Showing posts with label cerita para punggawa. Show all posts
Showing posts with label cerita para punggawa. Show all posts

Tuesday, February 21, 2017

NGAHOK

"bapak kenal ahok?", tanya seorang ibu pada saya.
"tidak kenal, cuma saya tahu dari pemberitaan media-media, kenapa bu?", begitu responku.
pengenalan kita akan seorang Ahok bisa saja beragam, tergantung dari sudut pandang mana pijakannya.
dari kepemimpinannya, secara kasat mata, kita dapat melihat, bahwa seorang Ahok adalah sosok yang tangguh, di mana banyak orang selalu berlindung dan membentengi diri dari permasalahan yang ada, Ahok justru tampil sebagai sosok yang gentle, maju hadapi semua tantangan yang ada.
Mau di buly seperti apapun Ahok membalas dengan prestasi dan keberhasilannya, Ahok tak pernah membalas dengan kekerasan atau hinaan, dan Ahok tak pernah cengeng dalam menghadapi apapun yang menerpanya.
inilah 1 sisi kehidupan Ahok yang dapat dijadikan sebuah contoh atau role model ideal, bagaimana seharusnya seorang bersikap dalam hidup.
"perjuangan itu kalau belum berdarah-darah itu bukan perjuangan, selama nafas masih ada dalam jasmani, maka perjuangan dan kerja keras belum berakhir".


Tuesday, May 10, 2016

JOGJA DAN BAPAK PENJUAL KUE DI KOS KU

di kos ku ini dari tahun 2004 banyak kedatangan bapak-bapak penjual kue, awal nya donat lalu skr bercampur dengan roti pabrikan dulu harganya 1000 dan di tahun 2016 ini harganya berubah menjadi 1500. konsep jualannya adalah kantin kejujuran. beliau meletakkan 2 kotak roti yang masing-masing berisi 10 dan kotaknya di letakan di lantai 2 dan lantai 1.

yang unik adalah dagangan dan cara para penjual di kantin kejujuran ini. tidak jarang para pembeli hanya memakan kue nya dan membayarnya belakangan. entah bisa dibayar di akhir bulan atau di awal bulan depan, padahal rata-rata para mahasiswa yang kos di sini adalah mahasiswa yang punya motor dan merokok, artinya, seharusnya membayar roti seharga 1500 bukan jadi hal yang sulit. tapi mungkin mereka meiliki alasan tersendiri kenapa telat membayar kue itu.

meskipun ada yang terlambat membayar, bapak itu tetap saja meletakkan box baru yang penuh berisi roti untuk di jual pada kami secara rutin tiap minggunya. jika dipikir, keuntungan dari penjualan kue itu tidak besar, seandainya keuntungan perbox adalah 5ribu maka jualan di kos kami menghasilkan keuntungan 10ribu sekali jualan.

anehnya lagi bahkan terkadang uang yng sudah terkumpul di box (sebelum diambil bapaknya) kerap hilang meskipun beberapa waktu kemudian uangnya kembali lagi. simpulan sementaraku, ada anak kos yang meminjam uang tersebut.
terkadang aku tergelitik untuk bertanya pada penjual kue itu, kenapa kok masih mau berjualan di sini padahal uang kerap telat dan sering dipinjam tanpa pemberitahuan.

berjualan di kos ku ini sebenarnya tidak bisa dibilang provit oriented karena apa yang terjadi tidak mengarah ke sana, bahkan pola di kosku bisa menjadi salah satu perusak sistem keuangan penjual roti tersebut,

dengan mengesampingkan rasa kesalku terhadap para pembeli yang tak membayar langsung dan mengabaikan rasa kasihan pada bapak penjual kue itu,aku melihat pola dan ketulusannya, ku rasa beliau juga berjualan dan ingin berjualan tentang nilai-nilai pelajaran hidup, tentang kejujuran, kepercayaan, dan toleransi.

semoga yang makan roti mu tanpa membayar segera terus mengingat kebaikanmu dalam hal menjaga perut mereka untuk tetap kenyang dan bisa kuliah tanpa kelaparan. kiranya Tuhan membalas kebaikan hatimu pak.

Friday, May 29, 2015

PAK LALIN DEPAN PASAR SLEMAN

kemarin aku nganterin laptop ke blabak, di tengah perjalanan, tepatnya di daerah pasar sleman, aku bertemu dengan seorang bapak yang berhasil mengguncangkan perasaanku. aku sangat terharu, garu, bangga, sekaligus senang. bapak tersebut adalah warga desa sekitar pasar sleman, yang mendedikasikan dirinya untuk mengatur arus lalu lintas khususnya di tempat penyeberangan depan pasar sleman.

sebenernya orang lain yang melakukan "pekerjaan" ini sudah banyak aku temui, tapi tidak ada yang spesial menurutku. di jogja orang-orang seperti bapak itu sangat banyak, tapi kebanyakan yang aku lihat, mereka hanya mementingkan uang yang diberikan secara sukarela oleh pengendara mobil dan motor yang melintas atau berhasil menyeberang jalan karena jasa mereka. hal ini di mataku memang sangat wajar, yah jaman sekarang cari kerjaan itu susah, jika hal seperti itu sanggup mereka kerjakan, kenapa harus ditanggapi negatif? selama berguna bagi masyarakat.

