan keluarnya bangsa Israel dari Mesir, dan dilambangkan dengan mengorbankan seekor anak domba dan menyapukan darahnya ke ambang pintu masing-masing.

Paskah dalam Kitab Perjanjian Lama dirayakan selama 40 hari dan diawali dengan Hari Penebusan (Yom Kippur). KENAPA 40? 40 adalah sebuah lambang tahun perjalanan Israel di padang gurun. Perayaan Paskah Kristiani mengikuti pola Paskah Yahudi, sebab kita pun mengenal Anak Domba Paskah yang dikorbankan, yaitu Yesus Kristus. Bagi kita, makna 40 hari ini dihubungkan dengan masa persiapan Yesus menghadapi pelayanan-Nya, dengan berpuasa 40 hari lamanya di padang gurun.

Rabu Abu adalah hari pertama masa Pra Paskah (Lent). Lent adalah masa pertobatan, pemeriksaan batin dan berpantang guna mempersiapkan diri bagi Kebangkitan Kristus dan Penebusan dosa.

LALU APA SEBENARNYA MAKSUD DARI PENOREHAN ABU DI DAHI?

penorehan abu di dahi adalah tradisi Katolik Roma, hal ini dilakukan sebagai simbol penghayatan akan pertobatan (ritual Israel kuno ketika seseorang menabur abu di atas kepalanya atau di seluruh tubuhnya sebagai tanda kesedihan, penyesalan dan pertobatan). Abu yang dipergunakan berasal dari daun-daun palma yang telah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya, dan telah dibakar.


SEMOGA ABU YANG DITOREHKAN DI DAHI KITA BUKAN SEKEDAR IKUT-IKUTAN TAPI BENAR-BENAR DIHAYATI PEMAKNAANNYA SEBAGAI PERTOBATAN HATI (MEMILIKI HIDUP YANG BERKENAN DI HADAPAN ALLAH)


-dari berbagai sumber-

Tuesday, February 21, 2017

KEGAGALAN DAN CINTA

semua orang ingin segala yang diupayakannya menjadi berhasil, semua orang ingin apa yang dikerjakannya berbuah manis, tetapi terkadang kenyataan berbicara lain.
nilai yang diperoleh dari ujian semester tidak begitu menyenangkan, banyak pelajaran yang tidak bisa terikuti dengan baik, dan tampaknya segala bentuk yang dilakukan oleh kita berujung kepada kegagalan.
belum lagi jika ditilik dari hubungan dengan orang lain, dengan teman, dengan rekan kerja, dengan saudara, dengan pacar, dengan sahabat, tak semua berjalan dengan mulus.
kegagalan dan masalah adalah sebuah hal terburuk yang tidak ingin didapatkan oleh manusia, bahkan oleh semua orang di dunia, namun kenyataannya, hal tersebut tidak dapat dihindari. berdoa pada Sang Khalik pun terasa sia-sia, lalu apa sebenarnya yang bisa dilakukan?
terkadang, Kegagalan adalah cara Tuhan mengenalkan kesungguhan.
KEGAGALAN BUKAN AKHIR DARI SEBUAH PERJALANAN HIDUP, kegagalan adalah cara kita belajar tentang KESUNGGUHAN, dan CINTA adalah sebuah landasan untuk setiap kita memperjuangkan apa yang seharusnya diperjuangkan dengan lebih bersungguh-sungguh, TANPA CINTA, tak ada lagi harapan yang perlu diperjuangkan. untuk siapa kita berjuang? untuk orang tua? untuk diri sendiri? sebagai bukti cinta kita pada orang tua? sebagai bukti cinta pada Tuhan? bahwa apa yang diberikan oleh orang tua dan Tuhan tak akan pernah berakhir sia-sia di tangan kita.


sekilas pandangan salah satu dosen UKDW dan pengurus yayasan STAK Marturia Yogyakarta tentang kegagalan dan cinta
 

Sunday, December 25, 2016

NATAL DAN KELUARGA [2016]

dulu saya pernah berfikir bahwa natal adalah sebuah momen di mana yusuf dan maria yang sedang hamil tua dikisahkan, menaiki keledai pergi ke betlehem di malam hari dalam suasana ketakutan karena menghindari sebuah konflik.
tapi saya lupa bahwa natal adalah sebuah momen di mana yusuf dan maria juga menapaki perjalanan itu dengan sukacita, karena mereka sadar bahwa mereka akan pulang, berkumpul dengan keluarga, dan juga bisa mendapatkan tempat berlindung.
realita natal dari tahun ke tahun adalah sebuah momen di mana keluarga bisa berkumpul kembali.. sebuah masa di mana antara bapak, ibu, dan anak-anaknya yang (mungkin) tinggal jauh di luar kota, kembali ke rumah asal mereka. berkumpul dengan sanak saudara, bercengkrama berbagi kehangatan. bahkan melakukan aktivitas bergereja bersama.
rumah adalah sebuah tempat di mana kita bisa merasa tenang, nyaman, meskipun tergolong kecil dan sempit, bahkan mungkin bocor jika hujan, tapi rumah adalah sebuah singgasana bagi setiap orang yang tinggal di dalamnya.
hari ini setelah menikmati drama perayaan natal di GKI Muntilan, ditemani angin malam yang panas, kembali terkoyak perasaan saya mendengarkan lagunya Mr. Buble,
"May be surrounded by A million people I Still feel all alone I just wanna go home Oh, I miss you, you know..."
perih disayat lagu buble ini, saya putar BGM nya RO1 dan dapetnya PRONTERA, damn, lagu ini saat ini juga membawa begitu banyak memori, ngumpul, vending, chatt, nge-hode, rusuh, tetep aja bawaannya jadi pengen mendatagi Midgard (pulang).
Rumah memang membawa keistimewaan tersendiri, dan keluarga yang terdapat di dalamnya punya kehangatannya masing-masing, tapi dari dalam rumah terkadang terdapat begitu banyak aksi-aksi yang mendatangkan luka batin, orang tua yang tidak mempedulikan anaknya, orang tua yang tidak menyadari dirinya terlalu sibuk berada di luar rumah, sehingga membuat anak-anak dan anggota keluarga tidak feels at home. sehingga anak-anak yang bosan di rumah tak segan mencari perhatian dan pelarian di luar rumah. cilakanya, seandainya anak-anak kita jatuh pada pergaulan yang terlibat narkoba, habis sudah masa depannya.
di rumah tidak ada damai, cari di luar ada teman yang perhatian meski narkoba ya hajar. endingnya, orang tua salahkan anak, dan anak salahkan orang tua #true
natal kali ini memiliki tema yang berkaitan dengan LAHIRNYA SANG RAJA DAMAI, ini sebuah panggilan bagi kita semua yang merayakan, untuk melihat momen berkumpulnya keluarga, bersama-sama dengan keluarga menghadirkan damai ke dalam keluarga itu sendiri, dan bersama-sama keluarga membagikan damai itu keluar.
selamat natal, Tuhan Yesus memberkati

Monday, December 12, 2016

PROSEDUR BPJS [kecelakaan dan melahirkan]


Prosedur BPJS bagi KECELAKAAN LALU LINTAS
Setiap orang yang memiliki sepeda motor bersurat legal dan memiliki SIM langsung tercover oleh asuransi Jasa Raharja. Ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, baik karena tabrakan, kecelakaan tunggal (jatuh tanpa sebab, jatuh karena terpeleset) dan harus dirawat di rumah sakit (yang melayani BPJS), akan mendapatkan dana dari Jasa Raharja sesuai ketentuan yang berlaku. Cara mendapatkannya adalah:
1- Surat kecelakaan dari kepolisian
2- Memberikan surat dari kepolisian tersebut kepada pihak Jasa Raharja
3- Maka kita akan mendapatkan santunan uang, besarannya sesuai dengan jenis/ paket Jasa Raharja yang tertera.
Untuk biaya rumah sakit yang belum tercover oleh BPJS, tidak akan dapat langsung dicover oleh BPJS bila kita tidak melakukan laporan pada pihak Jasa Raharja dan mendapatkan surat (telah terlayani) dari Jasa Raharja terlebih dahulu.
Apabila Jasa Raharja tidak mau menanggapi ajuan claim asuransi kita (syarat pengajuan lengkap), maka mintalah surat penolakan dari pihak Jasa Raharja, supaya kita bisa mengajukan BPJS secara langsung.
Prosedur penggunaan BPJS bagi ibu hamil dan bayi yang baru lahir
BPJS kesehatan memiliki 2 jenis pelayanan, untuk pegawai dan mandiri, untuk kasus ibu hamil ada 2 yang bisa ditempuh supaya bayi yang baru lahir sudah langsung tercover BPJS.
1.       Jika kita pengguna BPJS mandiri, maka pada usia kandungan menginjak 7 bulan atau 2 minggu sebelum prediksi bayi akan lahir. Maka kita bisa saja meminta petugas BPJS mendaftarkan calon bayi tersebut, supaya biaya persalinan bisa tercover penuh di rumah sakit yang menerima layanan BPJS.
Bayi yang masih dalam kandungan, yang telah terdaftar BPJS, kartu BPJS nya akan aktif setelah 2 minggu dari tanggal pembuatan BPJS.
2.       Jika kita merupakan pegawai dari sebuah PT atau PNS atau guru yang terdaftar BPJS dalam lembaga tersebut, maka pada hari lahir bayi, BPJS bisa segera diurus oleh pihak rumah sakit.
Syaratnya adalah:
1.       Melampirkan KK, fotokopi BPJS ibu si bayi, dan KTP
2.       Surat keterangan dari pihak rumah sakit (bidan/ dokter)
3.       Memilih kelas yang sama dengan ibu
4.       Mengisi data isian peserta (DIP)
5.       Mengisi NIK sama dengan orang tua
6.       Mengisi tanggal lahir bayi yang didaftarkan
7.       Pembayaran iuran pertama bayi yang dilahirkan dalam keadaan hidup (paling lambat 30 hari setelah kelahiran)
8.       Layanan BPJS berlaku setelah iuran pertama dibayarkan
9.       Perubahan data bayi (NIK, jenis kelamin, tanggal lahir) selambat-lambatnya 3 bulan setelah bayi dilahirkan dalam keadaan hidup

