Friday, August 18, 2017
MENANG ADALAH SEGALANYA [?]
Wednesday, March 1, 2017
RABU ABU - MASA PRA PASKAH (1)
Masa Pra Paskah bukan Minggu Sengsara. Minggu Sengsara jatuh pada 1 minggu sebelum Hari Paskah, di mana Minggu Sengsara sering disebut sebagai Minggu Palma.
Masa-masa Paskah (dan pra paskah) yang dirayakan dan dihayati orang Kristiani selama ini diadopsi dari tradisi yang ada dalam Kitab Suci Perjanjian Lama (tradisi bangsa Israel Kuno), Paskah = sebuah perayaan keluarnya bangsa Israel dari Mesir, dan dilambangkan dengan mengorbankan seekor anak domba dan menyapukan darahnya ke ambang pintu masing-masing.
Paskah dalam Kitab Perjanjian Lama dirayakan selama 40 hari dan diawali dengan Hari Penebusan (Yom Kippur). KENAPA 40? 40 adalah sebuah lambang tahun perjalanan Israel di padang gurun. Perayaan Paskah Kristiani mengikuti pola Paskah Yahudi, sebab kita pun mengenal Anak Domba Paskah yang dikorbankan, yaitu Yesus Kristus. Bagi kita, makna 40 hari ini dihubungkan dengan masa persiapan Yesus menghadapi pelayanan-Nya, dengan berpuasa 40 hari lamanya di padang gurun.
Rabu Abu adalah hari pertama masa Pra Paskah (Lent). Lent adalah masa pertobatan, pemeriksaan batin dan berpantang guna mempersiapkan diri bagi Kebangkitan Kristus dan Penebusan dosa.
LALU APA SEBENARNYA MAKSUD DARI PENOREHAN ABU DI DAHI?
SEMOGA ABU YANG DITOREHKAN DI DAHI KITA BUKAN SEKEDAR IKUT-IKUTAN TAPI BENAR-BENAR DIHAYATI PEMAKNAANNYA SEBAGAI PERTOBATAN HATI (MEMILIKI HIDUP YANG BERKENAN DI HADAPAN ALLAH)
-dari berbagai sumber-
Tuesday, February 21, 2017
KEGAGALAN DAN CINTA
nilai yang diperoleh dari ujian semester tidak begitu menyenangkan, banyak pelajaran yang tidak bisa terikuti dengan baik, dan tampaknya segala bentuk yang dilakukan oleh kita berujung kepada kegagalan.
belum lagi jika ditilik dari hubungan dengan orang lain, dengan teman, dengan rekan kerja, dengan saudara, dengan pacar, dengan sahabat, tak semua berjalan dengan mulus.
kegagalan dan masalah adalah sebuah hal terburuk yang tidak ingin didapatkan oleh manusia, bahkan oleh semua orang di dunia, namun kenyataannya, hal tersebut tidak dapat dihindari. berdoa pada Sang Khalik pun terasa sia-sia, lalu apa sebenarnya yang bisa dilakukan?
terkadang, Kegagalan adalah cara Tuhan mengenalkan kesungguhan.
KEGAGALAN BUKAN AKHIR DARI SEBUAH PERJALANAN HIDUP, kegagalan adalah cara kita belajar tentang KESUNGGUHAN, dan CINTA adalah sebuah landasan untuk setiap kita memperjuangkan apa yang seharusnya diperjuangkan dengan lebih bersungguh-sungguh, TANPA CINTA, tak ada lagi harapan yang perlu diperjuangkan. untuk siapa kita berjuang? untuk orang tua? untuk diri sendiri? sebagai bukti cinta kita pada orang tua? sebagai bukti cinta pada Tuhan? bahwa apa yang diberikan oleh orang tua dan Tuhan tak akan pernah berakhir sia-sia di tangan kita.
sekilas pandangan salah satu dosen UKDW dan pengurus yayasan STAK Marturia Yogyakarta tentang kegagalan dan cinta
Sunday, December 25, 2016
NATAL DAN KELUARGA [2016]
tapi saya lupa bahwa natal adalah sebuah momen di mana yusuf dan maria juga menapaki perjalanan itu dengan sukacita, karena mereka sadar bahwa mereka akan pulang, berkumpul dengan keluarga, dan juga bisa mendapatkan tempat berlindung.