tapi tidak bagi bapak itu, dia tampak total dan tegas, tampak dari gerakan tubuh nya, gesture nya ketika dia meniupkan peluit, mengibarkan bendera untuk jalur mana yang harus berhenti, dan dia tidak segan menunjuk pengendara motor dan memotong jalan motor yang hendak menerobos-menyelonong. jika tak sulit dan ada uang yang terjangkau biasanya aku memberi kepada mereka, karena tanpa mereka kadang aku kesulitan menyeberang, atau jika tak ada uang aku mengucapkan terimakasih pada mereka (aku ingat ini adalah hasil didikan asrama UKDW yang tertanam di hidupku).

aku sempat tertegun hingga mesin motorku mati, ketika di stop bapak itu, aku memperhatikan terus gerak geriknya, bahkan ketika dia menunjuk motor yang akan nyelonong, sampe motor itu mundur lagi, "luar biasa!!! ini luar biasa", kataku dalam hati sambil terharu, aku terus memperhatikan selama mungkin 1 menit dan hingga kami diperbolehkan jalan kembali, aku masih terus melihat, dan seperti nya bapak itu sadar aku menatapnya, aku menganggukan kepala dan tersenyum, dan dia membalas senyumanku.

saat itu aku sejenak berefleksi soal totalitas, harapan, dan hasrat, entah darimana datang nya pemikiran seperti ini? aku berfikir, apa ya yang mendorong bapak itu untuk mau total mendedikasikan dirinya mengatur jalanan yang mungkin bisa membahayakan dirinya? apa hasrat nya? apa karena soal uang semata? banyak orang seperti itu yang asal-asalan hanya menginginkan uangnya saja, tapi kinerja nya gak bener, jadi apa yang diharapkan bapak itu? tiba-tiba aku melupakan pertanyaan itu, aku membalikkannya untuk diriku, apa sih sebenarnya hasrat hidupku? apa sebenernya tujuan hidupku? apa yang jadi harapanku? apa aku sudah total dalam menjalani kehidupan ini?

Wednesday, February 25, 2015

POLISI BANYUMANIK SEMARANG

saya pernah diberhentikan polisi di terminal banyumanik semarang, karena plat motor saya yang depan tidak asli dari samsat, tapi yang blakang masih asli. pada waktu sebelum itu, saya kena razia di dekat simpang 5 semarang, motor saya tidak jadi masalah, tidak kena denda tidak dicari kesalahannya sama sekali, tapi kenapa di banyumanik justru di cari-cari salahnya. sebelum saya menyerahkan surat-surat, saya bertanya apa salah saya, saya sudah menunjukkan surat-surat tapi masih saya pegang... karena dibilang masalah plat nomor tidak asli yang depan, saya tidak mau memberikan sim+stnk saya. akhirnya kami adu argumen hingga di kerubungin banyak orang di terminal banyumanik, saya tidak takut, meskipun plat motor saya R (luar kota), saat itu orang-orang yang mengerubuti saya rame-rame mengatakan dah kasih aja, daripada jadi masalah, dah kasih aja, saya tetep ga mau kasih karena banyak motor plat H dan mobil plat H yang plat tidak asli, lalu lalang juga tidak ditilang.

akhirnya polisi itu mencabut kontak saya dengan paksa, dan berhasil kuncinya dia bawa, tapi tidak di kunci stang. ketika polisi itu hendak kembali ke pos, naik motor shogun merah, saya tarik begel motor nya, saya angkat dan saya lempar ke pinggir, saya tidak tau kekuatan itu datang dari mana. yang jelas polisinya hampir jatuhh, saya tidak mau melepaskan polisi itu sampe kunci saya di kembalikan, orang-orang yang mengerubungi saya juga meminta saya untuk melepaskan tapi saya ga mau lepas, dan ga mau memberi surat.

lalu saya lepaskan, dan saya susul ke pos, yang lucu, sebelum saya ke pos, setelah polisinya pergi, orang2 yang mengerumuni saya beberapa mengajak bersalaman, dan mengatakan, polisi yang gak adil emang harus dilawan mas, itu cuma cari-cari masalah aja... dalam hati saya, ah taik lu pada, penjilat...

di pos jaga ada 7 polisi yang berjaga, saya minta kuncinya, tapi polisi yang berada di luar pos jaga meneriaki, sudah borgol saja, borgol saja, lalu saya bilang pada polisi yang paling senior yang pegang kunci motor saya, bapak tidak adil memperlakukan saya, knapa berbeda dengan mobil dan motor lain yang plat tidak asli tapi plat daerah. lalu polisi itu bilang : saya sekolah hukum mas, saya tahu soal keadilan, dan mas ndak usah dikte saya, pasti saya tangkap yang lain.

saya jawab : keadilan taik kucing!!! saya bergegas keluar dari pos polisi terminal banyumanik, dan saya gebrak pintu polisinya, silahkan borgol saya kalu saya salah..!!

lalu saya bongkar lampu depan motor saya dan kabel on off nya saya kotak-katik lalu saya melanjutkan perjalanan, 1 kalimat buat polisi yang sok ngomong keadilan.. FUCK POLISI yang TIDAK ADIL

baru kali itu seumur hidup saya ditangkap dan dipermasalahkan gara-gara plat nomor depan tidak asli, padahal saya berkendara kebandung, surabaya, solo, jogja, tidak pernah dipermasalahkan.