***tulisan ini didasari pengalaman rekan guru di Sekolah Bentara Wacana

Saturday, July 9, 2016

NGANU (2)

terkadang memang tidak dapat dipungkiri, memiliki anak yang lucu, menggemaskan, dan disukai banyak orang menjadi hal yang menyenangkan. bahkan ada orang tua yang menyatakan bahwa anak juga bisa mendatangkan hoki buat orang tua. wah saya juga iri kalau liat temen punya anak nggemesin, bawaannya pengen bawa pulang.
faktor anak yang menggemaskan itu terkadang menjadi fenomena unik di jagad dunia maya, foto2 yang diunggah dapet banyak pujian dan doa dari orang yang melihatnya. ughhh bikin makin iri saja.. temen saya bilang, "bikin sendiri aja". wah harus nya pernyataan begini dikenakan tarif 2016 yang saya upload kmrn ya.. hihihi.
kelucuan anak terkadang dijadikan ajang orang tua cari gengsi, bahkan kadang menuai pujian dan doa di sosial media kurang memuaskan, sehingga harus meningkatkan levelnya, menjadikan anak foto model pro, bintang iklan, model catwalk, dan ikut lomba ini itu anu inu.. sehingga makin tajam lah insting anak untuk hidup dalam dunia yang ternyata punya sistem kompetisi.
bahkan istilah anak yang mendatangkan hoki ini kerap diseret jadi sesuatu yang sifatnya tidak umum, contohnya bawa anak kecil, digendong, dicubt dikit lalu dibawa ke lampu merah atau dari rumah ke rumah untuk meminta sedekah. wajarkah? wajar saja karena bagi orang tua mereka menyatakan punya hak mutlak atas anak. sehingga orang lain yang menilai tindakannya keleru bakal dijadikan musuh. inilah endonesa. sahabat yang baik diartikan yang kudu permisif mendukung segala sesuatu yang dilakukan, meskipun tindakannya kurang tepat. sahabat yang menegur, mengingatkan justru dianggap musuh karena merugikan keinginan batinnya.
anak yanh membawa hoki anak yang membawa berkah anak yang lucu menjadi anak yang mengerikan jika dieksploitasi menjadi penuai pujian lewat karya yang negatif. di dunia youtube sedang buming lagu LELAKI KARDUS yang karena saking lucunya di mashup sana sini untuk mendapatkan tuaian like dan subscriber. wowbanget.. si anak cuma ngerap beberapa punch line dari lagu ini, memang lirik nya seperti bahasa melayu tapi kok... gini liriknya
LELAKI KARDUS LELAKI KARPET LELAKI KENCROT LELAKI BANGKRUT LELAKI MENCRET LELAKI KARBET LELAKI B*NGS*T.

Friday, July 8, 2016

APRESIASI DIRI dan MERAYAKAN HIDUP

tidak ada yang keliru untuk berdiam sejenak baik perseorangan maupun secara komunal, bukan untuk merenungi kekurangan yang muncul dari tindakan tindakan yang sudah dilakukan dalam pekerjaan. tapi berdiam diri untuk mengingat dan kemudian merayakan apa yang sudah dilakukan selama hidup dan menyadari bahwa dari semuanya itu bisa saja menghasilkan kebaikan bagi orang lain.

patutlah bagi para pendidik untuk mengapresiasi diri, merayakan dengan sukacita, bahwa kesemuanya sudah terjalani dan punya imbas besar bagi para murid/ peserta didik. bagi para karyawan, bagi para pensiunan, bagi para pendeta, atau bagi ibu/ bapak rumah tangga sekalipun (yang merelakan hidupnya untuk kehilangan kesempatan berkarya, mendedikasikan diri untuk mendampingi para suami/ istrinya untuk merawat buah hati). merayakan untuk melihat kemampuan diri dan melihat betapa Tuhan telah memberkati, menyertai, serta memberi kemampuan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa untuk orang lain.

mengapresiasi diri dapat membawa sukacita dan kebanggaan yang dapat menjadi kekuatan untuk langkah selanjutnya, semangat untuk mencintai pekerjaan, mencintai rutinitas sehari-hari. 

merayakannya mungkin bisa dengan cara makan atau minum yang berbeda dengan hari biasanya, tujuannya adalah membuat tiang moment, tonggak memori, bahwa hari ini telah dirayakan sebuah peristiwa berharga, yang tidak bertujuan untuk diri tapi untuk orang lain. 

selamat merayakan hari ini, selamat mengapresiasi diri bagi teman teman yang telah bekerja keras unyuk mewujudkan kebaikan bersama.

NGANU (1)

cara hidup manusia memang bervariasi, jelaslah karena 250jt jiwa pasti juga dengan 250jt pemikiran. tapi yang terkadang menyesakkan adalah cara berkehidupan untuk berkompetisi dan menunjukkan diri lebih unggul dari lainnya, mengejar sesuatu untuk membuktikan pada orang lain kalau "saya bisa", supaya orang lain menghargai sekaligus menghormati berdasar apa yang dipunyai.

hal ini menjadi wajar karena setiap langkah manusia memiliki konteks berfikirnya. tapi bisa dibayangkan, betapa melelahkan kehidupan itu. setiap hari menggunakan topeng, menunjukkan perjuangan dengan harga diri menjadi tujuan akhir. akhirnya menjadi diri sendiri dan melakukan segala sesuatu karena memang sudah seharusnya begitu, menjadi sebuah cara yang bisa dijadikan untuk berefleksi. 

berjuang menjadi pintar untuk buktikan pada tetangga bahwa kita hebat? 
berjuang menjadi kaya untuk buktikan pada keluarga yang selama ini merendahkan kita? 
berjuang menjadi hebat untuk mendapat pujian? 
gak capek?

Thursday, April 21, 2016

HARUSKAH LANGKAHKU TERHENTI? [dev and wen and jogja part 1]

hari ini aku kembali bertemu dengan sahabat ku yang sudah lama sekali tak ku jumpai… perjumpaan awal dan proses kami menjadi sahabat beberapa tahun silam bisa dikatakan sangat unik. terkadang aku cukup heran, kenapa persahabatan kami ini bisa berlangsung cukup lama. “Ah sudahlah, aku sedang tak ingin membahas betapa uniknya proses persahabatan/ persaudaraan kami sekarang, karena masih ada hal yang lebih penting untuk diceritakan ketika sahabatku ini sedang mengeruk dan menikmati kebahagiaan yang disajikan oleh kota Jogja.

Aku cukup kaget ketika Dev menyatakan rencana nya untuk datang ke Jogja telah benar-benar matang, padahal beberapa waktu lalu, semua rencananya kandas dimakan kesibukannya. Keseriusannya menyambangi Jogja untuk melepas penatnya ditunjukkan dari to do list yang warbyasak padat.

Meskipun tujuan utama untuk shopping dan kulineran, toh tetap saja Dev dan Wen tertarik dengan isu-isu dunia spiritualitas di Jogja, salah satunya adalah berjalan dengan tutup mata melewati pohon beringin kembar di alun-alun selatan (alkid) dan jika berhasil, maka harapan-harapan mereka yang sedang digumulkan akan segera terwujud, tidak lagi buram, atau setidaknya dijawab oleh sang Tuhan.
Dev dan wen mengawali perjalanan spiritualnya dengan mendiskusikan jarak, langkah, kesulitan yang dihadapi (saking ramainya orang-orang di sana), ketakutan-ketakutan (kalau nabrak gimana?), mencoba menalar nasihat orang-orang yang pernah mencobanya, mencoba menalar keberhasilan dan kegagalan orang lain. well, akhirnya mereka yang membekali diri dengan masker langsung saja menutup mata mereka menggunakan masker itu. Akhirnya sebuah perjalanan spiritual dimulai.

Dev dan Wen mencoba dengan berjalan perlahan, menjulurkan tangan untuk menjadi radar, dia tetap menggunakan tas gendongnya di depan, mungkin saja wen berfikir bahwa ini adalah pertahanan terbaik ketika nanti dia menabrak orang lain. Make a wish and GO!!! Tapi ternyata percobaan pertama gagal, FAIL…!!!  pecahlah tawa dua sahabat itu dan tentunya kami (aku dan mas wid yang menjadi “guide” mereka). Kami bersama-sama (tanpa beban) menertawakan kegagalan perjalanan spiritual wen an dev.