realita natal dari tahun ke tahun adalah sebuah momen di mana keluarga bisa berkumpul kembali.. sebuah masa di mana antara bapak, ibu, dan anak-anaknya yang (mungkin) tinggal jauh di luar kota, kembali ke rumah asal mereka. berkumpul dengan sanak saudara, bercengkrama berbagi kehangatan. bahkan melakukan aktivitas bergereja bersama.
rumah adalah sebuah tempat di mana kita bisa merasa tenang, nyaman, meskipun tergolong kecil dan sempit, bahkan mungkin bocor jika hujan, tapi rumah adalah sebuah singgasana bagi setiap orang yang tinggal di dalamnya.
hari ini setelah menikmati drama perayaan natal di GKI Muntilan, ditemani angin malam yang panas, kembali terkoyak perasaan saya mendengarkan lagunya Mr. Buble,
"May be surrounded by A million people I Still feel all alone I just wanna go home Oh, I miss you, you know..."
perih disayat lagu buble ini, saya putar BGM nya RO1 dan dapetnya PRONTERA, damn, lagu ini saat ini juga membawa begitu banyak memori, ngumpul, vending, chatt, nge-hode, rusuh, tetep aja bawaannya jadi pengen mendatagi Midgard (pulang).
Rumah memang membawa keistimewaan tersendiri, dan keluarga yang terdapat di dalamnya punya kehangatannya masing-masing, tapi dari dalam rumah terkadang terdapat begitu banyak aksi-aksi yang mendatangkan luka batin, orang tua yang tidak mempedulikan anaknya, orang tua yang tidak menyadari dirinya terlalu sibuk berada di luar rumah, sehingga membuat anak-anak dan anggota keluarga tidak feels at home. sehingga anak-anak yang bosan di rumah tak segan mencari perhatian dan pelarian di luar rumah. cilakanya, seandainya anak-anak kita jatuh pada pergaulan yang terlibat narkoba, habis sudah masa depannya.
di rumah tidak ada damai, cari di luar ada teman yang perhatian meski narkoba ya hajar. endingnya, orang tua salahkan anak, dan anak salahkan orang tua #true
natal kali ini memiliki tema yang berkaitan dengan LAHIRNYA SANG RAJA DAMAI, ini sebuah panggilan bagi kita semua yang merayakan, untuk melihat momen berkumpulnya keluarga, bersama-sama dengan keluarga menghadirkan damai ke dalam keluarga itu sendiri, dan bersama-sama keluarga membagikan damai itu keluar.
selamat natal, Tuhan Yesus memberkati
Monday, December 12, 2016
PROSEDUR BPJS [kecelakaan dan melahirkan]
Saturday, July 9, 2016
NGANU (2)
Friday, July 8, 2016
APRESIASI DIRI dan MERAYAKAN HIDUP
NGANU (1)
Thursday, April 21, 2016
HARUSKAH LANGKAHKU TERHENTI? [dev and wen and jogja part 1]
Saturday, April 2, 2016
MAMPU BERTAHAN
Friday, March 18, 2016
WILL YOU COME AND FOLLOW ME
Thursday, November 26, 2015
JOGJA dan DONOR DARAH
1. Bila memerlukan kebutuhan darah dapat mentions ke #BFL dengan cantumkan, Nama, goldar +|- , berapa ktg|cc, Kota, RS, no. CP
2. Jika membutuhkan darah saat stok di PMI kurang, silakan menghubungi HOTLINE @Blood4LifeID via 087875195599 SMS/Telp & 087882003728 WhatsApp.
3. isi formulir ini jika bersedia donor darah sukarela http://blood4lifeid.com/ddsukarela/
untuk wilayah Jogja sendiri terdapat sebuah akun twitter @Donorku yang mungkin dikelola admin dari RS Sardjito, dan saya sering melihat kedua akun ini saling bersinergi untuk memenuhi kebutuhan darah di kota Jogja. kontak saja langsung untuk donor sukarela, caranya
Saturday, August 29, 2015
SIAP NAIK LEVEL?
Tuesday, August 25, 2015
CERPEN : SEPOTONG SENJA UNTUK PACARKU
Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.
Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.
Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.
Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.
Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.
Alina yang manis, Alina yang sendu, Akan kuceritakan padamu bagaimana aku mendapatkan senja itu untukmu.
Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, memandang dunia yang terdiri dari waktu. Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku. Di tepi pantai, di tepi bumi, semesta adalah sapuan warna keemasan dan lautan adalah cairan logam meski buih pada debur ombak yang menghempas itu tetap saja putih seperti kapas dan langit tetap saja ungu dan angin tetap saja lembab dan basah, dan pasir tetap saja hangat ketika kuusapkan kakiku ke dalamnya.
Kemudian tiba-tiba senja dan cahaya gemetar.
Keindahan berkutat melawan waktu dan aku tiba-tiba teringat padamu.
“barangkali senja ini bagus untukmu,” pikirku. Maka kupotong senja itu sebelum terlambat, kukerat pada empat sisi lantas kumasukkan ke dalam saku. Dengan begitu keindahan itu bisa abadi dan aku bisa memberikannya padamu.
Setelah itu aku berjalan pulang dengan perasaan senang. Aku tahu kamu akan menyukainya karena kamu tahu itulah senja yang selalu kamu bayangkan untuk kita. Aku tahu kamu selalu membayangkan hari libur yang panjang, perjalanan yang jauh, dan barangkali sepasang kursi malas pada sepotong senja di sebuah pantai di mana kita akan bercakap-cakap sembari memandang langit sambil berangan-angan sambil bertanya-tanya apakah semua ini memang benar-benar telah terjadi. Kini senja itu bisa kamu bawa ke mana-mana.
Ketika aku meninggalkan pantai itu, kulihat orang-orang datang berbondong-bondong, ternyata mereka menjadi gempar karena senja telah hilang. Kulihat cakrawala itu berlubang sebesar kartu pos.
Alina sayang,
Semua itu telah terjadi dan kejadiannya akan tetap seperti itu. Aku telah sampai ke mobil ketika di antara kerumunan itu kulihat seseorang menunjuk-nunjuk ke arahku.
“Dia yang mengambil senja itu! Saya lihat dia mengambil senja itu!”
Kulihat orang-orang itu melangkah ke arahku. Melihat gelagat itu aku segera masuk mobil dan tancap gas.
“Catat nomernya! Catat nomernya!”
Aku melejit ke jalan raya. Kukebut mobilku tanpa perasaan panik. Aku sudah berniat memberikan senja itu untukmu dan hanya untukmu saja Alina. Tak seorang pun boleh mengambilnya dariku. Cahaya senja yang keemasan itu berbinar-binar di dalam saku. Aku merasa cemas karena meskipun kaca mobilku gelap tapi cahaya senja tentu cukup terang dilihat dari luar. Dan ternyata cahaya senja itu memang menembus segenap cahaya dalam mobilku,sehingga mobilku itu meluncur dengan nyala cemerlang ke aspal maupun ke angkasa.
Dari radio yang kusetel aku tahu, berita tentang hilangnya senja telah tersebar ke mana-mana. Dari televisi dalam mobil bahkan kulihat potretku sudah terpampang. Aduh. Baru hilang satu senja saja sudah paniknya seperti itu. Apa tidak bisa menunggu sampai besok? Bagaimana kalau setiap orang mengambil senja untuk pacarnya masing-masing? Barangkali memang sudah waktunya dibuat senja tiruan yang bisa dijual di toko-toko,dikemas dalam kantong plastik dan dijual di kaki lima. Sudah waktunya senja diproduksi besar-besaran supaya bisa dijual anak-anak pedagang asongan di perempatan jalan.
“Senja! Senja! Cuma seribu tiga!”
Di jalan tol mobilku melaju masuk kota.Aku harus hati-hati karena semua orang mencariku. Sirene mobil polisi meraung-raung di mana-mana. Cahaya kota yang tetap gemilang tanpa senja membuat cahaya keemasan dari dalam mobilku tidak terlalu kentara. Lagi pula di kota, tidak semua orang peduli apakah senja hilang atau tidak. Di kota kehidupan berjalan tanpa waktu, tidak peduli pagi siang sore atau malam. Jadi tidak pernah penting senja itu ada atau hilang. Senja cuma penting untuk turis yang suka memotret matahari terbenam. Boleh jadi hanya demi alasan itulah senja yang kubawa ini dicari-cari polisi.
Sirene polisi mendekat dari belakang. Dengan pengeras suara polisi itu memberi peringatan.