Seringan itukah mereka menerima kegagalan? Seringan itukah kami bisa menertawakan diri sendiri ketika mengalami kegagalan dalam realitas hidup? Hahaha entahlah…  bagiku itu penting, tapi yang kemudian menjadi lebih penting adalah NEXT STEP nya. Dev dan Wen mulai merubah cara mereka untuk bisa berhasil melewatinya… mereka penasaran… mereka tak malu untuk mencoba lagi… mereka tak lagi takut bila nantinya orang lain tertabrak, toh akhirnya mereka menyadari bahwa tertabrak dalam peristiwa ini tak akan menghadirkan luka, meskipun demikian, mereka tetap memberikan pertahanan terbaiknya seperti semula. PERCOBAAN KEDUA ini, mereka menggunakan pengalaman orang lain sebagai cerminan langkah mereka, LARI… bagiku ini gila, karena kalau nabrak orang lain, shock yang di dapat pasti akan diterima dua kali lipat, dan kalau jatuh bisa-bisa wajah mereka jadi taruhan. Tapi keputusan telah dibuat, dan wen mengeksekusi percobaan ke dua..  kami yang kuatir wen nabrak orang lain mencoba membersihkan jalan utama dari orang-orang (kebetulan ada dua bule ganteng yang ku minta untuk minggir). Dan anehnya, wen bisa berhasil berlari melewati pohon beringin itu. Dan kulihat dia semakin berani sejak keberhasilannya yang pertama, bahkan kegagalannya di awal tadi tak menjadi sebuah ketakutan untuk melakukan percobaan ke3 dan ke 4. Dalam percobaan selanjutnya, dia menggendong  tasnya di belakang (tak lagi di depan), melepas jaketnya, dan dia mencoba lagi beberapa kali dan berhasil. Tantangan itu tak lagi dilihat sebagai ketakutan, tetapi tetap ada kekawatiran yang masih dijaga sebagai self awareness yaitu ketakutan bila mana nanti menabrak orang lain ketika mencoba lagi, lagi, lagi, dan lagi.

Sejenak aku termenung, sepertinya, apa yang dilakukan dev dan wen dapat dipandang sebagai cerminan dalam kehidupan sejati tiap manusia, aku percaya mereka yang mencoba, gagal dan berhasil atau gagal terus, memiliki nilai-nilai yang tak mungkin mereka lupakan begitu saja, bahkan pengalaman spiritual tadi bisa saja ditularkan kepada orang lain yang nanti nya akan dijumpai kelak. Ah nampaknya aku terlalu berfikir serius, tapi aku senang, ternyata Jogja malam ini, Alkid malam ini mengajarkan banyak hal tentang sebuah perjalanan.


Haruskah aku melanjutkan langkah kaki ku?


  

Saturday, April 2, 2016

MAMPU BERTAHAN

"berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya", kalimat ini sering kali membuat pembaca melihat thomas si didimus itu sebagai sosok yang imannya kurang baik, karena thomas tergambar menjadi sosok yang sulit percaya pada pemberitaan kebangkitan Yesus.

sebagai pembaca, rasanya aku punya pikiran yang lain, apa yang dilakukan thomas sah-sah saja, manusiawi, tidak ada yang salah... dan aku yakin dengan tingginya toleransi yang Yesus miliki, Dia nggak akan melihat thomas sebagai orang bebal. buktinya ketika Yesus bertemu dengan perempuan yang hendak dilempari batu, toh Yesus juga tidak ikutan melempari batu (yohanes 8 ~ edited*). perempuan itu pun "diberi kesempatan" kenapa thomas yang tidak percaya lantas dianggap bebal? gak mungkin kan? lagipula injil yohanes menegaskan bahwa thomas TIDAK sedang bersama dengan murid-murid ketika Yesus menampakkan diri, dan tidak tertulis alasan yang jelas knapa thomas tidak bergabung dengan mereka.

kalau pak daniel listijabudi boleh memuji perempuan yang bertahan di depan kubur kosong (dari tulisan yang dishare teman), mari sekarang menggunakan landasan yang sama ketika melihat thomas si didimus.di dalam ketidak percayaannya, thomas bertahan. SALUT. padahal kecenderungan orang banyak, bila tidak percaya, maka akan segera meninggalkan. tapi meskipun tidak percaya thomas berusaha mencari kebenaran, bukan pembenaran. asik kan si thomas?. kenapa kebenaran itu penting bagi Thomas? jawabnya: "Ya Tuhan dan Allahku", kebenaran itu untuk landasan imannya. makin cinta kan sama thomas?

asyiknya si thomas ditajamkan lagi dengan prinsipnya, bahwa dia akan MENUNGGU hingga kebenaran itu dia dapati, buktinya dia mengatakan, "Sebelum aku mencucukkan...bla bla bla". kata "sebelum" menunjukkan bahwa thomas siap menunggu dan dia buktikan menunggu selama 8 hari. (edited* thanks Kristiani Santoso koreksinya menyoal 8 hari thomas menunggu)
jarang banget ada orang kayak thomas, yang GENTLE ngaku cinta dan mau nungguin kekasihnya ketika ketidakpercayaan itu hidup di hati. yang ada, ketika ketidakpercayaan muncul sedikit saja, orang yang ngaku cinta itu kabur... 

pembaca tidak tahu apakah akhirnya thomas mencucukkan jarinya atau tidak, tapi ternyata si thomas itu keren bangetkan?

andai saja endingnya tidak hanya kalimat, "berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya", tapi ditambahin dan "berbahagialah mereka yang percaya dari apa yang mereka lihat".

tapi okelah, tidak ditambahin juga tidak apa, aku yakin penulis injil Yohanes juga pengen pembacanya hidup dalam misteri, penasaran.. kayak si thomas...

setiap orang yang tidak pergi dan terus bertahan dalam duka misteri pasti akan dijumpai Tuhan, jangan menghindar dari duka dan misteri (setidaknya kalimat terakhir ini aku juga meminjam punya pak Dan dari tulisan yang di share kawan)

NB: Thomas, I love you...

Friday, March 18, 2016

WILL YOU COME AND FOLLOW ME

project - IBADAH KONTEMPLATIF GKJ SAMIRONO BARU 22 Maret 2016

WILL YOU FOLLOW ME?



#ibadah #kontemplatif #ibadahkontemplatif #gkj #gkj #samironobaru #gkjsamironobaru #yogya #yogyakarta

Thursday, November 26, 2015

JOGJA dan DONOR DARAH

Beberapa bulan lalu saya sempat berkomunikasi gak penting (lebih karena kagum dan kepo aja) via twitter dengan seorang penggagas donor darah yang dikenal dengan code name: Silly, akunnya @justsilly. Saya tertarik karena pernah suatu saat beliau muncul di acara Kick Andy. Kak Silly ini menggagas sebuah gerakan donor darah di dunia maya (twitter, yang saya tahu) dengan akun @Blood4LifeID

Tanpa pikir panjang saya langsung saja follow akun nya dan langsung kepoin semua aktifitasnya, karena saat itu memang sedang libur kuliah. Ternyata @Blood4LifeID bekerja 24jam untuk melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan donor darah via twitter, dan mereka tidak berjalan sendirian, mereka memiliki beberapa admin yang tidak dibayar dalam melakukan aksinya.

Kebetulan, waktu saya kepoin akun BFL, ada admin yang bertugas dan sama, saya juga langsung kepoin akun real admin yang bertugas, namanya kak Matilda Narulita, dan ternyata beliau ini juga seorang yang sangat luar biasa. Pernah kami berkirim email dan saya meminta ijin untuk menggunakan cerita dalam hidupnya untuk memotivasi murid-murid di sekolah atau komunitas remaja yang saya dampingi kala itu. Percaya deh, kalau kalian ikuti kisahnya di blog pribadinya, dan blognya di Indonesia Mengajar, pasti gak sedikit air mata yang lahir dari ujung mata, besar di pipi, dan mati di ujung bibir (wah mulai deh nglantur) nggak, nggak, intinya, salah satu admin yang saya kepoin itu punya hidup yang luar biasa, terlebih ketika dia mau berbagi kebaikan dengan orang lain di akun BFL. Dan belakangan, saya melihat ada admin-admin lain yang belum sempat saya kepoin seperti @nadagultom @june3gi , tapi saya yakin, mereka punya kisah yang luar biasa, pasti mereka punya alasan dibalik keterpanggilan mereka untuk mau mengabdikan dirinya, memberikan waktunya, mengorbankan apa yang dimiliki untuk berbagi dengan masyarakat Indonesia tentang informasi donor darah yang dibutuhkan sesama.

Mmmm ini mungkin alinea sensi, tapi saya harus jujur, ini opini pribadi saya saat mengamati akun real admin-admin BFL, saya berkeyakinan, mereka memiliki pemaknaan luar biasa tentang manusia dan kemanusiaan, bahwa hakikat manusia itu sama di mata/ hadapan Tuhan, dalam setiap tubuh manusia mengalir warna merah yang sama, tidak berbeda warna atau tidak terkotak-kotakkan karena agama. Saya bisa bilang gitu karena adminnya berbeda-beda keyakinan, kan tampak dari ava mereka :p dan dari perbedaan yang mereka miliki, semakin menguatkan saya, bahwa kemanusiaan itu nggak bisa dibatasi oleh apapun juga, panggilan hati untuk berbagi dengan sesama itu tak bisa dihalangi oleh sekat apapun, sekali lagi BFL mengajarkan tentang nilai kemanusiaan yang baik untuk ditularkan kepada generasi muda.

eh dari tadi nyerocos tentang BFL tapi kok judul tulisannya Jogja dan Donor Darah? iya memang sengaja, domisiliku kan di Jogja, jadi sekarang di blog ku ini, setiap menulis sesuatu yang berbau dunia sosial Jogja, pasti aku tuliskan nama regional di depannya. mungkin besok kalau aku pindah kos di semarang, mungkin judul depannya akan menyesuaikan.
Lalu apa hubungannya dengan BFL yang sifatnya general, tidak terbatas regional tertentu? mmm gini, beberapa waktu lalu aku lihat cuitan warga Jogja yang di mentionkan ke akun @JogjaUpdate yang menanyakan kapan ada info aksi donor darah di Jogja. jadi harapanku, judul artikelnya memudahkan orang untuk nemu, kali aja browsing dan nemu info di sini kan (siapa tau)

Nah ini sekalian aku copaskan cara untuk donor darah atau kalau membutuhkan darah di wilayah Jogja via BFL, yang saya tahu ada 3 cara:

1. Bila memerlukan kebutuhan darah dapat mentions ke #BFL dengan cantumkan, Nama, goldar +|- , berapa ktg|cc, Kota, RS, no. CP

2. Jika membutuhkan darah saat stok di PMI kurang, silakan menghubungi HOTLINE @Blood4LifeID via 087875195599 SMS/Telp & 087882003728 WhatsApp.

3. isi formulir ini jika bersedia donor darah sukarela http://blood4lifeid.com/ddsukarela/

untuk wilayah Jogja sendiri terdapat sebuah akun twitter @Donorku yang mungkin dikelola admin dari RS Sardjito, dan saya sering melihat kedua akun ini saling bersinergi untuk memenuhi kebutuhan darah di kota Jogja. kontak saja langsung untuk donor sukarela, caranya

ketik: GOLDAR_TGL TRKHIR DONOR_NAMA kirim ke 085647144864.

Saturday, August 29, 2015

SIAP NAIK LEVEL?

20 tahun lalu, saya masih ingat betapa senangnya bersama teman-teman mainan lompat tali menggunakan karet, karena saya paling kecil diantara temen bermain, setiap kali saya mau lompat pasti selalu “se-dengkul” gak pernah lebih dari itu meskipun saya sudah MERASA bias lompat sampe “se-MERDEKA” alias sak pol-pole. Tapi pernah suatu kali saya mencoba lompak se-pundak, se-sirah sangat kesulitan, sampe-sampe pernah karetnya putus gara-gara kesanggut kaki saya, dan nyabet mata temen saya, akhirnya dia menangis pulang, selesailah permainan. Ah rasanya ingin mengalami masa itu lagi, tapi nyatanya sudah tidak bisa, badan sudah gemuk, berat udah nggak memungkinkan lagi untuk lompat-lompatan, akhirnya cuma senyum aja ketika mengingat masa itu.

Sedari kecil orang Indonesia lekat sekali dengan permainan tradisional, jaman dlu belom ada fesbuk, belom ada twiter, belom ada pet, instagram, snepcet, atau sosmet apapun itu, rasanya bermain dengan teman sendiri merupakan hal yang paling dinanti tiap pulang sekolah. Main petak umpet sampe keliling desa, main benteng-bentengan, bekel, gopaksodor, kling-kling brok, dan tengsek (dari bungkus rokok), cublak-cublak suweng…

kalau mau diperhatikan secara serius, anak-anak Indonesia angkatan 70-80 dan awal 90 an masih lekat dengan permainan tradisional yang erat sekali dengan TEAM WORK dan STRATEGI, mereka memainkan semua game itu hampir di sepanjang usia sekolah sampe SMA, meskipun bentuknya sudah lain. Di SD guru olah raga sering ngajakin main kasti, lari estafet, main kucing dan tikus, di SMP mulai di ajari basket, SMA mulai lebih serius basket, dan cabang olah raga beregu lainnya. Sejatinya bermain game yang asik, sarat TEAMWORK dan STRATEGI seharusnya ketika menginjak dewasa bekal itu tidak hilang, setidaknya sudah mengakar dalam jiwanya. Tapi kalau dilihat realita orang dewasa jaman sekarang, baik dari yang awam sampe yang berpendidikan untuk memahami TEAMWORK dan STRATEGI sulitnya bukan main, ada yang pediren (kalau lainnya gak kerja dia ikutan gak kerja), ada yang merasa sok powerful, ada yang merasa paling sanggup ngejalanin semua (temen-temennya gak dibagiin tugas sama sekali), ada yang ngerasa nggak bisa ngapa2in, ada yang bisa nya Cuma perintah sana sini, perfeksionis, idealis… semuanya terlihat INDIVIDUAL. Lalu kemana pemaknaan yang menyoal TEAMWORK dan STRATEGI yang sejak dulu dimainkan?

Coba menengok ke belakang, jangan-jangan game yang dimainkan memang sarat akan TEAMWORK dan STRATEGI, tapi untuk membully anggota tim yang cupu, bukan menjadi bahagia bersama-sama. Percaya gak? Coba liat pola nya, kita lebih suka tertawa karena salah 1 dari teman kita yang jaga terus-terusan ketika main petak umpet, pokoknya dibuat supaya gak bisa ikut sembunyi, dan 1 tim dengan kita, karena kita gak suka dia, dia umbelen, kopoken, dan gendut, jadi kalau ada game yang lari2an 1 tim sama si gendut ya udah amsyong, mending si gendut aja yang jaga, biar dia lari sana sini, ngejar kita gak kena-kena, sampe keringetan main dari jam 1 siang sampe jam 5 sore, diaaaaaa terus yang jaga, dan kita tertawa terbahak-bahak tanpa memperhatikan kepedihannya. Atau di ajak main bola tapi di “unthul”, mmmm.. dia lari kejar bola, hampir dapat, kita tendang ke temen kita yang jauh, dia kejar lagi, digodain temen kita, hampir dapet, di oper lagi ke kita, begitu seterusnya sampe akhirnya dia nangis karena mukanya kena bola yang ditendang keras-keras tapi gagal.

Mungkin ada dari kita yang “bad ass” tapi juga ada yang tipe pemerhati, “nyemanak”, tapi kebanyakan yang “bad ass” nya, jadi jangan salah kalo meskipun udah dewasa ya kita bakalan jadi kampret yang suka ngebully rekan kerjanya, meskipun dalam bentuk yang berbeda.

Clan War Clash of Clan atau DOTA itu permainan anak-anak jaman sekarang. Anak jaman sekarang udah nggak bisa diajakin main karet, mending main android berjam-jam bikin status galau dan ngikik seharian liatin status temen yang konyol-konyol, atau main COC ngedit layout berjam-jam, sampe bangun tembok dari TH 4 sampe TH 5 dipantengin rela gak tidur, rela gak ibadah, rela mati sosial… lalu yang ngajarin mereka soal TEAMWORK dan STRATEGI sapa? Kucing? Ya gak juga.. KITA!!!! Kita yang ngajarin, orang orang angkatan 70-80 sampe 90 awal. Trus kita mau ngajarin apa kalo kita bisanya Cuma nge-buli?

Yuk sejenak kita lihat skema pembagian tugas di TEAMWORK
1. KAPTEN, dia adalah orang yang berkomitmen tinggi untuk menjaga tim nya menuju keberhasilan. Dasarnya adalah KOMITMEN, kapten atau ketua regu itu HARUS PUNYA jiwa yang mau mati buat tim nya. HARUS MAU berkorban buat timnya. Bukan sok-sok an berkorban, bukan sok sok an yang paling repot, paling besar bebannya, itu bukan jiwa TEAMWORK yang sebenarnya, itu jiwa pembuli!! KAPTEN itu harus mau makan paling terakhir setelah anggotanyanya, kapten itu harus mau tidur paling terakhir setelah anggotanya, tujuannya jelas, KAPTEN harus mempelajari strategi lebih baik daripada anggotanya, supaya dia bisa pimpin anggotanya dengan baik, BUKAN SOK PERINTAH sana sini. Kalau anak buah baca 3 buku KAPTEN harus baca 5 buku. Kalau anak buah berdoa 5 menit, kapten harus berdoa 10 menit. Kapten siap mendengarkan keluhan anggotanya, siap menutupi kekurangan anggotanya, harus siap jadi pendamai jika anggotanya ada yang berantem, harus mampu melihat karakter anggotanya, dan siap memberikan waktu paling banyak buat anggotanya. REPOT YA JADI KAPTEN!!!! Sekali lagi, dasarnya KOMITMEN, Cuma itu yang bisa menyadarkan seorang kapten pada tugas-tugasnya. KOMITMEN, sekali dia bilang SAYA BERSEDIA JADI KAPTEN, itu berarti dia mau memberikan dirinya untuk anggotanya dan timnya.