“Pengemudi mobil Porsche abu-abu metalik nomor SG 19658 A, harap berhenti. Ini Polisi. Anda ditahan karena dituduh telah membawa senja. Meskipun tak ada aturan yang melarangnya, tapi berdasarkan…”
Aku tidak sudi mendengarnya lebih lama lagi. Jadi kubilas dia sampai terpental keluar pagar tepi jalan. Kutancap gas dan menyelip-nyelip dengan lincah di jalanan. Dalam waktu singkat kota sudah penuh raungan sirene polisi. Terjadi kejar-kejaran yang seru.Tapi aku lebih tahu seluk-beluk kota, jalanan dengan cahaya yang bernmain warna, gang-gang gelap yang tak pernah tercatat dalam buku alamat, lorong-lorong rahasia yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang di bawah tanah.
Satu mobil terlempar di jalan layang, satu mobil lain tersesat di sebuah kampung, dan satu mobil lagi terguling-guling menabrak truk dan meledak lantas terbakar.Masih ada dua polisi bersepeda motor mengejarku. Ini soal kecil. Mereka tak pernah bisa mendahuluiku, dan setelah kejar-kejaran beberapa lama, mereka kehabisan bensin dan pengendaranya cuma bisa memaki-maki. Kulihat senja dalam saku bajuku. Masih utuh. Angin berdesir. Langit semburat ungu. Debur ombak menghempas ke pantai. Hanya padamulah senja ini kuserahkan Alina.
Tapi Alina, polisi ternyata tidak sekonyol yang kusangka. Di segenap sudut kotak mereka telah siap siaga. Bahkan aku tak bisa membeli makanan untuk mengisi perutku. Bahkan di langit tanpa senja, helikopter mereka menyorotkan lampu di setiap celah gedung bertingkat. Aku tersudut dan akhirnya nyaris tertangkap. Kalau saja tidak ada gorong-gorong yang terbuka.
Mobilku sudah kutinggal ketika memasuki daerah kumuh itu. Aku berlari di antara gudang, rumah tua,tiang serta temali. Terjatuh di atas sampah, merayapi tangga-tangga reyot, sampai seorang gelandangan menuntunku ke suatu tempat yang tak akan pernah kulupakan dalam hidupku.
“Masuklah,” katanya tenang, “disitu kamu aman.
Ia menunjuk gorong-gorong yang terbuka itu. Ada tikus keluar dari sana. Banya bacin dan pesing. Kutengok ke bawah. Kulihat kelelawar bergantungan. Aku ragu-ragu.Namun deru helikopter dengan lampu sorotnya yang mencari-cari itu melenyapkan keraguanku.
“Masuklah, kamu tidak punya pilihan lain.”
Dan gelandangan itu mendorongku. Aku terjerembab jatuh. Bau busuknya bukan main. Gorong-gorong itu segera tertutup dan kudengar gelandangan itu merebahkan diri di atasnya. Lampu sorot helikopter menembus celah gorong-gorong tapi tak cukup untuk melihatku. Kurabah senja dalam kantongku, cahayanya yang merah keemas-emasan membuat aku bisa melihat dalam kegelapan. Aku melangkah dalam gorong-gorong yang rupanya cukup tinggi juga. Kusibukkan kelelawar bergantungan yang entah mati entah hidup itu. Kulihat cahaya putih di ujung gorong-gorong. Air busuk mengalir setinggi lutut, namun makin ke dalam makin surut. Di tempat yang kering kulihat anak-anak gelandangan duduk-duduk maupun tidur-tiduran, mereka berserakan memeluk rebana dengan mata yang tidak memancarkan kebahagian.
Aku berjalan terus melangkahi mereka dan coba bertahan. Betapa pun ini lebih baik daripada harus menyerahkan senja Alina.
Di ujung gorong-gorong,di temapt cahaya putih itu, ada tangga menurun ke bawah. Kuikuti tangga itu. Cahaya semakin terang dan semakin benderang. Astaga. Kamu boleh tidak percaya Alina, tapi kamu akan terus membacanya. Tangga itu menuju ke mulut sebuah gua, dan tahukah kamu ketika aku keluar dari gua itu aku ada di mana? Di tempat persisi sama dengan tempat di mana aku mengambil senja itu untukmu Alina. Sebuah pantai dengan senja yang bagus:ombak,angin,dan kepak burung?tak lupa cahaya keemasan dan bias ungu pada mega-mega yang berarak bagaikan aliran mimpi. Cuma saja tidak ada lubang sebesar kartu pos. Jadi, meskipun persis sama,tapi bukan tempat yang sama.