2. TUKANG REM, nah ini tugasnya susah juga, NGERI-NGERI SEDAP, kalo jadi tukang rem gak siap mental bakalan repot, kalau ada anggota yang masih bocah jiwanya, dikit-dikit ngambek, tukang rem HARUS SIAP TAHAN BADAN, TAHAN HATI untuk dimusuhi anggota, tapi kalo tukang rem ini jago baca situasi dan kondisi, dia bakal menentukan TIM nya bisa menang atau nggak. Dia harus pinter menentukan kapan timnya harus berhenti untuk istirahat atau berjalan lagi, artinya bisa baca kondisi timnya, kelelahan atau dalam kondisi prima. Kalo gak pinter baca sikon, timnya bisa menang, tapi waktu yang dibutuhkan bakalan lebih lama, alias perlu waktu lebih.

3. PENGGEMBIRA, ini kadang yang kasian, tapi tugasnya juga penting. Orang ini adalah pembawa keceriaan dalam tim, nggak pintar, sedikit bodoh, tapi rasa setia kawannya tinggi. Orang ini jarang banget ditemui, karena GAK BANYAK yang mau NGAKU kalo dirinya bodoh (punya kelemahan) disbanding orang lain, kadang orang kayak gini bisa jadi boomerang buat tim, dia bisa egois, semaunya sendiri, tapi bisa jadi orang yang paling mudah diarahkan. Biasanya kalo ada yang cupu pasti bilang “mohon bimbingannya ya kakak”, tapi kalo PENGGEMBIRA yang gak sadar diri, dia seenaknya aja ngancurin strategi TIM. Biasanya PENGGEMBIRA ini jiwa nya ekspresif, bisa cepat ngambek tapi bisa cepet rame lagi. Butuh tangan yang handal buat orang yang mengarahkan orang seperti ini.

4. BATU PENJURU, nah ini juga NGERI-NGERI SEDAP tugasnya, jadi batu penjuru, tukang ngingetin kalo tim punya goal, kalau terlalu terbawa senang, dia bisa ngingetin, koordinasi sama TUKANG REM tadi. Tapi dia cenderung mengingatkan untuk “stay low”, rendah hati, inget pada tujuan tim dibentuk, orang kayak gini punya kesadaran tinggi terhadap euphoria sementara. Tugas ini juga harus siap dimusuhin sama rekan TIM nya, karena kadang bisa dimaki-maki dan di jutekin rekan 1 tim.
Itu tadi gambaran gimana punya jiwa TEAMWORK dalam ke-tua-an umur kita, para angkatan terdahulu. Kalau kita siap naik level, TOTALITAS dan KOMITMEN sebagai 1 kesatuan dari tim dan sadar peran dalam tim itu penting banget, harus jadi bahan refleksi setiap hari. nah tergantung anda semua sekarang, mau naik level atau masih jadi pembully?


Tuesday, August 25, 2015

CERPEN : SEPOTONG SENJA UNTUK PACARKU

Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.

Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.

Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.

Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.

Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.

Alina yang manis, Alina yang sendu, Akan kuceritakan padamu bagaimana aku mendapatkan senja itu untukmu.

Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, memandang dunia yang terdiri dari waktu. Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku. Di tepi pantai, di tepi bumi, semesta adalah sapuan warna keemasan dan lautan adalah cairan logam meski buih pada debur ombak yang menghempas itu tetap saja putih seperti kapas dan langit tetap saja ungu dan angin tetap saja lembab dan basah, dan pasir tetap saja hangat ketika kuusapkan kakiku ke dalamnya.

Kemudian tiba-tiba senja dan cahaya gemetar.
Keindahan berkutat melawan waktu dan aku tiba-tiba teringat padamu.
“barangkali senja ini bagus untukmu,” pikirku. Maka kupotong senja itu sebelum terlambat, kukerat pada empat sisi lantas kumasukkan ke dalam saku. Dengan begitu keindahan itu bisa abadi dan aku bisa memberikannya padamu.

Setelah itu aku berjalan pulang dengan perasaan senang. Aku tahu kamu akan menyukainya karena kamu tahu itulah senja yang selalu kamu bayangkan untuk kita. Aku tahu kamu selalu membayangkan hari libur yang panjang, perjalanan yang jauh, dan barangkali sepasang kursi malas pada sepotong senja di sebuah pantai di mana kita akan bercakap-cakap sembari memandang langit sambil berangan-angan sambil bertanya-tanya apakah semua ini memang benar-benar telah terjadi. Kini senja itu bisa kamu bawa ke mana-mana.

Ketika aku meninggalkan pantai itu, kulihat orang-orang datang berbondong-bondong, ternyata mereka menjadi gempar karena senja telah hilang. Kulihat cakrawala itu berlubang sebesar kartu pos.

Alina sayang,
Semua itu telah terjadi dan kejadiannya akan tetap seperti itu. Aku telah sampai ke mobil ketika di antara kerumunan itu kulihat seseorang menunjuk-nunjuk ke arahku.

“Dia yang mengambil senja itu! Saya lihat dia mengambil senja itu!”

Kulihat orang-orang itu melangkah ke arahku. Melihat gelagat itu aku segera masuk mobil dan tancap gas.

“Catat nomernya! Catat nomernya!”

Aku melejit ke jalan raya. Kukebut mobilku tanpa perasaan panik. Aku sudah berniat memberikan senja itu untukmu dan hanya untukmu saja Alina. Tak seorang pun boleh mengambilnya dariku. Cahaya senja yang keemasan itu berbinar-binar di dalam saku. Aku merasa cemas karena meskipun kaca mobilku gelap tapi cahaya senja tentu cukup terang dilihat dari luar. Dan ternyata cahaya senja itu memang menembus segenap cahaya dalam mobilku,sehingga mobilku itu meluncur dengan nyala cemerlang ke aspal maupun ke angkasa.

Dari radio yang kusetel aku tahu, berita tentang hilangnya senja telah tersebar ke mana-mana. Dari televisi dalam mobil bahkan kulihat potretku sudah terpampang. Aduh. Baru hilang satu senja saja sudah paniknya seperti itu. Apa tidak bisa menunggu sampai besok? Bagaimana kalau setiap orang mengambil senja untuk pacarnya masing-masing? Barangkali memang sudah waktunya dibuat senja tiruan yang bisa dijual di toko-toko,dikemas dalam kantong plastik dan dijual di kaki lima. Sudah waktunya senja diproduksi besar-besaran supaya bisa dijual anak-anak pedagang asongan di perempatan jalan.

“Senja! Senja! Cuma seribu tiga!”

Di jalan tol mobilku melaju masuk kota.Aku harus hati-hati karena semua orang mencariku. Sirene mobil polisi meraung-raung di mana-mana. Cahaya kota yang tetap gemilang tanpa senja membuat cahaya keemasan dari dalam mobilku tidak terlalu kentara. Lagi pula di kota, tidak semua orang peduli apakah senja hilang atau tidak. Di kota kehidupan berjalan tanpa waktu, tidak peduli pagi siang sore atau malam. Jadi tidak pernah penting senja itu ada atau hilang. Senja cuma penting untuk turis yang suka memotret matahari terbenam. Boleh jadi hanya demi alasan itulah senja yang kubawa ini dicari-cari polisi.

Sirene polisi mendekat dari belakang. Dengan pengeras suara polisi itu memberi peringatan.

“Pengemudi mobil Porsche abu-abu metalik nomor SG 19658 A, harap berhenti. Ini Polisi. Anda ditahan karena dituduh telah membawa senja. Meskipun tak ada aturan yang melarangnya, tapi berdasarkan…”

Aku tidak sudi mendengarnya lebih lama lagi. Jadi kubilas dia sampai terpental keluar pagar tepi jalan. Kutancap gas dan menyelip-nyelip dengan lincah di jalanan. Dalam waktu singkat kota sudah penuh raungan sirene polisi. Terjadi kejar-kejaran yang seru.Tapi aku lebih tahu seluk-beluk kota, jalanan dengan cahaya yang bernmain warna, gang-gang gelap yang tak pernah tercatat dalam buku alamat, lorong-lorong rahasia yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang di bawah tanah.

Satu mobil terlempar di jalan layang, satu mobil lain tersesat di sebuah kampung, dan satu mobil lagi terguling-guling menabrak truk dan meledak lantas terbakar.Masih ada dua polisi bersepeda motor mengejarku. Ini soal kecil. Mereka tak pernah bisa mendahuluiku, dan setelah kejar-kejaran beberapa lama, mereka kehabisan bensin dan pengendaranya cuma bisa memaki-maki. Kulihat senja dalam saku bajuku. Masih utuh. Angin berdesir. Langit semburat ungu. Debur ombak menghempas ke pantai. Hanya padamulah senja ini kuserahkan Alina.

Tapi Alina, polisi ternyata tidak sekonyol yang kusangka. Di segenap sudut kotak mereka telah siap siaga. Bahkan aku tak bisa membeli makanan untuk mengisi perutku. Bahkan di langit tanpa senja, helikopter mereka menyorotkan lampu di setiap celah gedung bertingkat. Aku tersudut dan akhirnya nyaris tertangkap. Kalau saja tidak ada gorong-gorong yang terbuka.

Mobilku sudah kutinggal ketika memasuki daerah kumuh itu. Aku berlari di antara gudang, rumah tua,tiang serta temali. Terjatuh di atas sampah, merayapi tangga-tangga reyot, sampai seorang gelandangan menuntunku ke suatu tempat yang tak akan pernah kulupakan dalam hidupku.

“Masuklah,” katanya tenang, “disitu kamu aman.

Ia menunjuk gorong-gorong yang terbuka itu. Ada tikus keluar dari sana. Banya bacin dan pesing. Kutengok ke bawah. Kulihat kelelawar bergantungan. Aku ragu-ragu.Namun deru helikopter dengan lampu sorotnya yang mencari-cari itu melenyapkan keraguanku.

“Masuklah, kamu tidak punya pilihan lain.”

Dan gelandangan itu mendorongku. Aku terjerembab jatuh. Bau busuknya bukan main. Gorong-gorong itu segera tertutup dan kudengar gelandangan itu merebahkan diri di atasnya. Lampu sorot helikopter menembus celah gorong-gorong tapi tak cukup untuk melihatku. Kurabah senja dalam kantongku, cahayanya yang merah keemas-emasan membuat aku bisa melihat dalam kegelapan. Aku melangkah dalam gorong-gorong yang rupanya cukup tinggi juga. Kusibukkan kelelawar bergantungan yang entah mati entah hidup itu. Kulihat cahaya putih di ujung gorong-gorong. Air busuk mengalir setinggi lutut, namun makin ke dalam makin surut. Di tempat yang kering kulihat anak-anak gelandangan duduk-duduk maupun tidur-tiduran, mereka berserakan memeluk rebana dengan mata yang tidak memancarkan kebahagian.

Aku berjalan terus melangkahi mereka dan coba bertahan. Betapa pun ini lebih baik daripada harus menyerahkan senja Alina.

Di ujung gorong-gorong,di temapt cahaya putih itu, ada tangga menurun ke bawah. Kuikuti tangga itu. Cahaya semakin terang dan semakin benderang. Astaga. Kamu boleh tidak percaya Alina, tapi kamu akan terus membacanya. Tangga itu menuju ke mulut sebuah gua, dan tahukah kamu ketika aku keluar dari gua itu aku ada di mana? Di tempat persisi sama dengan tempat di mana aku mengambil senja itu untukmu Alina. Sebuah pantai dengan senja yang bagus:ombak,angin,dan kepak burung?tak lupa cahaya keemasan dan bias ungu pada mega-mega yang berarak bagaikan aliran mimpi. Cuma saja tidak ada lubang sebesar kartu pos. Jadi, meskipun persis sama,tapi bukan tempat yang sama.

Aku berjalan ke tepi pantai. Tenggelam dalam guyuran alam yang perawan. Nyiur tentu saja, matahari, dan dasat lautan yang bening dengan lidah ombak yang berdesis-desis. Tak ada cottage , tak ada barbeque, tak ada marina.

“semua itu memang tidak perlu. Senja yang bergetar melawan takdir membiaskan cahaya keemasan ke tepi semesta. Aku sering malu sendiri melihat semua itu. Alina, apakah semua itu mungkin diterjemahkan dalam bahasa?”

Sambil duduk di tepi pantai aku berpikir-pikir, untuk apakah semua ini kalau tidak ada yang menyaksikannya? Setelah berjalan ke sana ke mari aku tahu kalau dunia dalam gorong-gorong ini kosong melompong. Tak ada manusia, tak ada tikus, apalagi dinosaurus. Hanya burung yang terkepak, tapi ia sepertinya bukan burung yang bertelur dan membuat sarang. Ia hanya burung yang dihadirkan sebagai ilustrasi senja. Ia hanya burung berkepak dan berkepak terus disana. Aku tak habis pikir Alina, alam seperti ini dibuat untu apa? Untuk apa senja yang bisa membuat seseorang ingin jatuh cinta itu jika tak ada seekor dinosaurus pun menikmatinya? Sementara di atas sana orang-orang ribut kehilangan senja….

Jadi, begitulah Alina, kuambil juga senja itu. Kukerat dengan pisau Swiss yang selalu kubawa, pada empat sisinya, sehingga pada cakrawala itu terbentuk lubang sebesar kartu pos. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan aku melangkah pulang. Bumi berhenti beredar di belakangku, menjadi kegelapan yang basah dan bacin. Aku mendaki tangga kembali menuju gorong-gorong bumiku yang terkasih.

Sampai di atas, setelah melewati kalelawar bergantungan,anak-anak gelandangan berkaparan, dan air setinggi lutut, kulihat polisi-polisi helikopter sudah pergi. Gelandangan yang menolongku sedang tiduran di bawah tiang listrik sambil meniup saksofon.

Aku berjalan mencari mobilku. Masih terparkir dengan baik di supermarket. Nampaknya bahkan baru saja dicuci. Sambil mengunyah pizza segera kukebut mobilku menuju pantai. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan, lengkap dengan matahari,laut,pantai, dan cahaya keemasannya masing-masing, mobilku bagai memancarkan cahaya Ilhai. Sepanjang jalan layang, sepanjang jalan tol, kutancap gas dengan kecepatan penuh…

Alina kekasihku, pacarku, wanitaku.
Kamu pasti sudah tahu apa yang terjadi kemudian. Kupasang senja yang dari gorong-gorong pada lubang sebesar kartu pos itu dan ternyata pas. Lantas kukirimkan senja yang ?asli? ini untukmu, lewat pos.

Aku ingin mendapatkan apa yang kulihat pertama kali: senja dalam arti yang sebenarnya?bukan semacam senja yang ada di gorong-gorong itu.

Kini gorong-gorong itu betul-betul menjadi gelap Alina. Pada masa yang akan datang orang-orang tua akan bercerita pada cucunya tentang kenapa gorong-gorong menjadi gelap.Meraka akan berkisah bahwa sebenarnya ada alam lain di bawah gorong-gorong dengan matahari dan rembulannya sendiri, namun semua itu tida lagi karena seorang telah mengambil senja untuk menggantikan senja lain di atas bumi. Orang-orang tua itu juga akan bercerita bahwa senja yang asli telah dipotong dan diberikan oleh seseorang kepada pacarnya.

Alina yang manis, paling manis, dan akan selalu manis, Terimalah sepotong senja itu, hanya untukmu, dari seseorang yang ingin membahagiakanmu. Awas hati-hati dengan lautan dan matahari itu, salah-salah cahayanya membakar langit dan kalau tumpah airnya bisa membanjiri permukaan bumi.

Dengan ini kukirimkan pula kerinduanku padamu, dengan cium, peluk, dan bisikan terhangat, dari sebuah tempat yang paling sunyi di dunia.

by Seno Gumira Ajidarma

Monday, July 6, 2015

STOP CHILD ABUSE

hai teman-teman bloggers, hari ini saya nemu video yang keren banget, garapan dari mas +Eka Gustiwana 
video ini bertemakan "kekerasan pada anak", mari bagi teman-teman bloggers yang sempat melihat video ini di youtube, atau membaca dari artikel ini bisa share pengalamannya di kolom komentar. mari kita galakkan gerakan STOP CHILD ABUSE...!!!



mas eka, trimakasih untuk video yang sangat menyentuh ini.
meskipun tidak sama persis, video ini membawa saya sejenak larut dalam memori masa kecil saya. setelah dewasa dan saya kembali berdiskusi dengan orang tua saya. 

-curhat: sebenarnya beliau sudah memahami kesalahannya, hanya saja, tidak mengetahui cara yang benar untuk mendidik anak dengan baik (mungkin saya yang terlalu bandel, tidak sesuai dengan harapan orang tua, beliau juga menjalani hidup yang berat sebagai single parent) -saran : bagi teman-teman yang mengalami nasib sama dengan apa yang digambarkan oleh video ini, mohon tetaplah semangat, pelariannya jangan ke hal-hal yang negatif, tetaplah menjalin hubungan dengan orang-orang yang baik, menjalin persahabatan dengan semua orang, tapi tidak dengan narkoba+miras. 

STOP CHILD ABUSE!!! karena suatu saat nanti setiap manusia pasti akan memahami kenapa orang tua kita sering marah-marah, dan suatu saat nanti setiap kita yang menikah, punya anak, akan mengalami peran sebagai orang tua yang terkadang mengalami kesulitan mengurus+mendidik anak. 