Aku berjalan ke tepi pantai. Tenggelam dalam guyuran alam yang perawan. Nyiur tentu saja, matahari, dan dasat lautan yang bening dengan lidah ombak yang berdesis-desis. Tak ada cottage , tak ada barbeque, tak ada marina.
“semua itu memang tidak perlu. Senja yang bergetar melawan takdir membiaskan cahaya keemasan ke tepi semesta. Aku sering malu sendiri melihat semua itu. Alina, apakah semua itu mungkin diterjemahkan dalam bahasa?”
Sambil duduk di tepi pantai aku berpikir-pikir, untuk apakah semua ini kalau tidak ada yang menyaksikannya? Setelah berjalan ke sana ke mari aku tahu kalau dunia dalam gorong-gorong ini kosong melompong. Tak ada manusia, tak ada tikus, apalagi dinosaurus. Hanya burung yang terkepak, tapi ia sepertinya bukan burung yang bertelur dan membuat sarang. Ia hanya burung yang dihadirkan sebagai ilustrasi senja. Ia hanya burung berkepak dan berkepak terus disana. Aku tak habis pikir Alina, alam seperti ini dibuat untu apa? Untuk apa senja yang bisa membuat seseorang ingin jatuh cinta itu jika tak ada seekor dinosaurus pun menikmatinya? Sementara di atas sana orang-orang ribut kehilangan senja….
Jadi, begitulah Alina, kuambil juga senja itu. Kukerat dengan pisau Swiss yang selalu kubawa, pada empat sisinya, sehingga pada cakrawala itu terbentuk lubang sebesar kartu pos. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan aku melangkah pulang. Bumi berhenti beredar di belakangku, menjadi kegelapan yang basah dan bacin. Aku mendaki tangga kembali menuju gorong-gorong bumiku yang terkasih.
Sampai di atas, setelah melewati kalelawar bergantungan,anak-anak gelandangan berkaparan, dan air setinggi lutut, kulihat polisi-polisi helikopter sudah pergi. Gelandangan yang menolongku sedang tiduran di bawah tiang listrik sambil meniup saksofon.
Aku berjalan mencari mobilku. Masih terparkir dengan baik di supermarket. Nampaknya bahkan baru saja dicuci. Sambil mengunyah pizza segera kukebut mobilku menuju pantai. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan, lengkap dengan matahari,laut,pantai, dan cahaya keemasannya masing-masing, mobilku bagai memancarkan cahaya Ilhai. Sepanjang jalan layang, sepanjang jalan tol, kutancap gas dengan kecepatan penuh…
Alina kekasihku, pacarku, wanitaku.
Kamu pasti sudah tahu apa yang terjadi kemudian. Kupasang senja yang dari gorong-gorong pada lubang sebesar kartu pos itu dan ternyata pas. Lantas kukirimkan senja yang ?asli? ini untukmu, lewat pos.
Aku ingin mendapatkan apa yang kulihat pertama kali: senja dalam arti yang sebenarnya?bukan semacam senja yang ada di gorong-gorong itu.
Kini gorong-gorong itu betul-betul menjadi gelap Alina. Pada masa yang akan datang orang-orang tua akan bercerita pada cucunya tentang kenapa gorong-gorong menjadi gelap.Meraka akan berkisah bahwa sebenarnya ada alam lain di bawah gorong-gorong dengan matahari dan rembulannya sendiri, namun semua itu tida lagi karena seorang telah mengambil senja untuk menggantikan senja lain di atas bumi. Orang-orang tua itu juga akan bercerita bahwa senja yang asli telah dipotong dan diberikan oleh seseorang kepada pacarnya.
Alina yang manis, paling manis, dan akan selalu manis, Terimalah sepotong senja itu, hanya untukmu, dari seseorang yang ingin membahagiakanmu. Awas hati-hati dengan lautan dan matahari itu, salah-salah cahayanya membakar langit dan kalau tumpah airnya bisa membanjiri permukaan bumi.