Saturday, April 4, 2015

MEMAKNAI PASKAH [hari lahirnya sebuah kemerdekaan]

PASKAH, pasti nih ada serentetan "masalah" yang akan dihayati dan dirayakan, mulai dari rabu abu, kamis putih, jumat agung, sabtu sunyi, dan hari minggu (TheDay). biasanya gereja sibuk dengan seabrek aktifitasnya, mulai dari pelayanan jemaat hingga, latihan paduan suara, persiapan perjamuan kudus, latihan drama, hingga sampai pada penentuan warna selendang yang akan dipasang di salib altar belakang mimbar pun ikut kena perhatian (warna liturgis itu kalau salah bisa fatal hahaha ga percaya? coba aja!).

kesibukan saat paskah menjadi bagian dari kegiatanku dulu waktu aku masih kuliah di UKDW dan melakukan aktifitas gerejawi di GKI Prambanan bersama beberapa temanku. Gereja pinggir rel kereta api yang sederhana, memiliki jemaat yang tidak begitu banyak, tapi memiliki para aktifis yang luar biasa. luar biasa nya nggak diukur dari seberapa hebat tiap personilnya, tapi dari rasa kekeluargaan yang dibangun di sana. kerekatan ketika menghadapi berbagai permasalahan, dan teruji ketika menghadapi gempa jogja 2006 silam. aku ingat paskah waktu itu aku mencoba merangkai sebuah kegiatan yang diselipkan dalam setiap ibadah yang diadakan, dan melibatkan anak-anak remajanya, asik banget kalo inget saat itu, membuat drama ketika malam getsemani. hingga drama penyalipan dan kebangkitan. dan aku juga inget kejadian mistis menimpa diriku pada saat mengikuti ibadah minggu, setelah semua selesai, dan ketika hendak perjamuan kudus, hidung ku berdarah, deras, mimisan, dan ini nggak pernah ku alami sebelumnya, aku bahkan ga pernah mimisan ketika hidungku dihantam siku temanku pada saat ikut outbond, atau waktu dipukul temanku masa SMA dulu. kejadian itu membuat beberapa orang yang menanyai keadaanku mengkaitkan dengan peristiwa mistis di saat PASKAH seperti yang dialami Yesus. "ah omong kosong", pikirku

Ngomong-ngomong soal Yesus, dia mengalami serentetan permasalahan dalam hidupnya yang diakhiri dengan kematiannya. masalah apa saja? banyak... gila aja!!! tapi yang aku salut, setiap saat ia bermasalah ia selalu berdiam diri dan berdoa! aku mana bisa.. dikhianatin sodara aja langsung curhat di sosmed, dibohongin pacar aja langsung delete kontak BBM, hmmm sikap yang Yesus lakukan saat mendapatkan tekanan hidup itulah yang kusebut sebagai: peristiwa masuknya manusia pada KEPADA DIMENSI ALLAH,

suatu kondisi dimana manusia yang mengalami banyak cobaan dan ketika manusia memasuki keadaan terendah sekalipun,
# masih bisa tersenyum dan mengucapkan syukur buat apa yang Tuhan berikan dalam hidupnya.
## manusia yang bisa mengatakan syukur pada Tuhan, meskipun dirinya mengidap penyakit yang akan membawanya pada kesengsaraan. misal harus bolak balik kemoterapi, cuci darah, dll.
### manusia yang masih dapat mengatakan dengan tulus, "Tuhan pasti punya rencana indah dalam hidupku", ketika anak perempuannya yang dilahirkan mengidap down syndrom.
#### manusia yang masih bisa berseru, "Tuhan, Engkau pasti punya rencana", ketika mendapati dirinya ditipu+dikhianati habis-habisan oleh banyak orang, bahkan orang terdekatnya,
##### atau suami/ istri yang masih sanggup mencintai pasangannya dengan tulus meskipun sudah di khianati.

aku rasa orang-orang itu adalah orang yang merdeka, itu teladanku, itu pahlawanku, dan bagiku mereka adalah orang yang tak tertindas oleh apapun, bahkan ketika harapan dirinya sirna, mereka masih dapat berkata "puji Tuhan".

beda sekali dengan kondisi ku atau manusia di sekelilingku, hujan mengeluh, panas mengeluh, bisa makan mengeluh lauknya ga enak, ga bisa makan mengeluh, dapet kerjaan ngeluh capek, nggak ada kerjaan ngeluh tuhan gak sayang kasih kerjaan, sakit mengeluh, sehat juga mengeluh... dengan alih-alih kata "manusiawi", akhirnya keluhan itu ter-slimur-kan (aduh apa ya bahasa indonesianya nylimur, mungkin "teralihkan" tapi kurang pas okelah gpp)

banyak orang yang masih tertekan atau "sok merasa" tertekan dengan keadaannya, merasa dirinya paling menderita (mental korban) dan menyalahkan selalu orang lain, berdalih nanti pasti akan ada jalan, supaya orang tetap mau kasihan padanya, ya pasti ada kalo dicari atau berserah penuh, tapi bukan dengan menggerutu terus-terusan dan menyalahkan pihak lain.

Yesus juga pernah mengeluh, ketika dia berdoa, dia juga mengeluh, hal tersebut memang manusiawi, tapi apa yang terjadi selanjutnya? dia membiarkan proses hidupnya membawanya tanpa perlawanan yang bodoh. serentetan penyiksaan boleh dirasakan, tapi akhirnya kebangkitannya membawa kemerdekaan, bukan hanya bagi dirinya sendiri tapi bagi orang-orang kristiani yang percaya dan beriman padanya.

selain contoh orang merdeka yang sudah disebutkan di atas, bagiku orang merdeka adalah
- orang yang tidak marah ketika dirinya diejek bodoh, jelek, gendut, atau miskin
- orang yang tidak kecil hati ketika usaha dirinya belum mendapatkan hasil
- orang yang tidak menggerutu karena hujan, panas, atau kondisi alam tertentu
- orang yang tidak berkecil hati ketika harus pake nokia 3310, padahal temannya sudah android
orang merdeka adalah orang yang tidak terikat pada dunia ini, dan orang yang merdeka akan memancarkan aura yang menunjukkan dirinya hidup dalam dimensi Allah.

selamat mencari kemerdekaan dalam penghayatan hidup bersama dengan Tuhan setiap hari
selamat PASKAH

Saturday, March 28, 2015

KAMU SAKIT HATI?

sebuah kalimat biasa yang punya makna luar biasa, "KAMU SAKIT HATI?". ini adalah sebuah pertanyaan kecil tapi sifatnya reflektif dan biasanya membawa "tertanya" melakukan evaluasi singkat pada dirinya dan seluruh momen dalam hidupnya. aku pikir sejenak dan ternyata manusia itu memang mahluk yang luar biasa.

unsur apa saja yang muncul ketika kamu ditanya, "KAMU SAKIT HATI?".
mari mulai dengan sebuah kasus :

suatu hari aku pergi ke sebuah kota di mana aku tak kenal dengan wilayahnya, tak punya kendaraan pribadi, tak punya tempat untuk berteduh, aku punya uang cukup untuk menginap di hotel atau losmen, aku punya uang yang cukup untuk makan, dan mungkin menyewa sarana transportasi di kota itu, karena tentunya sebelum aku pergi aku sudah mempersiapkan segala nya dengan baik karena aku pergi ke sebuah kota tentunya bukan tanpa tujuan. aku mengingat bahwa di kota ini aku memiliki teman, sebut saja namanya "kumbang". kumbang ini adalah teman sekolah atau teman kuliah, atau bahkan teman yang dulu pernah 1 desa tapi sekarang tidak lagi. segera saja aku menanyakan pada teman ku untuk memberi informasi tentang keberadaan si kumbang dan nomor telepon yang bisa dikontak, akhirnya aku mendapatkannya. si kumbang ternyata punya tempat tinggal yang memungkinkan aku numpang disana, punya motor yang bisa aku pinjam, dan punya makanan yang bisa aku minta,

singkat kata aku dan kumbang bertemu, dan dia ku ajak bertemu untuk makan+minum, dan aku yang traktir, akhirnya setelah aku tahu kumbang punya tempat yang bisa kusinggahi aku menyampaikan maksudku, bahwa aku ingin menginap di sana, dan kumbang menolaknya. aku lantas mengumpat dalam hati,
"ah sialan sudah ku traktir, sudah buang waktu, buang uang, ternyata aku nggak boleh menginap di rumahnya, brengsek banget si kumbang"
akhirnya aku diantarkan si kumbang pergi ke penginapan murah, dan diberi solusi sarana transportasi umum jika ingin menyelesaikan pekerjaanku selama di kota itu. kemudian dia pamit pulang.

berbarengan dengan itu, sahabat dekat ku menelpon dan menanyakan soal posisiku dan si kumbang, langsung saja ku ceritakan kedongkolanku padanya, di akhir telepon, sahabatku bertanya, "kamu sakit hati kah? setelah itu dia menutup teleponnya.

oke kembali ke topik utama dari tulisan ini, unsur apa saja yang muncul ketika sebuah pertanyaan "KAMU SAKIT HATI?", ini muncul?

1. sejenak aku meng-iya-kan, kalau aku sakit hati
2. tapi dengan kesadaran penuh kemudian aku berfikir
3. aku dengan kumbang hanyalah teman yang diperkenalkan karena waktu
4. aku tak pernah membantunya apa-apa, bahkan aku menganggap dia adalah orang dengan pola pikir yang bodoh
5. ketika kumbang kesulitan, aku pernah berjanji sesuatu padanya, aku akan membantunya banyak hal, tapi aku juga tidak menepati janjiku, dengan alasan sibuk aku melupakan janjiku.
6. meskipun seharusnya dia tak bergantung padaku, tapi memang aku pernah bersalah padanya.
7. aku menjalin komunikasi dengan kumbang hanya ketika aku membutuhkannya, tapi ketika dia membutuhkan bantuan, aku memberinya harapan kosong.
8. penolakan si kumbang kali ini mungkin dia sedang tidak ingin diganggu, mungkin dia marah padaku, mungkin dia mempunyai kesibukan lainnya.
9. atau mungkin ada hal lainnya yang mendasari itu

oke, dari contoh kasus dan 9 poin yang sudah dituliskan di atas, mungkin tidak semua pernah mengalaminya, tapi aku percaya kalian juga pernah berada dalam momen kecewa pada seseorang, merasa harus dibantu oleh teman, tapi ketika teman mu tidak membantumu, kamu marah, padahal kamu merasa sudah sering bantu temanmu atau orang lain,

marah? adalah hal yang manusiawi, tapi untuk sakit hati, mari sedikit melihat kebelakang, dengan kesadaran penuh, meninggalkan ego sejenak (letakkan ego sebentar, jangan berfikir jadi orang paling benar terus), LIHAT ke dalam diri, apakah sebenarnya kita memang benar-benar tulus / ikhlas menjalin sebuah hubungan pertemanan dengan seseorang? atau mungkin hanya ingin hubungan yang timbal balik? atau ketika kamu di tipu /di PHP in teman, lantas kamu berfikir bahwa teman kamu itu sialan, kok tega menipu mu, lihat dirimu, pernah nggak menipu temanmu? memberi harapan kosong? dan sekarang ketika waktu membalasmu, harus kah kamu marah? haruskah kamu sakit hati?

"APAKAH KAMU SAKIT HATI?", sebuah pertanyaan reflektif yang akan membawa manusia menyadari tentang dirinya dan masa lalunya secara singkat, yang akan melahirkan sebuah perasaan baru, perasaan yang seharusnya lebih mendamaikan diri dengan keadaan

(mohon maaf jika ada kesamaan peristiwa dan pengalaman. saya menggunakan contoh ini sebagai studi kasus untuk mempermudah apa yang akan saya capai di sini)

NB: bagaimana dengan kisah+pengalamanmu? mari berbagi di kolom komentar ya ^_^

Sunday, November 23, 2014

PEMBAWA DAMAI

pembawa damai identik dengan sebuah pekerjaan berat yang membutuhkan tenaga ekstra, ketrampilan yang ciamik, dan pintar dalam berdiplomasi. kata pembawa damai atau peace maker ini kerap kali dipandang sebagai pekerjaan yang superduper berat, mungkin hanya super hero yang mampu melakukan hal itu.
hehehe kali ini aku memang bikin judul tulisan pembawa damai, tapi ini ga ada hubungannya dengan orang lain, kepoin konflik orang, atau berlagak jadi problem solver dari orang yang curhat atau ngadu ke kita. sekali lagi, bukan itu point nya. pembawa damai yang ku maksud adalah tentang kamu, dirimu, dan hatimu. atau aku, diriku, dan hatiku. belakangan ini cerita kenaikan BBM sedang menjadi trending topik rakyat indonesia. banyak yang setuju dan banyaj banget yang tidak setuju. banyaj yang skeptis, tpi juga banyak yang mau peduli. tapi yang jelas kenaikan BBM berhasil membuat banyak rakyat indonesia mengeluarkan keluhan soal berat nya beban hidup dan biaya menjalani hidup. itu ngga terjadi cuma 1-5 hari aja, tapi teruuuuuuus begitu. rasanya nggak ada damai dalam diri. sama seperti aku misalnya, mengeluh tiap saat soal ini itu rasanya dalam hati ga ada damai dan berat.
hari ini laundry yang ku masukin baru jadi, mereka berjanji 3hari kelar tapi ini sudah 2minggu baru jadi dan diantar. sebenernya tiap hari aku mengeluh, mana pakaian ku, mana jaketku, knp ga jadi-jadi, jengkel, emosi, dan mengeluh terus selama 1minggu lebih, dan hal itu ku sadari sebesar apapun aku jengkel marah atau mengeluh, hal itu ndak akan merubah keadaan apapun. justru ngerugiin diri sendiri.
tadi mas itu mengantarnya dan minta maaf, dia berkata kalo londri nya tiap hari dapat 1500 sprei dari hotel ternama di jogja. dan dia bilang "buat kamu gratis yoz", aku baru saja membereskan kamar ku yang super duper kuotor dan sedang capek2nya, tapi sambil isi air minum, aku bilang dalam hati, "puji tuhan", dan di dalam hati rasanya ada yang air yang netes di besi yang panas dan mendinginkan hingga kisi kisi yang terdalam. hal senada juga disampaikan teman ku yang muslim, "alhamdulilah", ujar mereka dan damai itu hadir.
ungkapan puji tuhan, alhamdulilah, di maknai sebagai ungkapan syukur atas apa yg diterima saat itu, sebuah penerimaan tanpa penolakan terhadap situasi atau keadaan yang menyenangkan atay tidak menyenangkan, dan jika diucapkan dengan tulus, sungguh-sungguh akan menghadirkan damai itu. banyak orang memahami bahwa bersyukur itu adalah seni menikmati hidup, aku setuju, tapi bagiku ada makna yang lebih, makna yang "meluap-luap", yg membawa kita masuk pada dimensi ruang dimana ada kita dan sang khalik, yang sedang bercanda meskipun kita sadar bahwa saat itu kita belum makan seharian, bertengkar dengan pacar, kehabisan uang bulanan, atap rumah bocor, atau pasangan kita mungkin berselingkuh dengan orang lain.

nb : ngomong emang mudah, prakteknya sulit, tapi bukan berarti kita harus berhenti mencoba bukan?

Tuesday, November 18, 2014

FROM SOMETHING TO BE NOTHING

setiap orang menginginkan dirinya menjadi sesuatu, bahasa keren nya every people want to be something. bahkan setiap orang harus punya goal dalam hidupnya untuk menjelaskan bahwa manusia yang something itu pasti punya tujuan untuk dikejar dan diperjuangkan. ya aku setuju ketika mario teguh juga mengatakan hal yang seperti itu. from nothing to be something.

sesuatu atau something itu sering banget diidentikkan dengan nilai yang sempurna, harus yang tampak wah dimata orang dan ketika manusia mendapatkan dengan effort lebih, maka hal itu  isa menjadi sebuah kebangaan, bahkan bisa dipamerkan ksana kemari.

"punya passion itu yang oke, yang bisa bikin orang banyak kagum"

biar eksistensi dan kemampuan diri bisa terblow up, ini aku hebat bisa peroleh ini itu, aku yang memiliki passion wajib diakui. awal nya aku sinis dengan hal itu, tpi sekarang mencoba untuk terbiasa, karena hal itu sudah amat sangat mainstream. tapi mau tidak mau hidup di zaman sekarang ini memang butuh pengakuan, kalau nggak ya ga bakal dapet sesuatu. manusia biasa. kerjaan biasa. mana bisa dianggep sukses sama ibu calon mertua? kalo di depak dan tidak diijinkan in relationship dengan anaknya itu lebih mungkjn terjadi. kenyataan berbicara, pacarmu s1, semua keluarga nya s1, ga mudah kalo kamu cuma lulusan SMA atau SD pacaran dengan pacar mu itu, perlu effort lebih buat bukain mata orang lain buat nunjukin kamu itu layak!

tapi nggak semua orang begitu lho, cuma kebanyakan begitu. oke  belakangan ini aku baca ada istilah yang menurutku lain dari yang lain, "from something to be nothing".

FIX!!!! JELAS INI HIPSTER dan menentang sesuatu yang mainstream. pikirku dengan berdecak kagum dan membayangkan jika ada orang yang seperti ini adalah orang gila.

ga bakalan ada yang mau untuk jadi yang terbawah atau tidak dianggap. no way...!!!! semua orang butuh pengakuan, jadi bagiku quote "from something to be nothing" itu ending nya bakal "epic fail..!!!!". gila kah kamu, semua orang itu butuh pengakuan ini kok malah pgn tidak di akui. atau jangan2 dia udah dapat semua nya semua orang sudah buktikan dia goodman. lalu dia pgn cari sensasi jadi nothing... wah apa begitu ya.. pikira ku udah ngaco kemana-mana. tpi ternyata setelah ku pikir-pikir, nggak juga... ternyata to be nothing itu merupakan sebuah cita-cita, di dukung dari kata "to be", yang berarti butuh perjuangan juga buat dapetin. gila ya, to be nothing aja perlu effort lebih. ups  nothing nya itu bukan sembarang nothing. nothing itu diartikan sesuatu yang orang lain ga suka, karena mungkin terlalu memalukan kalau melakukan hal itu, atau kamu bakal dianggap nothing atau akward, dicibir, dianggap manusia aneh...

lalu apa  contohnya? menjadi nothing itu seperti apa? salah satu  contoh nya adalah memaafkan orang lain yang membuat mu sangat sakit hati, berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang ras suku agama dan latar  belakang dan tanpa pamrih, tapi ini ada konteks nya, misal : kamu orang kota, dan ketemu orang desa yang buluk bau dan sangat miskin, mungkin kalo kamu berbuat baik dengan nya, teman2 komunitas mu bakal mencibir dan bilang "ih ngga banget sih". dan kamu terus melakukan perbuatan baik kepada orang itu tanpa kuatir kamu kehilangan teman.

contoh lainnya : kamu rela pake hp nokia 1208 3310 atau yg lain, dengan tujuan kamu inget orang tua yang biayain hidup adalah orang ga mampu, sedangkan teman-teman mu semua pada pake Bb android super mahal dan keren, tpi kmu enjoy tanpa takut dicibir orang pelit atau ketinggalan jaman, dan ga takut dijauhin orang karena berbuat sesuatu yang dianggap nothing oleh orang lain. hal ini emang sulit banget, karena setiap orang  yang melakukan ini adalah orang2 yg siap direndahkan demi orang lain. orang2 yang siap dihina karena bela orang lain. atau rela tetap rendah hati/ stay low, down to earth meskipun hidupnya tidak berkekurangan dan rela berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

ada yang berminat jadi pasukan from something to be nothing?