Dengan ini kukirimkan pula kerinduanku padamu, dengan cium, peluk, dan bisikan terhangat, dari sebuah tempat yang paling sunyi di dunia.
by Seno Gumira Ajidarma
Monday, July 6, 2015
STOP CHILD ABUSE
Saturday, April 4, 2015
MEMAKNAI PASKAH [hari lahirnya sebuah kemerdekaan]
Saturday, March 28, 2015
KAMU SAKIT HATI?
berbarengan dengan itu, sahabat dekat ku menelpon dan menanyakan soal posisiku dan si kumbang, langsung saja ku ceritakan kedongkolanku padanya, di akhir telepon, sahabatku bertanya, "kamu sakit hati kah? setelah itu dia menutup teleponnya.
(mohon maaf jika ada kesamaan peristiwa dan pengalaman. saya menggunakan contoh ini sebagai studi kasus untuk mempermudah apa yang akan saya capai di sini)
NB: bagaimana dengan kisah+pengalamanmu? mari berbagi di kolom komentar ya ^_^
Sunday, November 23, 2014
PEMBAWA DAMAI
pembawa damai identik dengan sebuah pekerjaan berat yang membutuhkan tenaga ekstra, ketrampilan yang ciamik, dan pintar dalam berdiplomasi. kata pembawa damai atau peace maker ini kerap kali dipandang sebagai pekerjaan yang superduper berat, mungkin hanya super hero yang mampu melakukan hal itu.
hehehe kali ini aku memang bikin judul tulisan pembawa damai, tapi ini ga ada hubungannya dengan orang lain, kepoin konflik orang, atau berlagak jadi problem solver dari orang yang curhat atau ngadu ke kita. sekali lagi, bukan itu point nya. pembawa damai yang ku maksud adalah tentang kamu, dirimu, dan hatimu. atau aku, diriku, dan hatiku. belakangan ini cerita kenaikan BBM sedang menjadi trending topik rakyat indonesia. banyak yang setuju dan banyaj banget yang tidak setuju. banyaj yang skeptis, tpi juga banyak yang mau peduli. tapi yang jelas kenaikan BBM berhasil membuat banyak rakyat indonesia mengeluarkan keluhan soal berat nya beban hidup dan biaya menjalani hidup. itu ngga terjadi cuma 1-5 hari aja, tapi teruuuuuuus begitu. rasanya nggak ada damai dalam diri. sama seperti aku misalnya, mengeluh tiap saat soal ini itu rasanya dalam hati ga ada damai dan berat.
hari ini laundry yang ku masukin baru jadi, mereka berjanji 3hari kelar tapi ini sudah 2minggu baru jadi dan diantar. sebenernya tiap hari aku mengeluh, mana pakaian ku, mana jaketku, knp ga jadi-jadi, jengkel, emosi, dan mengeluh terus selama 1minggu lebih, dan hal itu ku sadari sebesar apapun aku jengkel marah atau mengeluh, hal itu ndak akan merubah keadaan apapun. justru ngerugiin diri sendiri.
tadi mas itu mengantarnya dan minta maaf, dia berkata kalo londri nya tiap hari dapat 1500 sprei dari hotel ternama di jogja. dan dia bilang "buat kamu gratis yoz", aku baru saja membereskan kamar ku yang super duper kuotor dan sedang capek2nya, tapi sambil isi air minum, aku bilang dalam hati, "puji tuhan", dan di dalam hati rasanya ada yang air yang netes di besi yang panas dan mendinginkan hingga kisi kisi yang terdalam. hal senada juga disampaikan teman ku yang muslim, "alhamdulilah", ujar mereka dan damai itu hadir.
ungkapan puji tuhan, alhamdulilah, di maknai sebagai ungkapan syukur atas apa yg diterima saat itu, sebuah penerimaan tanpa penolakan terhadap situasi atau keadaan yang menyenangkan atay tidak menyenangkan, dan jika diucapkan dengan tulus, sungguh-sungguh akan menghadirkan damai itu. banyak orang memahami bahwa bersyukur itu adalah seni menikmati hidup, aku setuju, tapi bagiku ada makna yang lebih, makna yang "meluap-luap", yg membawa kita masuk pada dimensi ruang dimana ada kita dan sang khalik, yang sedang bercanda meskipun kita sadar bahwa saat itu kita belum makan seharian, bertengkar dengan pacar, kehabisan uang bulanan, atap rumah bocor, atau pasangan kita mungkin berselingkuh dengan orang lain.
nb : ngomong emang mudah, prakteknya sulit, tapi bukan berarti kita harus berhenti mencoba bukan?



